Tuesday, July 27, 2010

No Other - Haerin~ part 4

Sepulang sekolah aku langsung menuju lapangan basket sekolah. Besok aku mulai bertanding. Saat memasuki lapangan, aku melihat pemandangan yang sedikit membuatku remuk. Aku melihat Rin yang sangat akrab sekali dengan seorang namja.


“mungkin itu oppa.nya “ kataku dalam hati berusaha positive thingking. Tapi tunggu, itu bukan oppanya. Namja itu memakai seragam sekolah lain, dan itu seragam sekolah Shinwa. Sekolah yang menjadi lawanku besok. Dia ? berarti itu ..


“Hei ! “ ucap seseorang mengaggetkanku.




***



*Rin POV


Setelah bel sekolah yang sangat nyaring itu berbunyi, aku keluar dari kelas. Saat di depan gerbang sekolah langkahku terhenti, aku melihat seorang namja yang aku kenal.dia melihatku dan tersenyum, lalu dia melambaikan tangannya. akupun menghampirinya.

“Oppa !! tumben kesini ? “ tanyaku pada namja itu yang sudah ada di depan pintu gerbang sekolah.

“aku cuma mau menegokmu saja “ jawabnya sambil mengacak poniku.

“hahhaha bohong ! Oppa bukan mencariku, hahhaha “ tawaku dan itu membuat mukanya memerah.

“aish ! kau ini !! “ sahutnya semakin memberantakan rambutku.

“Dia masih ada di dalam oppa, oppa mau masuk ? “ tawarku yang sudah tau maksud dia datang ke sekolahku.

“Ainya, akukan bukan anak sini “ tolaknya.

“baiklah, aku telpon saja dia “ ucapku yang sudah mengambil handphone yang ada di saku seragamku.

“ahh .. nggak usah ! “ tolaknya cepat. Mungkin dia malu, hahhaha!




*Rin POV ~end*




“Hei ! “ ucap seseorang mengaggetkanku. Reflek aku menegok.


“Yak ! kau ini !! tumben ada di sini ? “ tanyaku pada yeonja didepanku ini. Euncha.


“aku tadi ada urusan sebentar sama sungmin oppa .. “ jawabnya.

“kau lihat apa oppa ? “ tanyanya lagi yang sedikit curiga dengan tingkahku.

“a a .. aniya “ jawabku gelagapan.

“Ah !! kau lihat itu ? “ pekiknya lantang sambil menunjuk arah Rind an namja itu. Tapi saat melihat namja itu, Euncha langsung mengurungkan niatnya.

“kenapa dia ada di sini ? “ gumamnya kaget melihat namja yang bersama Rin. Euncha mengenalnya ?

“kau kenal ? “ tanyaku penuh selidik, mungkin saja aku bisa dapat informasi dari yeonja polos ini. Hahah wajahnya saja seperti anak SMP. Padahal dia sudah kelas 2 SMA.

“ne “ jawabnya polos disertai anggukan.

“Kau tau siapa dia ? “ tanyaku lagi.

“ne, dia kapten basket di sekolah Shinwa. Eh, bukannya dia yang bakal jadi lawan oppa nanti ? Tapi tenang oppa, kau masih hebat!“ pujinya sambil menepuk pundakku tapi dia masih memperhatikan Rin dan namja itu.

“ne, lalu dia punya hubungan apa dengan Rin ? “ tanyaku lagi ikut memprehatikan Rin dan namja itu, namja itu sedang mengacak - acak rambut Rin dan itu sukses membuatku mendidih.

“Yak ! kau cemburu oppa ? “ pekiknya lagi dan kali ini sangat lantang sampai – sampai Rin dan namja itu menengok kea rah kami. Dengan sigap aku membungkamnya dan bersembunyi di balik pohon.

“^$(*%@#(%( ?“ gumamnya sambil memainkan matanya, seperti berkata ‘benarakah-itu-oppa ?’ aku melepaskan tanganku dan mengatupkan telunjukku ke bibirnya, menyuruhnya untuk diam. Dia pun menurutiku.

