Sesampainya di rumah, aku keluar dari mobil dan Jung Soo memarkirkan mobilnya di garasi. Eunhyuk oppa sedang duduk sambil menonton Tv di ruang keluarga.
“aku pulang !! “ pekiku saat masuk ke dalam rumah.
“Chagi !! “ sahut Eunhyuk oppa dari dalam dan memelukku. tubuhku yang sudah capek ini hanya menurut saja di peluk dengan oppa kesayanganku.
“Aish !! mandi sana ! Bau !” pekiknya setelah memelukku sambil menjepit hidungnya dengan tangannya.
“Yak, baru juga pulang. Aku mandi dulu ya oppa “ pamitku kembali ke atas.
“setelah mandi kau ke bawah ya, aku mau ngobrol “ sahutnya dari bawah.
“NE!!” jawabku lantang. Kubuka pintu putih di dekat kamar Jung Soo, kamarku. Tas
ransel warna blue jeans itu kulempar di atas tempat tidur dan kurebahkan badanku sebentar. Rasanya nyaman sekali, kira – kira Jung Soo kenapa ? Aish ! kenapa aku memikirkannya ?
Suasana kamar yang sengaja di buat sangat nyaman bagi penghuninya sukses membuatku menikmatinya dan sampai akhirnya aku tertidur
“hei, babo ! Bangun ! “ suara seseorang. Mataku sulit dibuka, tapi tetap aku paksa. Aku melihat samar – samar wajah seseorang di hadapanku.
“un ?? “ gumamku mengucek mataku, berusaha memperjelas siapa orang yang membangunkanku ini.
“Hei !! Aku sudah menunggumu lama !! kau malah enak – enakkan tidur di sini ! Ayo bangun chagi .. “ omelnya sangat cerewet sambil menarik - narik tanganku supaya aku bangun. Dari suaranya aku mulai tau. Eunhyuk oppa.
“aku ketiduran ya ?” tanyaku setengah sadar setelah bangun.
“Ne, cepat mandi!! Aku tunggu di bawah, khaza !! “ suruhnya sambil menarikku untuk beranjak dari tempat tidur. Tubuhku yang masih lemas hanya mengikuti saja instruksinya.
Setelah mandi dan mengenakan pajama putihku, aku turun ke lantai bawah. Eunhyuk oppa duduk santai di ruang keluarga sambil menonton TV dan memakan snack.
“ada apa oppa ?” tanyaku duduk di sampingnya tiba – tiba, Eunhyuk oppa yang masih asik dengan acara TV-nya sedikit loncat dari duduknya. Kaget :P
“Aish ! bikin orang kaget saja !! “ pekiknya sambil mengelus dada. Aku cuma tersenyum innocent.
“oppa mau ngomong apa ? “ tanyaku sambil mencomot snack ditangannya tanpa dosa.
“oh ne, begini sebentar lagi kan libur musim gugur. Aku dan Ami mau berlibur ke villa appa yang ada di Pulau Jeju. Berhubung kau juga libur, gimana kalo kau ikut ? ikut ya .. “ tawarnya semangat, aku mengerjapkan mataku tanda bingung.
“yak ! wajahmu sangat bodoh !! Kau ikut ya chagi, Ami nggak mau kalo nggak ada kau “ rajuknya memelas, aku pasang wajah berpikirku. Sengaja menggoda Eunhyuk oppa.
“aniya !! aku nggak mau ikut !! “ jawabku enteng.
“ayolah chagi .. ku mohon~ “ pintanya lagi dan mengeluarkan puppy eyes a la Donghae oppa. Aish !!
“hmm .. arraseo .. “ jawabku akhirnya sambil melihat TV dan memakan snackku.
"hahahhaha !! gomawo chagi jeongmal gomawo !! " pekik Eunhyuk oppa sambil memelukku sampai terjungkir di sofa karna tidak kuat menahan badan Eunhyuk oppa yang besar itu.
Suasana rumah kali ini sepi sekali, ya meskipun hanya ada aku, Eunhyuk oppa, Jung Soo dan Bibi Hwang tapi kali ini sangat sepi tidak seperti biasanya.
‘kenapa sepi ? dimana dia ?’ tanyaku dalam hati sambil melihat segala penjuru ruangan, aku mencari Jung Soo yang sedari tadi aku tidak melihat dia. Eunhyuk oppa sedikit risih melihat gerak – gerikku yang sedikit aneh.
“waeyo ?” tanyanya kebingungan.
“aa .. aniya .. “ jawabku terbata saking kagetnya. Tapi kenapa aku ingin tau kemana dia, aku beranikan untuk bertanya kepada Eunhyuk oppa yang sedang menonton TV.
“Oppa .. “ panggilku.
