"mm .. bukannya kau .. " ucap Sungmin Sunbae menggantung.
“hah iya ? aku apa ?? “ tanya Euncha grogi.
“Kau salah satu siswa yang aku urus,kan ?? “ tanyanya lagi.
“ah .. ne “ jawab Euncha. Kakinya terasa lemas sekali.
“siapa namamu ? “ tanya Sungmin Sunbae ramah.
“ah.. nanneun Lee Euncha imnida .. Bangabseubnida “ jawab Euncha sambil membungkukkan badannya.
“oh ne, hmm aku tidak perlu mengenalkan namaku lagi,kan ? kau sedang mencari apa disini ?” tanya Sungmin Sunbae ramah.
“hmm … tadi Kyuhyun sunbae memrintahkan kami untuk membuat surat cinta … rencananya aku mau mencari buku tentang cara mebuat surat cinta disini, apa ada ?” tanya Euncha polos.
“hahahaha mana mungkin ada buku seperti itu disini, lagipula apa kau tidak bisa membuatnya ?” Tanya Sungmin keheranan, Euncha hanya mengelengkan kepalanya polos.
“apa kau belum pernah membuatnya sebelumnya ? Mmm … maksudku apa kau tidak pernah membuat surat cinta untuk namja chingu-mu ?” Sungmin Sunbae makin heran dan terus terkekeh melihat wajah polos Euncha.
“jeogi… Aku saja belum tau bagaimana rasanya berpacaran … bagaimana cara membuatnya ?“ jawab Euncha. Sungmin Sunbae yang mendengar jawaban Euncha hanya ternganga.
“jeongmal ? geudae, ikut aku … “ ajak Sungmin Sunbae.
“mwo? Kemana ?” tanya Euncha heran.
“membuat surat cinta” jawabnya polos. Aegyo >w<.
“eh, tidak perlu sunbae … aku bisa mengerjakannya sendiri, lagipula bagaimana kalo Kyuhyun sunbae tau? Pasti dia akan marah besar … jadi tidak perlu sunbae … gomawo “ tolak Euncha panjang lebar.
“hahahaha tenang saja, Kyu tidak akan marah. Kaza “ ajaknya yang tiba-tiba menggandeng tangan Euncha dan mengajaknya keluar perpustakaan.
“eh?”
Di taman sekolah …
Sungmin Sunbae membawa Euncha ke taman belakang sekolah, suasananya sangat sejuk dan rindang. Pohon – pohon besar tumbuh tinggi, sehingga terasa sejuk saat duduk dibawahnya.
Mereka duduk dibawah pohon yang lumayan besar, Euncha masih tertegun melihat tangannya yang masih digandeng Sungmin Sunbae.
“kaza, duduk … “ suruh Sungmin Sunbae yang sudah duduk dan menyuruh Euncha untuk duduk di sebelahnya. Euncha menurut duduk disebelah Sungmin Sunbae. Tidak bisa dipungkiri, rona merah menyumbul di pipi Euncha. Dan tangannya sudah basah karena gerogi dan sedingin es.
“lalu, kau mau menulis untuk siapa ?” tanya Sungmin Sunbae memulai.
“ah? …molla-yo” jawab Euncha pasrah.
“ayaaa !! geudae … kalo begitu kita langsung ke inti dari suratnya saja… “ jelas Sungmin. Euncha langsung menyiapkan note miliknya dan siap menulis.
“pikirkan … saat kau menyukai seseorang, kau sangat mengaguminya … bagimu dia sangat sempurna dimatamu, tidak ada cela sedikitpun kekurangan darinya… kau menerimanya apa adanya, kekurangan kau buat sebagai kesempurnaan… kau rela melakukan apapun itu demi membuatnya bahagia … meskipun itu … itu menyakiti hati dan perasaanmu sendiri … ungkapkan perasaan yang kau pendam padanya … ucapkan setulus hatimu …“ jelas Sungmin Sunbae sambil menerawang ke atas sambil memjamkan matanya, di saat kata-kata terakhir yang di ucapkan Sungmin Sunbae, Sungmin Sunbae membuka matanya perlahan dan menatap Euncha yang disampingnya lekat.
Euncha masih memejamkan mata dan membayangkan apa yang dikatakan Sungmin Sunbae. Bisa ia rasakan jika ia sedang mencintai seseorang dan ia harus berjuang untuk mendapatkan cintanya, sesakit apapun itu ia harus tetap memperjuangkannya. Perlahan Euncha membuka matanya, sepertinya ia dapat ide untuk ‘siksaan’ pertamanya ini.
‘RIIIIINGGGGGG!!!!’
Bel sekolah berbunyi, tanda jam istirahat sudah selesai. Euncha segera membereskan note dan pulpen bulunya, dan bersiap pergi.
“sunbae, kau tidak kembali ke kelas?” tanya Euncha melihat Sungmin Sunbae yang masih duduk di sebelahnya.
“anni … kau kembali dulu saja “ jawab Sungmin Sunbae.
“geudae … aku kembali dulu, sunbae … annyeong “ pamit Euncha dan pergi, tapi beberapa langkah kemudian Euncha membalikkan badannya.
“Ne ?” Sungmin Sunbae melihat ke arah Euncha. Euncha membungkuk sopan dan mulutnya mengatakan sesuatu … ‘go-ma-wo’
Sungmin Sunbae hanya mengangguk dan melemparkan senyuman manisnya.
***
"bagaimana hari pertamamu disekolah, Euncha ?” tanya Eomma pada Euncha saat mereka sedang makan malam bersama.
“baik eomma, teman – teman baruku juga baik. Oh ya, aku dan Min Ri sekelas lagi eomma hahahaha “ jelas Euncha sambil sesekali menyuapkan sesuap nasi ke mulutnya yang masih penuh.
“hei…hei kunyah dulu makanannya, jangan seperti itu nanti kau bisa tersedak “ seruh Appa melihat tingkah Euncha. Euncha tidak memperdulikan kata-kata Appanya, ia menambah 1 potong daging ayam dan memakannya, mulutnya benar-benar full dan itu membuat pipinya menggembung.
“Aish … kau seperti orang kelaparan saja“ timpal Appa.
“mungkin dia terlalu senang dengan sekolah barunya … “ balas Eomma.
Setelah makan malam dan mencuci piring, Euncha naik ke atas. Ke kamarnya.
Euncha merapikan buku-bukunya yang berserakan di atas meja belajarnya, note putih yang dibuat menulis surat tadi, ia buka dan membacanya.
“hmm … surat ini aku berikan untuk siapa ?” gumam Euncha sambil meutar – mutar pulpen bulu dengan jari – jemarinya.
***
TBC~
mianhae dikit banget ... ada kesalahan teknis sepertinya -o- mianhae jeongmal ...