“jangan keras – keras ! “ bisikku dia hanya mengangguk.

“oppa, kau cemburu ya ?” godanya setengah berbisik. Aish, anak ini sama aja dengan hyungnya !

“aniya ! “ jawabku cepat.

“ah bohong !! “ godanya terus.




‘drdt.drdt.drdt’




Handphone flip putihnya berbunyi, dia merogoh kantung yang ada di seragamnya. Sepertinya dia di sms. Wajahnya saat membaca sms sangat lucu, seperti anak Tk !

“oppa, aku pulang dulu ya ! “ pamitnya setelah membaca pesan singkat itu. Aku mengangguk dan dia pergi. aku kembali masuk ke lapangan basket.

“hei oppa !! kalo kau benar – benar suka, katakanlah ! Kau nggak akan bertepuk sebelah tangan ! “ teriaknya saat aku mulai pergi. Benar juga katanya. Tapi tunggu dulu kata – kata terakhir itu tadi ? apa maksudnya ? ‘kau nggak akan bertepuk sebelah tangan !’ apa mungkin dia juga menyukaiku juga ? kalo iya, lalu namja itu ?




TBC~

All my heart ♥ Part 6

Aku sudah bersiap pergi dengan T-shirt putih bercorak print text warna biru muda dengan celana baby blue ¾ bentuk balloon. Dan sandal slipper putih biru. Sangat simple. Kukuncir rambut panjang shaggy ku seperti biasa dengan poni yang meutupi dahiku penuh.
Aku turun dari kamarku


“ oppa, Oppa .. “ panggilku. Tapi tak ada jawaban. Akupun keluar dari rumah.

“Mencari Eunhyuk ?” tanya sesorang di belakangku.

“Nnne .. “ ucapku terpeangah melihat sosok itu. Jung Soo memakai polo shirt putih dan cardigan indigo dan celana army kotak – kotak ¾ dan sandal putihnya. Hmm ? kenapa bisa seragam seperti ini ? di wajahnya masih ada plester, luka tadi pagi. Membuat wajahnya seperti anak kecil :3

“Dia pergi ke rumah Ami “ ucapnya membuyarkan lamunanku dan mendekatiku.

“oh, yasudah .. “ jawabku dan masuk ke dalam mobil. Dia pun masuk dan bersiap menyetir. Suasana menjadi dingin, aku diam dan dia juga sibuk menyetir. Tapi kenapa jantungku mulai tidak karuan lagi ?





“Jung Soo-shii .. “ panggilku grogi. Baru pertama aku memanggilnya.

“Ne ?” tanyanya dan melihat ke arahku. Oh dies, sepertinya darahku mulai naik!

“mm, itu .. mianhaeo jeongmal mianhae .. “ ucapku sambil menunjuk plesternya.

“gwechana .. “ ucapnya tersenyum. Lesung di pipinya membuatnya sangat manis. Pasti saat ini wajahku sudah sangat merah.





Kita kembali diam,

“kita langsung saja ke Lotte World .. “ ucapku mencairkan suasana.

“mm, arraseo “ jawabnya berkonsentrasi menyetir. Jantungku masih saja belum mau terkendali. Ah !! perasaan apa ini ??








“Euncha !! “ panggil seseorang sambil melambaikan tangannya.

“Hei Rin !! “ sahutku dan mereka pun menghampiriku. Rinrin, Donghae oppa, dan Henry oppa.

“annyeong .. “ sapa Rin membungkukkan badan ke Jung Soo. Jung Soo membalasnya ramah. Donghae oppa juga melakukan hal yang sama. Tapi, Henry oppa hanya melihatnya sinis.

“Ah, ayo kita mau main apa ? “ sahutku mengalihkan suasana dan menarik tangan Rinrin.

“mm .. oppa kita mau main apa ? “ tanya Rin pada Donghae oppa. Donghae oppa berpikir.

