Sinar matahari dari jendela langsung memancar dan menyilaukan, membuat tidurku sedikit terusik. Aku bangun dari tempat tidurku, dan sedikit kebingungan dengan kamar tidurku. Sejak kapan kamarku berubah semua ?
Ku edarkan pandanganku yang masih setengah sadar, mencerna apa yang aku lihat. Kamar ini sepertinya memang bukan kamarku, lalu ini kamar siapa ? kenapa aku bisa tidur disini ? Mataku terpaku pada sesosok yang sedang tertidur pulas di sofa merah. Wajahnya sangat aku kenal, tiba – tiba wajahku sangat panas menyadari siapa namja itu.
“gya !!” pekikku dalam hati sambil membungkam mulutku menahan suara teriakanku. Aku tidak mau membangunkannya, karna itu membuatku semakin malu. Aku salah kamar rupanya! Babo !!
Aku beranjak dari tempat tidur pelan – pelan berusaha tidak membangunkannya, tapi ..
“hmm .. ? kau sudah bangun ?” tanyanya sambil mengucek matanya. Badanku langsung mati kutu, dia beranjak dari tempatnya dan mendekatiku. Rasanya jantungku mau loncat dari tempatnya.
“ah mian aku membangunkanmu, kelihatannya aku salah tempat tidur permisi .. “ jawabku menunduk dan langsung pergi.
“bilang saja kalo kau rindu denganku !!” pekiknya dan tertawa. Aish !! Aku langsung menatapnya dengan tatapan 'what-are-you-crazy??'
“yak !! PeDe sekali kau !! siapa yang rindu denganmu ?? Malas ! “ sergahku. Pagi – pagi begini sudah buat iblisku keluar saja orang ini ??
“hahahhaha !! Sudah jujur saja ! “ jawabnya kepedean.
“Aish !! “ dengusku dan membanting pintu kamarnya. Benar – benar dia ini !! Argh !!
“babo kau Cha, kenapa bisa tidur di kamarnya sih ?” gumamku sambil memukul kepalaku keras.
“au sakit!!” pekikku, ternyata pukulanku cukup menyakitkan.
Di ruang makan sudah ada Eunhyuk oppa yang sedang sarapan Beijing fried rice buatan bibi Hwang, Bibi Hwang juga sedang menyiapkan sarapan untukku dan DIA yang dengan wajah malaikatnya memakan sarapan. Wajahnya memang sangat polos tapi ternyata dia cerewet dan satu lagi tingkat kepedeannya sudah stadium akhir.
Eunhyuk oppa yang melihatku datang langsung memanggilku. Dan itu juga membuat Jung Soo menoleh ke arahku.
“Chagi ayo sarapan, ini Bibi Hwang sudah masakin special hahhaha “ tawa Eunhyuk oppa dengan mulut penuh nasi goreng, dia sangat menyukai masakan Bibi Hwang terutama Beijing fried rice andalan bibi Hwang. Bibi Hwang hanya tersenyum.
“Ne, tapi oppa aku mau pergi dulu “ ucapku menyendokkan sesuap nasi gorengku. Masakan bibi Hwang memang juara, tapi aku harus ke taman. Henry oppa menungguku di sana.
“kemana ?” tanya Eunhyuk oppa.
“Ke taman sebentar” jawabku.
“ Aku ikut “ sahut Jung Soo tiba – tiba.
“ aniya, aku cuma sebentar. Oppa, aku nggak usah di temani kok. “ sergahku, aku tidak mau makhluk satu ini ikut.
“ tapi kata appa-mu .. “ jawabnya terhenti.
“sudahlah, aku cuma pergi ke taman dekat rumah. Nggak lama kok “ sahutku dan langsung pergi ke taman. Kenapa hari ini dia membutaku kesal ?!!
*Leeteuk POV*
Aku dan Eunhyuk sedang sarapan di ruang makan. Bibi Hwang hari ini memasak Beijing fried rice, kata Eunhyuk masakan bibi Hwang sangat enak. Saat bibi Hwang sudah menyiapkan sarapan, aku langsung memakan nasi goreng di hadapanku ini.