“Ne, chagi ?” jawabnya, matanya tak lepas dari TV dan mulutnya sibuk mengunyah snack.
“Kok sepi ? Kemana semua oppa ?” tanyaku penasaran.
“Bibi Hwang sudah tidur mungkin” jawabnya singkat, pandangannya tetap melihat TV.
“Oh, kalo .. mm .. “ ucapku terbata bata, aku malu mau bertanya dengan Eunhyuk oppa. Eunhyuk oppa semakin heran dengan tingkahku
“Mwoyo ?” tanyanya, kali ini dia melihatku.
“Jung Soo-sshi ?” tanyaku balik dengan hati – hati. Kenapa aku harus malu – malu seperti ini???
“Aya !! mau tanya itu saja pake acara malu – malu !! hahahahha !! “ tawanya meledak, melihat reaksi Eunhyuk oppa ini sukses membuat wajahku memerah. Bantal sofa yang aku peluk kupukulkan ke Eunhyuk oppa dan memasang wajah cemberut.
“Leeteuk pergi .. “ jawabnya setelah berhenti tertawa. Aish suka sekali oppaku ini mentertawakan dongsaengnya.
“un ? kemana ?” tanyaku lagi. Kenapa aku terus betanya tentang Jung Soo??
“molla~ waeyo ??” balasnya keheranan. Aku hanya menggelengkan kepalaku dan melempar bantal ke muka Eunhyuk oppa.
“aku mengantuk !! aku mau tidur !” sahutku dan pergi dari ruang keluarga. Eunhyuk oppa senyum – senyum sendiri melihat tingkahku.
****
*Leeteuk POV*
Jam tangan digital warna putihku sudah menunjukan waktu 12.00 PM. Rupanya lama juga aku pergi. Setelah ku parkirkan mobil Honda New Silver Civic-ku di garasi, aku masuk lewat pintu belakang. Langkahku sedikit gontai menaiki tangga rumah, mungkin aku terlalu lelah.
‘krek!’
Pintu kamarku aku buka, tiba – tiba aku melihat seseorang yang tengah tertidur di kasurku dengan nyamannya. Aku mendekatinya. Dia masih tertidur, wajahnya yang sedang tidur sangat mengemaskan. Wajahnya seperti bayi. Pipinya yang putih itu sedikit memerah karna dinginnya AC di kamarku yang lupa aku matikan. Bibirnya yang merah dan rambutnya hitam sedikit kecoklatan membuatnya sangat menggemaskan. Dan tubuh mungilnya yang di balut pajama putih membuatnya sangat cantik.
“kenapa kau tidur di sini ?” tanyaku pelan dan tersenyum melihatnya tengah tertidur. Ku angkat badannya sedikit dan ku rebahkan lagi pelan – pelan. Membenarkan posisi tidurnya. Saat merebahkannya lagi, tubuhku tidak seimbang dan akhirnya kamipun terjatuh di kasur. Untung dia tidak terbangun dan melihat posisi kami sekarang. . Entah kenapa saat seperti ini, jantungku berdegup sangat kencang.Aku bisa melihat wajahnya yang manis itu sangat jelas.
“Euncha .. “ panggilku pelan sambil menyingkirkan poni yang menghalangi wajahnya pelan. Aku tak henti – hentinya tersenyum dan aku juga tidak bisa mengelak kalo aku menyukainya. Tapi sayangnya dia menyukai namja lain. Ya .. mana mungkin dia menyukai seorang namja yang baru saja dia kenal dan dia adalah seorang 'penjaganya'.
Kupasangkan selimut tebal ke badannya yang mungil itu.
“hmm .. saranghaeo .. “ ucapku dan mendaratkan bibirku ke keningnya. Lalu bibirku mendarat ke bibirnya yang merah itu dengan lembut. Kami berciuman sangat lama, sampai akhirnya badannya sedikit menggliat kecil. Dan aku lepaskan ciumanku, aku tersenyum melihatnya.
"mianhae Euncha .. " ucapku lirih mengelus rambutnya. Memang ini terlihat sangat lancang, tapi aku tidak bisa menahannya. Aku menyayanginya layaknya oppa dan dongsaengnya, tapi sekarang aku menyayanginya seperti aku menyayangi seorang yeoja.
Setelah mengganti bajuku dengan kaos putih dan celana panjang warna putih, aku tidur di sofa kamar. AKu duduk dan mencari posisi yang nyaman untukku tidur. Lagi - lagi aku melihatnya yang masih tertidur pulas.
"annyeonghi jumuseyo, dalkomhan kkum-eul .. " ucapku tersenyum manis padanya, dan ku pejamkan mataku. aku mulai tertidur.
TBC~
No comments:
Post a Comment