“halilintar ! “ sahutnya.

“MWO ???” ucapku dan Rin serentak.



“ayolah .. “ pintanya dengan puppy eyes andalan Donghae oppa. Seperti biasa, kita berdua tidak bisa berbuat apa – apa kalo Donghae oppa sudah mengeluarkan puppy eyes nya.

“ayo ! “ ucapnya semangat dan menarik tangan Rin ke tempat tiket halilintar. Henry oppa langsung menggandeng tanganku. Aku melihat Jung Soo masih dengan tatapan sinisnya. Aku meminta Henry oppa untuk melepaskan gandengannya dan berlari ke arah Jung Soo.

“Jung Soo-sshi kau tidak ikut ? “ tawarku.

“Aniya, aku di sini saja. Bermainlah .. “ ucapnya. Aku makin tidak enak hati.

“baiklah “ ucapku.

“hati – hati “ sahutnya sambil tersenyum manis padaku. Akupun kembali ke tempat penjualan tiket.



“oppa, aku nggak yakin .. “ kataku sambil menggelengkan kepalaku pada Donghae oppa yang sudah membeli tiket.

“sudahlah, ada Henry jugakan .. “ balasnya sambil megerlingkan sebelah matanya padaku. Aish, apa – apaan kau !

“ada aku, nggak usah takut .. “ sahut Henry oppa. Aku baru sadar dari tadi dia hanya diam.

“ayo giliran kita ! “ ucap Donghae oppa dan masuk bersama Rin. Aku dan Henry oppa mengikuti dari belakang. Aku mendapat tempat duduk di no 2, aku sibuk mengatur jantungku yang mulai tidak terkendali karna takut. Tiba – tiba Henry oppa menggengam tanganku.


“tenang saja .. “ ucapnya manis. Yah, ucapanya barusan lumayan membuatku sedikit tenang.



Dan mesin pun mulai bergerak, kereta sedikit demi sedikit jalan. Lintasan pertama berjalan mulus, tapi saat masuk ke lintasan kedua ..




“HUAAAAAAAAAHHHHHH !!!! “








Permainan halilintar pun selesai. Rinrin dan aku sibuk mengatur nafas. Sepertiya tenagaku habis karna 80% saat menaiki halilintar tadi aku dan Rinrin cuma bisa teriak – teriak.



“tujuan kita selanjutnya ? “ tanya Rinrin. Donghae oppa sibuk berpikir.





‘TADA !!’






“MWO ?? RUMAH HANTU ??” pekik kita berdua. Donghae oppa mengangguk tanda meng-iyakan. Aku dan Rinrin saling melihat dan menelan ludah masing – masing. Keringat dingin sepertinya mulai keluar.

“oppa .. yang lain saja .. “ pinta Rin. Tapi Donghae oppa mengeluarkan puppy eyes nya lagi, dan tentu kami tidak bisa menolaknya.







“GYAAAAA !!! “ teriakku lantang saat masuk ke dalam rumah hantu itu dan reflek memeluk tangan Henry oppa yang ada di sampingku.

“sabar ya, sebentar lagi juga selesai .. “ ucapnya tenang sambil mengelus rambutku dan itu membuatku sedikit tenang. Aku masih menunduk ketakutan di tangan Henry oppa.

“hiks, ne .. “ jawabku, ternyata aku menangis. Aku memang takut dengan gelap dan apalagi dengan hantu.



Sedikit cahaya yang ada di ruangan ini dan ini membuatku susah untuk melihat. Tapi Henry oppa dengan sabar menuntunku yang masih menangis. Akhirnya kita sampai di jalan keluar, rasanya lega sekali.

“keluar deh, sudah jangan menangis ya .. “ ucapnya sambil tersenyum dan mengacak poniku seperti seorang oppa dan dongsaengnya.

“ne .. hiks .. “ jawabku pelan sambil mengucek mataku. Henry oppa menggandengku keluar dan kita menuju permainan lain.