“Bibi, masakan bibi sangat enak ! “ pujiku. Memang masakan bibi Hwang enak sekali.
“hahhaha, bibi Hwang juaranya ! “ puji Eunhyuk juga, bibi Hwang hanya tersenyum malu sambil menyiapkan sarapan untuk Euncha. Anak itu belum turun – turun juga.
Tak berapa lama kemudian dia datang, dia sedikit terburu – buru.
“Chagi ayo sarapan, ini Bibi Hwang sudah masakin special hahhaha “ serbu Eunhyuk dengan mulutnya yang masih penuh makanan paad Euncha.
“Ne, tapi oppa aku mau pergi dulu” ucapnya pada Eunhyuk sambil mencomot sedikit nasi gorengnya. Pagi – pagi begini dia mau pergi ? kemana ?
“kemana ?” tanya Eunhyuk.
“ke taman sebentar “ jawabnya yang masih mengunyah nasi goreng di mulutnya. Ke taman ? dia pasti mau menemui seseorang. Kenapa aku memikirkan Henry, apa dia mau bertemu Henry ?
“aku ikut “ sahutku tiba – tiba, dia sedikit kaget. Eunhyuk hanya mengangguk setuju aku ikut dengan Euncha.
“aniya, aku cuma sebentar. Oppa, aku nggak usah di temani kok “ jawabnya menolak tawaranku. Perasaanku semaki kuat kalo dia mau bertemu Henry. Aku memang tidak suka kalo melihat Euncha dekat dengan namja lain, tidak tau kenapa ?
“tapi, kata appamu .. “ balasku tapi dia buru – buru menyergahnya. Dia terlihat tidak suka kalo aku mengantarnya. Dugaanku samakin kuat kalo dia mau bertemu dengan Henry.
“sudahlah, aku cuma pergi ke taman dekat rumah. Nggak lama kok “ sahutnya menyela perkataanku dan pergi begitu saja. Entah kenapa perasaanku tidak enak, aku berniat untuk mengikutinya dari belakang. Ku habiskan sepiring sarapanku dan bearnjak dari meja makan.
“kau mau kemana, teuki ?” tanya Eunhyuk yang masih menikmati sarapannya.
“Aku mau pergi sebentar “ jawabku dan pamit pergi.
Pagi ini cuaca sedikit mendung, percuma saja tidak akan mengurungkan niatku untuk mengikutinya. Euncha berjalan tanpa menyadari aku yang mengikutinya dari belakang, dia mengarah ke arah taman dekat rumah. Apa dia akan bertemu dengan Henry ?
Benar saja, dia menemui seseorang yang tengah duduk di bangku kayu taman. Seorang namja. Aku tidak begitu jelas melihat wajahnya. Tapi dari postur tubuhnya, aku yakin itu Henry. Aku mengambil sedikit jarak darinya dan bersembunyi di balik pohon yang cukup besar.
Euncha menghampiri namja itu, namja itu langsung memeluk Euncha. Ada rasa nyeri di ulu hati saat aku melihat adegan itu. Aku tidak tau apa yang mereka bicarakan, gerak – gerik Euncha sedikit aneh. Namja itu menatapnya serius dan tajam, Euncha sedikit salah tingkah. Apa yang mereka bicarakan ?
*leeteuk POV (end)*
TBC (again)
sumpah bener - bener mian kalo FF.nya jelek :P
aku juga masih belum tau endingnya gmn .. ada saran ??? hehheheh :P
huaaaaaaaaaah sedikit kaliiii ituuuu >< !!
ReplyDelete*hara gantian wes gini ini~
tapi bagus kok ! kesannya gimanaaaa gituuu ~
saran : henry kan bau-bau nembak si Euncha , nah si Jungso itu tau cemburu trus pergi trus di cari Euncha ntar
hehehehehehe :P
.halah - halah belibet !! hahahhahhaha ^^
ReplyDelete.biarin bales dendam aku!! hohohohoo *evil laugh~