Saturday, August 28, 2010

All my heart ♥ Part 15

Aku berjalan mendekat, meskipun sedikit takut. Tapi ku beranikan diri mendekati orang itu. Bulu kuduku rasanya berdiri semua, jangan – jangan dia penunggu yang Eunhyuk oppa ceritakan itu. Tiba –tiba orang itu menengok ke arahku. Aish !

“belum tidur ?” tanyanya aku hanya diam saja. Aku masih geram dengan sikapnya tadi siang.

“sini .. duduklah .. “ ucapnya lembut sedikit bergeser dan mempersilahkan aku duduk. Sifatnya berubah lagi ? Apa – apaan ini, apa dia berubah menjadi malaikat kalo malam hari dan menjadi setan kalo siang hari?? Aish menakutkan!

“bagaimana kakimu ?” tanyanya lagi padaku yang sedari tadi hanya diam.

“lumayan .. “ jawabku datar.

“syukurlah … “ jawabnya tersenyum manis. Tiba – tiba ada rasa bersalah di benakku, aku merasa bersalah karna aku membentaknya tadi. Akhirnya sifat dinginku mencair juga.

“mianhae .. “ ucapnya tiba – tiba.

“hm ? harusnya aku yang minta maaf, tadi siang aku sudah marah – marah denganmu” sergahku bersalah.

“ani, aku juga yang salah. Kau nggak mungkin marah kalo aku nggak membuatmu marah terlebih dulu. Aku tadi bilang kau gadis keras kepala “ jelasnya.

“hmm .. gwechana. Aku memang keras kepala “ ucapku.

“mianhae .. “ ucapnya lagi.

“hmm, nado mianhae … “ sahutku. Kami diam sesaat,

“sedang apa kau disini malam – malam ?” tanyaku membuka pembicaraan.

“ani, cuma mencari angin. Kau ?” tanyanya.

“nado, aku insomnia. Lagian aku juga mau melihat bintang “ jawabku sambil melihat langit.

“bintang ? mana ada ? langit mendung mana ada bintang ?” tanyanya terkekeh kecil.

“ya mungkin saja ada satu bintang yang tertinggal “ jawabku yang masih menatap lekat langit.

“kau suka bintang ?” tanyanya.

“ne, suka sangat suka “ jawabku sambil tersenyum.

“lain kali kau ku ajak ke tempat yang bisa melihat bintang sepuasmu “ katanya.

“jincha ?” tanyaku membulatkan mataku.

“ne .. “ jawabnya senang sambil tersenyum. Aku kembali menikmati malam dan berharap ada satu saja bintang yang masih berpendar di langit.






‘siuuung~’








“shhhsh .. “ desahku sambil mengelus – elus lenganku mencari hangat. Anginnya sangat kencang apalagi baru saja turun hujan.

“sudah tahu cuacanya buruk, nggak bawa jaket ? ceroboh sekali ” ucapnya sambil menyampirkan sweater abu – abu yang di pakainya ke pundakku.

“gomawo .. aku lupa “ jawabku, aku bisa merasakan wajahku saat ini memerah. Kami terdiam lagi. Jung Soo melihat – lihat langit, begitupun juga aku.





Tapi aku mencuri pandang sedikit padanya, aku senang melihatnya seperti ini. Melihatnya yang sangat perhatian denganku dan apalagi saat dia tersenyum, manis sekali dengan lesungnya. Aish.. apa yang aku pikirkan ini ???


“oh ya, kau masih mau melihat bintang ?” tanyanya membuyarkan lamunanku, aku sedikit gelagapan.

“ah, oh ne .. tapi mana mungkin ada bintang ??” tanyaku melihat langit.

“ada, kau mau lihat ?” tawarnya. Akupun mengangguk cepat.

“baiklah, tutup matamu .. jangan mengintip ! “ suruhnya aku menuruti kata-katanya.

“ne .. “ jawabku sambil menutup wajahku dengan kedua tanganku.

“sudah ?” tanyaku.

“sebentar .. tinggal sedikit “ jawabnya. Kira – kira apa yang dia lakukan ?

“sekarang kau boleh buka matamu .. “ suruhnya, ku buka mataku dan ..

“wahhh … cantiknya !! hahahahhahah gomawoo !! “ seruku girang sambil tepuk tangan. Jung Soo ternyata memberiku kembang api, sangat indah.

“kau suka ? peganglah ..” ucapnya memberikan kembang api yang di pegangnya.

“ne .. sangat suka ! Gomawoo Jung Soo-sshi !! “ jawabku girang seperti anak kecil yang baru di beri permen oleh ibunya.

“cheonmaneo .. mianhae, aku belum memberimu bintang yang asli. Jadi aku beri kau yang ini dulu … “ kata Jung Soo.

“gwechana .. ini juga sangat bagus ! “ jawabku yang masih asik bermain kembang api yang kuputar - putar.

“Oh ya, Euncha “ panggilnya. Ku alihkan pandanganku yang terus menatap kembang api dengan kegumnya ke tatapan mata Jung Soo.

“Ne ?” tanyaku.

“.. jangan panggil aku dengan embel – embel sshi, terkesan formal sekali “ ucapnya dengan wajah sedikit kesal.

“lalu aku memanggilmu apa ? ahjussi ? mm … baiklah Jung Soo ahjussi !! “ sahutku girang.

“Ya~ ! Tua sekali !! Umurku dengan umur oppamu nggak jauh beda ! “ serunya kesal.

“lalu apa ?” tanyaku polos.

“mm .. Leeteuk saja “ jawabnya tersenyum.

“baiklah Leeteuk ajhussi !! “ seruku lagi.

“tanpa ahjussi, Eunchaa !! “ teriaknya gemas sambil mencubit pipiku.