“oppa, Donghae oppa dan Rin kemana ? “ tanyaku.

“molla~ “ jawabnya celingukkan.

“hei !! hahahahha kita duluan ya !! “ teriak seseorang yang aku kenal. Donghae oppa.
Dia dan Rin menaiki bianglala. Aish meninggalkanku disini dan Henry oppa, apa maksudnya ?

“kau mau naik ? “ tanyanya. Aku mengangguk. Kita berdua menaiki bianglala.
Perlahan bianglala yang kita tumpangi menaik dan semakin naik, sampai akhirnya berada di puncak.






‘gldek !’






Bianglala kita berhenti di atas. Suasana kota Seoul terasa sangat nyaman dan romantic. Cahaya dari gedung membuat kota ini semakin indah. Aku sangat menikmatinya.

“waahh .. “ ucapku memuji pemandangan malam hari di kota Seoul.

“kau suka ?” tanyanya.

“mm .. “ jawabku mengangguk senang. Rasa takutku yang tadi sekejap hilang.

“oppa, gomawo .. “ lanjutku tersenyum padanya.

“mm ? untuk apa ? “ tanyanya bingung.

“sudah mengajakku pergi, aku baru kali ini pergi dan bermain bianglala semenjak 4 yang lalu. Saat masih ada eomma “ jawabku dan entah mengapa aku merindukan eommaku yang sudah bahagia di atas sana. Dan tak terasa cairan beningpun itupun meleleh lagi di pipiku.

“ah, euncha .. “ ucapnya khawatir.

“hahha gwechana oppa “ jawabku tenang dan menghapus air mataku. Dan tiba – tiba Henry oppa mendaratkan bibirnya yang merah ke keningku. Membuatku shock.

“saranghaeo .. “ ucapnya pelan. Wajah kami semakin dekat. Nafasnya pun bisa kurasakan.






‘gldek!’






“hiah ! “ teriakku kaget, bianglala itu bergerak lagi. Dan tanpa aku sadari Henry oppa memelukku, karna dia menangkap badanku yang kurang seimbang. Nyaman sekali, tapi bagaimana kalo Jung Soo melihatku seperti ini ? Ah kenapa aku memikirkannya ?

“kamshahamnida .. “ ucap pegawai saat membukakan pintunya untukku dan Henry oppa, tapi muka pegawai itu kaget dan memerah melihat posisi kami yang masih berpelukan.

“mianhae .. “ ucap Henry oppa dan melepaskan pelukannya. Kita pun keluar, wajahku mungkin saat ini sangat merah.






TBC (again,again) --> masih belum tau endingnya gimana, ada masukan ? kekekkeke :P

Monday, July 26, 2010

No Other - Haerin~ part 3

‘tuut.tuut.tuut’




“aish, kenapa tidak di angkat ?” gerutuku. Aku menelpon Eunhyuk, dia partner basketku sekaligus sahabatku yang paling setia meskipun otaknya sedikit yadong. Telponnya juga masih belum di angkat, hari ini aku ada latihan bersama sebelum bertanding untuk kejuaraan sekolah.

“yoboseo ?” jawab seseorang di sebrang sana.

“ah ! Nyuk-ah, kemana saja kau ? latihan sudah dimulai ! Khaza !! “ omelku.

“ara, ara, aku masih di perjalanan dari rumah Ami ! “ jawabnya. Sempat – sempatnya dia berpacaran ?

“ya sudah ! khaza ! kalo bisa kecepatan 80km ! ottoke ? “ suruhku.

“MWO ?!! kau gila ? aku bisa mati !! “ marahnya logat koreanya pun keluar. Sangat lucu.

“ahahhahahah !! cepatlah !! “




‘klik!’





Di lapangan ini hanya ada teamku dan coach-ku yang siap memberi macam – macam strategi untuk besok.

“Donghae-ah, dimana dia sekarang ? “ tanya salah satu anak dari teamku. Yesung hyung.

