Aku menyusuri jalan menuju taman pagi ini, Henry oppa mengajakku bertemu di taman dekat rumah katanya ada yang mau di bicarakan. Cuaca sangat dingin pagi ini, dengan hoodie putihku yang menutupi kepalaku dan celana panjang birukupun aku terus berjalan menahan dinginnya udara.
Sesampainya di sana, aku melihat Henry oppa yang memakai hoodie army sedang duduk di bangku taman. Dia menungguku. Apa yang sebenranya yang ingin dia katakan ?
Aku pun menghampirinya
“mianhae oppa, mian aku terlambat. Sudah lama ? “ tanyaku menghampirinya. Henry oppa berdiri sambil tersenyum manis sekali. Dan tiba – tiba dia memelukku erat.
“oppa ? waeyo ?” tanyaku kebingungan. Dia semakin erat memelukku dan itu pula semakin membuatku kebingungan.
“oppa .. “ ucapku. Aku takut membalas pelukannya, baru kali ini Henry oppa memelukku. Sedikit ragu akupun membalasnya. Aku mengelus punggungnya pelan.
“ saranghae, nan neul saranghae Euncha .. ” ucapnya pelan. ‘Deg !’
Tubuhku gemetar, nafasku tidak bisa di atur dan wajahku mulai memanas. Jangan sampai dia melihatku dengan wajah seperti ini. Henry oppa melepaskan pelukannya dan menatap wajahku.
Andwae .. aku belum siap !! wajahku sangat bodoh !! gyaaa …
Henry oppa menatapku lekat, berusaha mencari jawaban.
“o .. oppa bercanda pasti ! hahhahah .. “ tawaku yang sama sekali tidak lucu. Aku berusaha mengalihkan pembicaraan, aku tidak menyangka kalo Henry oppa mengungkapkannya padaku sekarang.
“aniya, jinsim-iya .. Lee Euncha, saranghaeo .. “ ucapnya lagi dengan tatapan yang mebuat bulu kuduku merinding. Pasti sekarang wajahku sangat memalukan. Tuhan bangunkan aku !!
“dangsin-eun nae yeojagaissneun geoji? “ tanyanya dan terus menatapku lekat. Mulutku rasanya terkunci, sulit sekali mengucapkan kata – kata. Henry oppa kau sukses membuatku terlihat bodoh !!
Aku bingung harus menjawab apa, ya aku juga menyukainya tapi .. kenapa ? ada apa denganku ?
ayo Euncha, jawab iya ! kau juga menyukai Henry oppa kan ?? kalian sama – sama saling mencintai , Euncha !
“ta .. tapi op .. oppa ..” ucapku tersendat. Sungguh aku gerogi sekali.
“mwoyo ? apa kau tidak percaya denganku ? apa kau ragu ?? “ tanyanya beruntut. Dan lagi – lagi aku tidak sanggup mengatakan satu kata pun, aku hanya bisa diam melihat Henry oppa yang terlihat meyakinkan aku tentang perasaannya.
“apa aku perlu membuktikannya ? “ tanyanya memastikan aku untukmempercayainya. Tapi aku masih saja diam seperti patung. Ah Euncha kau babo !! Kenapa kau diam saja ??? Katakan sesuatu ..
Tiba – tiba saja tangan Henry oppa memegang pipiku dengan kedua tangannya. Dia mendekatkan wajahnya, mataku membulat.
Oppa ! Aniya, jangan !! Aku bisa mati berdiri di sini !!
Jarak wajah kami sekarang hanya 3 cm, aku bisa merasakan hembusan nafasnya. Dan Henry oppa mendaratkan bibirnya perlahan dengan lembut. Tak tau kenapa aku hanya pasrah Henry oppa menciumku. Kakiku bergetar, rasanya lemas sekali. Aku tidak sanggup berdiri lagi. Tapi tangan Henry oppa menurun dan mengenggam tanganku.
Entah kenapa aku merasa ada yang memperhatikan kita dari kejauhan. Aku melepaskan ciuman Henry oppa.
“ah mianhae Euncha, aku ..“ ucapnya bersalah tapi sebelum Henry oppa meneruskan kata – katanya aku tersenyum padanya.
“aniya oppa.. nado saranghae oppa .. “ ucapku akhirnya. Matanya terbelalak kaget dan seulas senyuman terbentuk di pipinya yang chubbie itu. Sekali lagi Henry oppa menciumku dengan lembut.
***
“aku pulang~ “ sapaku sampai di depan ruang tamu. Tidak ada jawaban.
“Eunhyuk oppa ?? “ panggilku lagi sambil menelusuri ruangan. Aku meunju ruang keluarga biasa Eunhyuk oppa menonton TV dan mengerjakan tugas kuliahnya. Tapi tidak ada orang di sini, kemana semua mereka ?
“bibi hwang ??? bibi, kau di mana ?” panggilku bergerak ke arah dapur.
“ah, di sini noona. Ada apa ?” tanya Bibi Hwang mengagetkanku. Mwo kenapa dia??
“Mwoyo ??? kau kenapa Jung soo-sshi ?” tanyaku pada Jung Soo yang tangannya sedang di obati bibi Hwang.
“gwechana “ jawabnya datar dan dingin. Dia tidak melihatku sama sekali, Jung soo hanya memperhatikan Bibi Hwang yang sedang memberi obat merah pada jari jemarinya yang lecet.
“kau jatuh ? kok bisa sih ? ” tanyaku lagi. Setahuku dia tadi pagi baik – baik saja, bukannya tadi dia di rumah.
“aniya” sahutnya dingin. Aku mengambil duduk di depannya, Jung Soo terlihat kaget melihatku duduk di depannya dan tanganku ini tiba - tiba memegang tangannya, mengecek lukanya.
“sudahlah aku baik – baik saja, kau ke kamar saja ! “ bentaknya tiba – tiba dan menepis tanganku. Baru kali ini dia bersikap seperti ini.
“kenapa kau marah ? Aku tanya baik – baik, kau malah seenaknya jawab seperti itu ! Kalo kau nggak suka ya sudah, nggak perlu .. “ seruku yang ikutan emosi dengan sikap Jung Soo barusan.
“sudah noona .. “ relai bibi Hwang, akupun pergi ke kamar
‘Brak !’
Ku banting pintu sekeras – kerasnya dan aku ambrukkan badanku di kasur putihku.
Ah !! Jung Soo kau sukses membuat mood-ku hari ini rusak !! memangnya aku salah apa denganmu, hah ?kenapa malah kau yang marah ? Harusnya aku yang marah masalah tadi pagi !! dasar babo !!
TBC~
No comments:
Post a Comment