Orange
Sweet Orange
Main cast :
Lee Donghae as Donghae
Henry Lau as Henry
Cho Kyuhyun as Kyuhyun
Park Jung Soo as Leeteuk
Genre : Romance, Comedy (not really)
‘Matahari senja sangat mengagumkan ... langit senja yang berwarna oranye ... dan namja itulah ... pemilik ciuman pertamaku ...’
‘pip ..pip.. pip .. ‘
Jam weker warna kuning yang setia duduk dimeja kecilku berbunyi. Sepertinya ini waktunya aku bangun ...
“hooaammm ... “ dengan malas aku melihat jam weker disamping tempat tidurku. Kumatikan saja, toh sekarangkan aku sudah bangun daripada membuatku tambah pusing.
“mimpi itu ... indah sekali ... “ gumamku sambil tersenyum dan menyentuh bibirku. Sedikit aneh, hanya sebuah mimpi aku langsung tersenyum seolah-olah itu adalah kejadian yang nyata. Tapi tidak bisa dipungkiri, mimpi yang sudah sering hadir dalam tidurku itu membuatku ‘gila dipagi hari’
Suasana senja yang indah ... langit berwarna oranye cerah ... dan namja itu ... rambutnya berwarna oranye menyala, sehingga hanyut dalam suasana senja saat kami berciuman ..
“kira-kira siapa yang merebut ciuman pertamaku itu?? “ aku terkekeh sendiri, dengan semburat rasa malu dipipiku.
“tunggu dulu ... apa jangan – jangan namja itu ... “
“LEE DONGHAE !!! “ teriak para yeoja didepan kelas. Lee Donghae atau lebih dikenal dengan nama Donghae. Bisa kalian tebak jika para yeoja terus meneriakkan namanya, jelas sekali kalo dia namja yang popular disekolahku dan dia satu kelas denganku. Dia memang tampan bahkan sangat tampan, senyumnya yang manis, dan dia ... sipemilik rambut oranye.
‘aish, mana mungkin dia yang ada dalam mimpiku. Tidak mungkin!’
Sedikit ragu, dan menutupi rasa maluku. Akupun masuk kekelas, sebelumnya melewati kerumunan para yeoja-yeoja yang tergila-gila dengan Donghae itu.
Rasanya sangat cangung, kalian taukan betapa aneh rasanya saat kau memimpikan sesorang apalagi kalian berciuman, lalu kau melihat orangnya dan sekarang ada dihadapanmu ini !!!!
Omo! Sekarang dia ada dihadapanku. Badannya yang tegap dan rambutnya ... Aish, Shin Rinrin lepaskan mimpi itu !!
“ini buku yang dipinjam Minho, dia hari ini tidak masuk “ ucapnya dingin sambil memberikan buku itu padaku. Wajahnya sangat dekat denganku ...Deg !
“go..gomawo “ Cepat-cepat aku ambil buku itu dari tangannya, dan langsung membuang muka padanya. Aku yakin pasti wajahku saat ini sudah memerah.
Wajahnya sangat tidak bersahabat, dingin tapi sangat tampan ... hi, wake up girl !!
“oya, kau hari ini ada jadwal piket sepulang sekolah “ ucapnya yang masih dingin sebelum dia pergi ketempat duduknya.
“kenapa dia sangat dingin denganku ? padahal dia dengan yang lainnya seperti biasanya .. apa dia tidak suka dekat denganku ?” tanyaku dalam hati.
“katanya Siwon songsaenim tidak masuk, dan itu artinya ... “ ucap namja berambut curly dengan pipi chubby itu pada segrombolan temanya. Henry.
“kita bisa bermain game sepuasnya ?!! “ celetuk namja tinggi dengan semangat. Kyuhyun.
TAK!!
“itu kau saja, ayo kita ke kelas sebelah !! “ ajak salah satunya lagi. Eunhyuk.
“untuk apa?” tanya Henry polos.