“Dia ada di perjalanan “ jawabku.

“baiklah .. “ sahutnya. Tak berapa lama kemudian Eunhyuk datang.

“mianhae .. aku terlambat. “ ucapnya yang sibuk mengatur nafas.

“baiklah ayo kita mulai latihan hari ini” jawab pelatih, kami langsung bersiap dan mengatur posisi masing – masing.





Selama ½ jam kami berlatih dan sekarang waktunya istirahat. Aku dan Eunhyuk duduk di bangku penonton sambil melihat para junior yang sedang bermain basket di lapangan yang sama.

“bagaimana dengan Rin ? “ goda Eunhyuk menyenggol tanganku saat aku minum.

“aish ! baik – baik saja .. “ jawabku tenang.

“kapan kau mau mengatakan perasaanmu padanya ? “ godanya lagi.

“aish ! bukan urusanmu ! “ jawabku ketus.

“aku dengar dia lagi dekat dengan kapten basket sekolah Shinwa. Dia lawan kita besok “ jelasnya dan sukses mengacaukan pikiranku. Sejak kapan Rin dekat dengan namja lain ?

“hei, kau cemburu ya ?” godanya lagi, Eunhyuk suka sekali menggodaku.

“aish !! diam kau !! “ pekikku sambil berdiri dan melempar botol minumku ke arahnya lumayan keras. Aku cemburu ? Mungkin iya, rasanya sakit sekali mendengarnya dekat dengan namja lain.

“Au !! Hei fishy !! awas kau !! “ sahutnya. Aku meninggalkannya yang masih mengomel tidak jelas.




Latihan hari ini sudah cukup, pikiranku masih kacau. Ini semua gara – gara kau Eunhyuk ! kalo saja dia tidak bercerita tentang itu, mungkin aku tidak sekacau ini.

“Ahhhhh !!! “ teriakku sambil ku lempar kaleng soda yang sudah habis aku minum sangat keras.






***




“Oppa, besok kau mau tanding kan ? “ tanya Rin saat kami ada di kantin jam istirahat.

“Ne .. “ jawabku datar sambil makan makanan yang ada di hadapanku. Aku tidak melihatnya sama sekali.

“Oppa berjuanglah !! “ ucapnya menyemangatiku. Hah ? dia meneyemangatiku ? Bukannya dia harusnya mendukung namjanya yang menjadi lawanku.

“gomawo “ ucapku sedikit kaget.

“hwaiting oppa !! “ sahutnya dan itu membuat semngatku tumbuh kembali.

“kau mau ikut besok ? “ tanyaku.

“mm .. aku usahakan oppa. “ jawabnya.

“baiklah “ jawabku dan melanjutkan makanku.


Sepulang sekolah aku langsung menuju lapangan basket sekolah. Besok aku mulai bertanding. Saat memasuki lapangan, aku melihat pemandangan yang sedikit membuatku remuk. Aku melihat Rin yang sangat akrab sekali dengan seorang namja.

“mungkin itu oppa.nya “ kataku dalam hati berusaha positive thingking. Tapi tunggu, itu bukan oppanya. Namja itu memakai seragam sekolah lain, dan itu seragam sekolah Shinwa. Sekolah yang menjadi lawanku besok. Dia ? berarti itu ..


“Hei ! “ ucap seseorang mengaggetkanku



TBC ` hahahahhahaha :D

All my heart ♥ Part 5

Ku tinggalkan dia di dapur dan kembali ke kamar, tapi tiba – tiba dia memenahan tanganku.





‘Deg!’





Aish ! kenapa aku berdebar seperti ini ?? Aku melihat arahnya heran.

“ wae ? “ ucapku. Tatapan matanya tajam dan dia membalikkan badanku ke arahnya. Dia sedikit menunduk dan mendekatkan wajahnya. Wajah kami sangat dekat. Oh tuhan hari apa ini ? sudah 2 namja yang bikin aku jantungan ???