“au ! sakit !! Lalu aku harus panggil apa ?” tanyaku sambil mengusap – usap pipiku yang di cubit Jung Soo.

“oppa ! “ jawabnya bangga.

“oppa ? Hahahahahahhaha nggak pantas !! kau pantasnya di panggil ahjussi ! “ seruku terkekeh dengan jawabannya,, tapi Jung Soo langsung mengambil ancang – ancang mencubit pipiku lagi.

“arasseo .. arasseo !! hahahahahah “ akupun mengalah. Hahaha dasar Jung Soo aneh !







“Euncha .. “ panggilnya.

“Ne ?”

“besok, kau mau ikut denganku ?” tanyanya.

“kemana ?” tanyaku.

“mau ikut nggak ?” tanyanya balik.

“mm .. kau mau menculikku ?” tanyaku dengan tatapan curiga.

“hahahahah tentu !! “ jawabnya cepat, wajahku langsung pucat. Selain berkpribadian ganda, apa jangan – jangan dia seorang penculik ?

“Ya nggaklah, Euncha !! Mana ada orang yang mau menculik bilang, kau ini ! “ jawabnya lagi sambil mengacak rambutku. Piuuuh .. ternyata bukan~

“lalu kemana ?” tanyaku penasaran.

“lihat saja besok !” serunya. Aku paling tidak suka seperti ini, membuatku penasaran saja. Dengan cepat aku mendaratkan cubitan yang menurut Rin sangat menyakitkan ke pinggang Jung Soo.

“Au ! sakit !! “ serunya mengelus pinggangnya.

“hahahah !! kita seri !! “ seruku terkekeh bangga. Jung Soo ikut terkekeh. Semalaman ini aku dan Jung Soo menikmati malam bersama. Kita saling bercanda, menghabiskan kembang api dan tertawa bersama. Rupanya aku dan dia mulai akrab.









*Leeteuk POV*


Malam ini cuaca memang sedikit tidak bersahabat, mungkin baru memasuki musim gugur. Sebenarnya hari ini ada acara api unggun, tapi memang benar – benar tidak bisa.
Setelah makan malam tadi, aku sama sekali belum bisa tidur. Aku memikirkan keadaanya di sana … apa dia baik – baik saja dengan kondisinya ?


Cardigan abu – abu yang tergantung di kamar aku ambil dan kupakai. Aku berjalan keluar, terlalu suntuk berdiam diri di kamar. Akupun duduk di bangku taman belakang villa. Basah.


Hujan pertama ini lumayan deras, dan lumayan juga membuatku kedinginan. Tapi masa bodoh, aku tidak bisa tidur aku benar – benar mencemaskannya. Selain itu, aku merasa bersalah dengan Euncha. Apa aku terlalu emosi ? ya mungkin, dan memang iya aku emosi melihatnya seperti itu ! Dia tau tidak kalo aku mencemaskannya !!


Tiba – tiba saja dia datang dengan kaki yang masih diperban. Dia sedikit kaget melihatku duduk di luar dengan cuaca sedingin ini. Aku menyuruhnya duduk yang masih berdiri mematung di sebelahku. Akhirnya dia pun duduk di sampingku.
Aku meminta maaf padanya karna kejadian tadi siang yang sudah mengatainya keras kepala dan membentaknya keras. Itu semuapun aku lakukan karna aku mengkhawatirkannya. Dia juga meminta maaf padaku karna dia membentakku tadi siang.


Cuaca malam semaikin mendingin, aku saja sampai kediginan. Euncha mendesah kedinginan di sampingku. Aku tidak tega melihatnya kedinginan seperti itu. Pipinya sedikit memerah karna cuaca terlalu dingin. Membuatnya semakin cantik.


Dengan sigap ku pakaikan cardiganku kepundakknya, Euncha sedikit kaget. Tapi akhirnya dia menerimanya. Meskipun aku juga kedinginan, tapi aku lebih tidak tega melihatnya melihat orang yang saat ini aku sayangi ini mengigil kedinginan.



Setelah suasana sedikit mencair, aku dan Euncha saling diam. Euncha sibuk menikmati langit – lngit yang sedikit keunguan. Ternyata dia ingin melihat bintang dan sangat menyukai bintang.



Kenapa Euncha sangat mirip dengannya ? Atau ini hanya kebetulan ?




Tapi jelas mana mungkin ada bintang dimalam mendung seperti ini . Mm .. sebagai permintaan maafku padanya. Aku mau memberinya sesuatu. Aku menyuruhnya menutup matanya dan dia menurut seperti anak kecil. Sangat menggemaskan.


Aku memberinya kembang api yang kubawa tadi dan aku harap dia menyukainya. Setelah kembang api susah payah kunyalakan, aku menyuruhnya membuka matanya. Dan reaksinya sangat menggemaskan. Euncha menyukainya bahkan sangat menyukainya. Hal ini sama seperti saat aku menghiburnya.


Setelah kita bercanda terlalu lama, akhirnya mataku sudah mulai tidak mau berkompromi. Aku mulai mengantuk. Aku melihat Euncha yang sudah tertidur di pundakku.

“hmm .. “ aku tersenyum melihatnya tertidur. Wajahnya semakin lucu saat kedinginan. Ku masukkan tangan mungilnya yang mulai sedikit mendingin ke saku pajamaku dan memeluknya erat. Menghangatkannya.

“aku berharap kau bukan miliknya … “ gumamku pelan, aku benar – benar kecewa melihatnya dengan namja itu. Aku masih belum menerima kalo Euncha dan namja itu sudah menjadi sepasang kekasih.





“saranghaeo .. “ gumamku mempererat pelukkanku.





*Leeteuk POV (end)*




TBC (again)

mian kalo jelek, semerawut banget :P

No comments:

Post a Comment