“aku ingin bertemu dongsaengku ... aku tidak bisa pisah dengannya .. “ ujarnya sambil memeluk dirinya sendiri dan memanyukan bibir tebalnya. Aish ... dasar 3 bocah aneh –“
“baiklah .. ayooo !!” seru Henry.
“apa disana ada game ??” tanya Kyuhyun yang sama sekali tidak digubris dengan Henry dan Eunhyuk. Dan malah meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun langsung menyusul mereka.
Mereka akhirnya pergi, entah kemana aku tidak peduli dengan ketiga namja gila itu. Hmm ... aku pikir-pikir lagi, mimpi itu dengan kenyataan sangat berbanding terbalik.
Bayangkan saja, didalam mimpi itu dia sangat lembut. Tapi dalam kenyataannya, dia sangat dingin denganku. Ada apa dengan mimpiku ya?
“ Apa jangan – jangan ada yang salah dengan otakku? Aish ... “ runtukku sambil memukul kepalaku dengan pulpen.
“warna rambutnya ... masih teringat jelas diotakku ... bahkan sentuhan lembut bibirnya ... “ gumamku pelan.
Sentuhan ??
“KYAAAA !!!! ANDWAE !! “ teriakku lumayan kencang sampai-sampai membuat seisi ruangan menoleh kearahku. Dan dia yang bangun dari tidurnya, melihat ke arahku dengan wajah yang sedikit terusik karna membangunkannya.
Wajahnya yang terhalang bayangan karna membelakangi cahaya dari balik jendela. Membuat rambutnya berwarna orange itu makin menyala. Deg !
“ahhh ... aku bisa frustasi kalo seperti ini !!! “ umpatku dalam hati menutupi wajahku yang merah padam.
‘ringgggggg ~~~’
Bel sekolah pun berbunyi, waktunya pulang. Semua murid sudah keluar dari kelas, tinggal aku saja disini, karna hari ini ada jadwal piket. Huff ... pasti akan menjadi hari yang melelahkan.
“ShinRin-ah .. “ panggil seorang yeoja manis dengan rambut kuncir duanya setengah berlari. Euncha.
“ne?” tanyaku yang membuang sampah diluar kelas.
“kau besok sabtu ada acara tidak? “
“mm ... aniyo, wae ?”
“kau mau ikut denganku? Aku ingin mengenalkanmu pada seseorang, mau ya “ ajaknya dengan wajah aegyonya.
“geudae ... tapi, siapa yang ingin kau kenalkan ?” tanyaku bingung.
“lihat saja nanti ... bye ~ “ pamitnya yang langsung pergi dan berglayut manja ditangan namjachingunya. Leeteuk. Ketua OSIS disekolah ini.
“ayo oppa “ ajaknya girang. Leeteuk oppa tersenyum dan mengacak rambutnya gemas. Mereka menoleh kearahku, dan melambaikan tangan.
“ah, pasti enak ya mempunyai namjachingu ... “ gumamku melihat mereka yang sangat mesra. Leeteuk oppa sangat perhatian dengannya. Tiba-tiba ...
“yak! Kenapa kau bermesraan dengannya?” tanya seorang namja yang tiba-tiba muncul. Menganggetkan mereka berdua.
“BOE?!! wae? Memangnya salah ?” tanya si yeoja heran dengan namja kurus dan tinggi disampingnya.
“yak Euncha, kau kan harusnya pulang denganku !” jawab namja itu manja.
“Oppa! Jangan bertingkah aneh, sudah kaza pulang !! “ suruh Euncha sambil mendorong-dorong namja itu.
“andwae, kita kan tidak pernah terpisahkan! Kaza kita pulang “ ajaknya girang namja bernama Eunhyuk itu sambil merangkul bahu dongsaengnya.
“hyaa.. oppa, lepaskan! “ sergah Euncha.