“aku tidak suka dengan temanmu itu. Jangan dekati dia lagi. “ bisiknya dan menatap mataku sangat amat lekat.

“Yak ! apa – apaan kau ? bicara seenaknya ? itu bukan urusanmu ! “ sahutku dengan nada yang tinggi dan menepis tangannya yang bertengger di pundakku.

“dia bukan orang baik – baik ! “ ucapnya sinis.

“hei ! kau baru saja bertemu dengannya, jangan sok tau!! “ omelku. Apa maksudnya dia bicara seperti itu ? Dia membuatku makin membencinya. Baru saja bekerja sudah mengatur –aturku !

“aku bukan sok tau ! tapi aku memang tau ! “ jawabnya tegas, wajahnya terlihat sangat marah. Aku makin heran dengan orang satu ini ? Misterius !

“apa buktinya ?” tanyaku menantang. Tapi dia terdiam seperti mencari – cari jawaban yang tepat.

“ah! Sudahlah ! Kau hanya dipekerjakan Appa untuk menjagaku, tapi bukan berarti kau ikut mencampuri urusanku ! GEURAE??? “ kutekankan kata terakhirku dan pergi ke kamar. Sampainya aku di kamar, kubanting pintu kamarku dan menangis. Menangis ? kenapa rasanya sakit sekali saat memarahinya ? apa aku menangis gara – gara dia melarangku dekat dengan Henry oppa ?






‘sorry.sorry.sorry.sorry ‘ suara handphoneku yang aku taruh di dalam tas. Dengan malas aku mengambil handphone flip putihku itu.




Mochi Oppa :D is calling





Wajahku penuh tanda tanya, tumben sekali dia menelponku. Malam – malam pula. Ku hapus air mataku dan mengangkatnya.

“yoboseo ?” ucapku pelan. Suaraku masih parau.

“Euncha ? “ tanyanya sedikit cemas.

“Ne, waeyo oppa ?” jawabku duduk di tepi kasurku.

“kau menangis ?” tanyanya balik semakin cemas.

“aniya oppa” jawabku bohong. “wae oppa ? tumben malam – malam menelponku ?” tanyaku.

“jinca ? ani, cuma ingin memastikan keadaanmu saja. Kau benar tidak apa – apa ?" tanyanya masih belum percaya.

“gwechana oppa, gomawo “ jawabku senang ternyata Henry oppa perhatian sekali. Hatiku sedikit terobati dengan perhatian Henry oppa.

“cheonmaneyo. Kenapa belum tidur ? “ tanyanya.

“yah oppa, bagaimana aku bisa tidur ? sekarang saja aku sedang kau telpon ? “ sahutku.

“ah mianhaeo jeongmal mianhae .. “ ucapnya bersalah.

“hahhaha, aku bercanda oppa ! Aku insomnia ! “ jawabku tertawa.

“aish !! Euncha, aku boleh tanya sesuatu ? “ tanya Henry oppa hati – hati.

“ ne, mwoyo ?” jawabku siap mendengarkannya.

“mm .. mm .. itu namja yang menjemputmu tadi , siapa ? “ tanyanya. Dia mengintrogasiku ? apa dia masih kesal dengan perilaku Jung Soo ? tapi, menurutku dia memang pantas kalo marah dengan Jung Soo. Atau mereka saling kenal ? tapi mana mungkin ?

“Euncha “ panggilnya.

“Ne ?” sahutku.

“kau melamun ? kau belum jawab pertanyaanku. Dia namja chingumu kah ?” tanyanya dingin.





‘Deg!’ aish, kenapa dia berfikir seperti itu ?






“Aniya oppa ! Dia bukan siapa – siapaku” jawabku cepat.

“lalu ? kenapa dia seperti itu di toko tadi? “ tanyanya lagi.

“itu.. mm .. dia sebenarnya suruhan Appa, dia ditugaskan Appa untuk menjagaku “ jelasku.

“Oh, tapi kenapa dia seenaknya gitu ? “ omelnya. Baru kali ini aku mendengarkan suaranya yang marah, wajahnya pasti lucu!

“molla oppa, aku juga tidak suka sikapnya. “ jawabku.

“apa dia sudah membuatmu kesal ?”

“mm, ne sedikit oppa ..” jawabku lirih.

“aish ! yang benar saja dia ? “

“sudahlah oppa ... oppa, aku sudah mulai ngantuk. Mianhaeyo oppa .. “ ucapku.

“ne, arraseo. Tidurlah. Besok di Lotte World, geurae? “

“Ne ! bye .. “ ucapku dan ku matikan telponnya. Mungkin aku terlalu lama menangis sampai ngantuk sekarang. Aku mulai tertidur di tempat tidur kesayanganku.



***



“Oppa, hari inikan hari sabtu. Ayolah oppa ..” rengekku meminta izin ke Eunhyuk oppa yang sedang asik dengan PSP hitamnya.

“Mm .. arrasseo. Aku mengizinkanmu .. “ ucapnya dan langsung kepeluk Eunhyuk oppa yang masih sibuk bermain.

“hahahha, oppa emang paling baik!! “ kataku sambil terus memeluknya.

“Eh !! tapi tunggu .. “ ucapnya menggantung. Aish perasaanku mulai tidak enak.

“apa lagi ? “ tanya ku kesal.

“pertama, kau rawat dulu kebun eomma. “ jawabnya dengan tatapan serius.

“NE !! aku kerjakan ! “ sahutku semangat. Oh ternyata dugaanku salah, hahahha :D

“kedua, .. “ ucapnya menggantung. Ini dia, perasaanku mulai tidak enak lagi. Aku masih menunggu kata – kata Eunhyuk oppa yang selanjutnya.

“Aku pulang “ ucap seseorang tiba – tiba. Aku menengok arah datangnya suara itu. Aish ..

“Ah Leeteuk, nanti kau jaga dongsaengku ya! Dia bilang dia mau pergi  .. “ sahut Eunhyuk oppa. Benar ternyata ! tidak !! tolong jangan makhluk ini !!

“mwo ? Oppa, akukan pergi dengan ShinRin. Aku nggak perlu di jagain “ tolakku.

“Aniya ! pokoknya kau harus di jaga Leeteuk, ottoke ? “ jawabnya.

“ara, ara .. huh “ sahutku malas dan pergi ke taman belakang rumah. Kebun Eomma.

“yak ! kenapa oppa dan appa menyebalkan sekali sih ! “ omelku sendiri sambil mengambil peralatan kebun.



Kebun – kebun bunga mawar dan lily punya Eomma sangat terawat. Kebun ini kebun kesayangan Eomma. Sebelum Eomma meninggal, Eomma sering meluangkan waktunya untuk merawat kebun ini.

Setelah Eomma meninggal, aku dan Eunhyuk oppa-lah yang bertugas merawat kebun ini.

“haha, bunganya sudah bermekaran. Baiklah, mari di petik !! “ ucapku sendiri. ku petik satu persatu bunga – bunga itu, sampai seseorang datang dan mengaggetkanku.

“Euncha! “ panggilnya. Akupun menengok.

“wae ? “ ucapku malas saat melihat siapa yang memanggilku dan kembali memetik bunga.

“kau mau pergi dengannya ?” tanyanya. Aku menghentikan pekerjaanku dan mengok kearahnya yang sudah ada di belakangku dengan tatapan sinis.

“wae ? bukan urusanmu .. “ ucapku dingin dan berbalik memetik bunga mawar putih kesukaanku.

“sudah aku bilang, dia bukan … “


“STOP !!!” pekiku melempar bunga mawar putih itu kebelakang tanpa melihatnya.

“Au !! “pekiknya. Reflek aku menengok ke arahnya. Dia menutup bagian mata kanannya, mukanya memerah.