“hahaha .. bagaimana kalo kita pulang bersama saja “ tawar Leeteuk oppa yang menengahi mereka. Tanpa basa-basi Eunhyuk langsung mengangguk, dan Euncha hanya mengrucutkan bibirnya. Hahaha ... dasar orang-orang aneh.
Aku kembali saja dan mengerjakan tugas piketku yang lumayan banyak, supaya aku bisa cepat pulang.
‘Kreek’
“mwo? Dia masih disini?” gumamku melihat Donghae terlelap didekat jendela. Tempat duduknya. Kenapa dari tadi aku tidak sadar kalo dia masih disini? Kubangunkan saja dia, sekarangkan sudah waktunya pulang. Kasihan dia kalo tertidur disini.
Kudekati dia perlahan, takut membangunkannya lagi. Pelan-pelan aku mendekatinya, berusaha tidak mengeluarkan suara sekecil apapun. Cahanya dari jendela terpantul dan mengenai rambutnya.
“ahh ... warna itu “ gumamku sedikit semburat merah dipipiku. Entah kenapa tanganku sangat jahil, tanpa komando dariku tanganku sekarang sudah membelai rambut oranyenya pelan.
“aish ... Shinrin, jangan membuat masalah “ gumamku dalam hati.
“tapi .. rambutnya sangat lembut ... “ gumamku memujinya yang masih tertidur. TUK~
“aish .. babo” umpatku pelan karna kakiku menyenggol penghapus papan tulis yang terjatuh dibawah.
“unnn ... “ gumamnya . Gawat ! dia bangun! Buru-buru kuambil penghapus dibawah tempat duduknya dan berniat untuk pergi. Tapi.
JDAKK!!!
“AUhh!!! “ rintih kami bersamaan. Kepalaku membentur mejanya keras dan Donghae terkena benturanku.
“aish ... appeuji “ serunya sambil mengusap-usap hidungnya.
“ah .. mianhaeyo .. mian ... “ ucapku yang langsung pergi begitu saja. Aish, sudah ku bilang apa ! kau ini, Shin Rinrin !!
Hari ini rasanya canggungku menjadi 2 kali lipat dari hari kemarin. Ah .. sepertinya mulai saat ini aku harus memasang wajah tebal berhadapan dengannya. Bukan karna mimpi untuk hari ini, tapi karna ... lihat saja dia datang dengan hidung yang di plester. Aish ...
“yak, Donghae-ah ... kenapa dengan hidungmu?” tanya salah satu kerumunan yeoja yang seperti biasa dengan setia menunggu pangeran datang dan bubar sesudah bel masuk berbunyi.
“haha .. gwechana, hanya kecelakaan kecil “ tawanya pelan sangat manis. Tanpa sengaja tatapan kami bertemu. Glek !
1 detik ...
3 detik ...
5 detik ...
Cukup lama kami bertatapan, kali ini dia tidak memasang wajah dingin seperti biasa padaku. Tapi ...
‘ringggg ....... ‘
Untungnya bel bunyi masuk berdering dan sukses membuatku sadar. Cepat – cepat kubuang mukaku dan segera menyapa Heechul songsaenim yang baru masuk. Buang pikiran anehmu rinrin !!
“hei, kau ada masalah denganku ?” tanyanya tiba-tiba dan menyadarkanku yang tidak kusangka dari tadi ternyata aku memperhatikannya. Kau mau di anggap aneh dengannya, Rinrin ?
“ah ... mm .. mwo ?” tanyaku kebingungan. Apalagi sekarang sudah waktu jam pulang sekolah dan ternyata juga semuanya sudah pulang. Dan sekarang hanya ada aku dan Donghae.
“tapi kau kenapa memandangiku terus? Kau punya masalah denganku ? “ ulangnya lagi dengan wajah sinis.
“... “
“kalo begitu jangan pandangi aku terus, sangat menganggu! “ ujarnya ketus dan beranjak pergi.
“kenapa kau selalu bersikap dingin padaku ? memangnya apa salahku denganmu ? padahal kau dengan yang lainnya bersikap ramah, tapi tidak denganku. Wae? “ tanyaku panjang lebar. Rasanya mengeluarkan pertanyaan itu seperti menyatakan cinta dengan seseorang. Sangat susah payah.
“hah ? bukannya kau yang bersikap dingin denganku ?” tanyanya mengurungkan diri pergi dan kini kami berhadapan dan saling menatap sinis.
“aku tidak pernah bersikap dingin padamu, tapi kau yang memulainya ! “ jawabku ketus.
“apa aku yang memulai ? tidak, aku tidak memulainya ... tapi ... “ ucapnya menggantung. Kalo seperti ini, apa jangan-jangan ... kami hanya salah paham ...
“kita hanya salah paham ... “ lanjutnya. Gotcha! Sudah ku duga, kami hanya salah paham. Haa ... leganya :D
“geudae, ternyata kita hanya salah paham ... bagaimana kalo kita pulang bersama ? “ tawarnya padaku. Ya ... wajahnya kali ini tidak sedingin sebelumnya, melainkan sangat lembut. Akupun hanya mengangguk mengiyakan ajakannya.
~~
“huahh ... anginnya sore hari memang sejuk ya “ seruku saat kami melewati sungai yang sangat jernih dan rumput kejingga-an. Karna langit hari ini sudah mulai senja.
“hei, apa kau mengerti apa yang dijelaskan Heechul songsaenim tadi? “ tanyanya padaku yang masih menikmati angin sore hari.
“hah ? Oh .. tentang penafsiran mimpi ? yah ... sedikit lah, tapi apa kau percaya mimpi itu akan terjadi dalam dunia nyata ?” tanyaku balik sambil menatapnya yang dibelakangku.
“mm ... kalo dari sisi pemikiranku, mungkin saja. Mimpi terkadang bukan hanya bunga tidur, bisa juga sebagai penyampaian pesan .. “ jawabnya sambil berpikir. Penyampaian pesan ?
“maksudmu ?” tanyaku bingung. Donghae mempercepat langkahnya sehingga sekarang dia ada disampingku.
“misalkan saja kau memimpikanku saat kau tidur, kemungkinan kau sedang memikirkan aku atau kau menyukaiku... “ jawabnya asal.
“Eh? Kenapa dia bisa tau ?” celetukku pelan. Wajahku berubah panas, saat dia bicara tenatang ‘permisalan’ mimpinya.
“hah ? kau memimpikanku ?” tanyanya yang ternyata mendengar ucapanku. Aish !!
“ah .. aniyo ! “ sergahku langsung. Tiba – tiba Donghae menghentikan langkahnya dan memandangku. Jantungku berdetak melebihi kecepatan yang ditentukan. Aish, babo!
“wae ?” tanyaku kebingungan.
“kau memimpikanku ? Pasti mimpi jorok ya ?! “ tebaknya asal sambil memandangku dengan wajah yang sulit aku gambarkan.
“aniyo !!! “ sergahku langsung dan mempercepat langkahku menutupi wajahku yang sekarang sudah merah padam.
“hei! Apa yang kau lakukan padaku dimimpimu !! OMONA ... apa jangan-jangan ... “ serunya yang kini sudah sejajar denganku dengan wajah shock dan mata membulat. Pasti dia sudah berpikir macam-macam tentangku !
“Kya ! Aniyo .. kita hanya berciuman !” seruku tiba-tiba. Aish, kenapa kau bisa mengatakannya ??? sepertinya mulai sekarang wajahku harus dilapisi baja setebal tiang. >//<
“... “
Suasana menjadi hening, dan langit mulai kemerah-merahan. Rasanya aku ingin pulang dan mengurung diri dikamar. Kuputuskan untuk mempercepat langkahku dan pergi dari hadapannya. Tapi tiba-tiba ...
“apakah seperti ini ?” tanyanya yang secara mengejutkan ... Donghae ...menciumku. Omo!! Bibirnya yang merah menyentuh lembut bibirku. Aku bisa merasakan deru nafasnya yang berhembus diwajahku. Rambut Oranye-nya menyapu lembut pipiku karna hambusan angin sore. Mataku masih terbelalak melihatnya menciumku secara tiba-tiba.
Ditengah suasana senja dengan langit warna jingga ... dan mimpi itu menjadi nyata...
“sepertinya, aku salah tidur ... “ gumamku pelan saat memasuki kelas dengan nyawa yang belum sepenuhnya penuh.
“hi, Shinrin “ sapa Leeteuk oppa manis didepan sebuah cafe didekat taman kota. Dia sangat tampan dengan shirt long sleeve warna abu-abu dipadu-padankan dengan plaid scarf warna putih-hitam. Apalagi dengan rambut blonde-nya, membuat wajahnya tegas.
“mianhaeyo, aku terlambat. Euncha dimana oppa ?” tanyaku sambil membungkuk padanya.
“gwechana, kami juga baru datang. Euncha ketoko sebelah dulu, aku tidak tau dia membeli apa. Ah itu dia .. “ serunya saat yeoja berambut shaggy bob warna coklat itu melambai padanya.
“Ah mian, hi sudah lama ?” tanyanya.
“baru saja, kau membeli apa ?” tanyaku melihat bungkusan ditangannya.
“ini ? Ah ... tadi Eunhyuk oppa menyuruhku membeli .. aku tidak tau apa ini namanya ... “ jawabnya sambil membolak-balik barang beliannya.
“ah sudahlah .. kaza, kita masuk! “ ajaknya putus asa tidak tau apa barang yang ia beli. Leeteuk hanya tersenyum manis memperlihatkan dimplenya.
“kalian mau pesan apa ?” tanya Leeteuk oppa padaku dan Euncha.
“strawberry smoothie saja oppa ..kalo kau, Rin? “ jawab Euncha.
“mmm ... Orange juice saja oppa “ jawabku sambil melihat daftar menu.
“Ara, Strawberry smoothie 2 dan Orange juice 1 “ ucap Leeteuk oppa pada pelayan.
“geuraeyo ... tunggu sebentar “ lalu pelayan itu pergi.
“annyeong, mianhae aku terlambat ... “ tiba-tiba datang seorang namja, manis sekali wajahnya. Tapi tidak semanis Donghae. Mwo? Donghae ? kenapa aku membandingkannya dengan Donghae ???
“annyeong, gwechana oppa .. perkenalkan, dia Shin Rinrin yang pernah kuceritakan padamu “ ucap Euncha pada namja bernama Sungmin itu. Namja itu memandangku dan tersenyum manis.
“annyeong, choneun Lee Sungmin imnida, kau bisa memanggilku Sungmin “ kenalnya.
“choneun Shin Rinrin imnida, kau juga bisa memanggilku, Shinrin “ jawabku.
“aku harap kalian bisa akrab “ ucap Euncha. Akrab ? maksudnya ?
“ah, ne “ jawab Sungmin.
“ mmm ... oppa “ panggilku pada Sungmin, karna suasana sangat dingin aku jadi tidak enak berdiam diri. Euncha dan Leeteuk oppa sedang berkaraoke dikursi sebelah, setelah dari cafe Leetuk oppa mengajak kami ketempat karaoke.
“ne ? “ tanyanya dengan wajah aegyonya. Sangat manis, tapi langi-lagi tidak semanis Donghae! Eh ? Apa-apan aku ini ?
“mm ... aniyo .. “ jawabku mengurungkan diri, aku bingung mau berbicara apa dengannya.
“hi, bisa ambilkan tasku disitu ?” seru Euncha dibalik sana. Akupun dengan reflek langsung mengambil tas berwarna pink-soft milik Euncha dan tanpa sengaja tanganku dan Sungmin oppa bertemu.
“eh ?” celetukku pelan.
“ah, mianhae ... aku tidak bermaksud “ serunya mengetahui kalo aku sedikit risih dengan tangan kami yang saling bertemu. Cepat-cepat dimelepas tangannya dari tanganku. Kenapa rasanya aneh ? dan tiba-tiba kenapa aku memikirkan bocah jeruk itu ?
~~
“gomawo oppa ... maaf kalo aku merepotkanmu “ ucapku saat Sungmin oppa mengantarku pulang. Selama acara tadi aku sama sekali tidak berkonsentrasi dengan mereka melainkan dengan Donghae! Aku tidak tau ada apa denganku hari ini.
“gwechana, lagi pula jalan kita searah. Geudae, aku pulang dulu ... “ serunya dan masuk kedalam mobil Honda New Civic Silvernya.
“jalga oppa ... “ gumamku saat mobilnya sudah pergi dari hadapanku.
“Hei ! “ panggil seseorang tiba-tiba dengan nada dingin. Sepertinya aku mengenalnya ? kutengok darimana asal suara itu.
“Kau tidak tau huh ? Aku menunggumu disini lama sekali !! “ gerutunya sinis. Namja berambut oranye yang memakai shirt V-neck orange itu bangkit dari duduknya sambil meneguk Orange juice ditangannya dan membuangnya. Donghae.
“mwo? Kenapa kau menungguku ?” tanyaku kebingungan.
“kau malah asik-asikan berkencan dengan namja lain! “ gerutnya tanpa menjawab pertanyaanku.
“mwo ? Shirro! Dia bukan ... “ sergahku.
"ah sudahlah! " serunya yang langsung menaiki motor sportnya.
"yak ? kenapa jadi kau yang marah ?" tanyaku bingung. dan sukses membuatnya turun dari motornya, kini Donghae berada dihadapanku menatapku serius,
"gara-gara kau aku tidak bisa tidur! " gerutunya padaku. memang terlihat dia seperti orang yang tidak bisa tidur dengan mata sayu dan rambut yang acak-acakan. tapi membuatnya semakin manis.
"mwo ? kenapa aku yang disalahkan ?" tanyaku bingung dua kali lipat. sepertinya bocah satu ini bukan salah tidur, mungkin dia mengigau sampai kerumahku.
"kau selalu ada dipikiranku .. aku jadi susah tidur ... " serunya sangat polos sambil mengacak-acak rambutnya. aku ? dipikirannya ? apa itu artinya dia memikirkanku ?? Donghae-ah .. jangan membuatku terbang!
"mwo ?" tanyaku semakin bingung tapi semburat merah dipipiku tidak bisa kusembunyikan lagi. tiba - tiba ...
GREP !!
lagi - lagi dia menciumku, sentuhan bibirnya yang lembut dalam mimpiku dan kejadian waktu itu terulang lagi. tapi saat kami berciuman ada arsa sedikit asam dimulutku, asam yang menyegarkan. hm ?? Orange juice!
setelah berapa lama kami berciuman, Donghae akhirnya melepas ciuman kami. lalu dia menatapku dengan senyuman manisnya.
"mulai sekarang, jangan berada dipikiranku saja ... tapi, berada disampingku, geuraeyo ?" ucapnya menatapku lembut. aku masih kebingungan, apa maksud dari semua tingkah dan perkataannya baru saja.
"... ? " aku menatapnya heran. apa aku bermimpi lagi ?
"saranghaeyo ... " serunya pelan tepat diwajahku yang hanya beberapa centi darinya. hembusan nafasnya sangat tersa dan beraroma Orange ...
~FIN ~
ahh ... akhirnya selesai 1 part !! mianhae kalo jelek .. jeongmal mianhae
soalnya ini FF dadakan ^/\^
soalnya ini FF dadakan ^/\^

No comments:
Post a Comment