“ah, mianhae .. “ ucapku luluh, suaraku mulai merendah. Dia masih saja menutup mata kanannya. Ku buka mata kanannya yang tertutup.

“berdarah, ah mianhae .. tunggu sebentar ! “ ucapku saat melihat goresan duri mawar yang lumayan lebar di bawah matanya dan mengeluarkan darah. Dengan sigap aku lari kedalam rumah dan kembali lagi membawa kotak P3K.



Aku ajak dia duduk di dekat kebun. Dia masih memegang mata kanannya.

“aku obati ya, aigoo .. mianhaeyo .. “ ucapku merasa bersalah. Rasa marahku dan jengkelku pun hilang. Aku tidak tau kenapa ?


Ku keluarkan kapas kecil dan sedikit alcohol, membersihkan lukanya. Dia sedikit merintih, membuatku semakin bersalah.

“mianhaeyoo Jung Soo.. “ ucapku di sela – sela mengobati lukanya.

“gwechana .. “ ucapnya. Tanpa aku sadari mata kamipun saling bertemu. Dia menatapku dengan tatapan yang aku tak tau apa artinya. Dalam sekejap membuatku salah tingkah.




‘Deg !’ tatapannya, tatapan yang belum pernah aku lihat ..




“mm, sudah selesai. Aku kembali dulu .. “ ucapku cepat – cepat membereskan kotak P3K dan pergi meninggalkannya yang masih duduk di bangku taman. Jantungku tidak terkendali, aish perasaan apa ini ??






TBC (again) kekekkekekek :P

Friday, July 23, 2010

All my heart ♥ Part 4

part ini d publish karna paksaan; si SHINRIN ! huh !!







“Euncha” panggil Henry . Aku melihat wajahnya sedang memandangku, ternyata daritadi dia melihatku. Wajahku memerah. Mati kutu aku !

“Nn ..ne ?” jawabku grogi.

“sebentar .. “ sahutnya dan tiba – tiba saja badannya condong ke arahku. Aish, oppa jangan buat wajahku ini semakin merah !!



Aku rasa jantungku mulai tidak terkendali, wajahnya semakin mendekat. Bisa aku lihat wajahnya yang imut itu dengan sangat amat jelas! Oh dies~


Aku memejamkan mataku, sepertinya rasa grogiku ini sudah stadium puncak !!! rasanya aku ingin mati sekarang ! tiba – tiba sesuatu menyentuh tepi bibirku dengan lembut.




'Deg!'




jantungku berhenti sesaat, tuhan aku ingin mati sekarang !! apa dia ???

“nah !! kau ini .. “ pekiknya tiba – tiba, aku buka mataku dan melihatnya dengan tatapan bingung.

“lihat ini ! kau seperti anak kecil saja ! makan masih blepotan .. hahahhaha “ tawanya. Aku melongo, yah .. aku kira dia ..>///<





Di luar toko, mobil Honda New Civic Silver berhenti agak jauh dari jendelaku. Aku habiskan kueku dan bersiap pergi, Henry oppa pun juga. Kita keluar dari toko kue tersebut.


“Oh ya Euncha! “ sahutnya saat keluar dari toko.

“Ne ?” tanyaku.

“besok Sabtu, aku dan Donghae mau ke Lotte World. Kau mau ikutkan ? “ ajaknya.

“Sabtu ? Kita bertiga saja ?“ tanyaku.

“Ne! kau boleh ajak ShinRin kalo dia mau, lagipula kasihan Donghae!“ jawabnya. Sendiri ? Apa maksudnya ? Double date-kah ?



“ehm!! “ dehem seseorang yang sudah ada didepanku dengan tatapan tidak bersahabatnya. Terutama saat dia melihat Henry Oppa.

“annyeong .. “ sapa Henry oppa ramah dan membungkukkan badannya.

“annyeong “ jawabnya dingin.

“Ayo pulang, sudah sore ! “ ajaknya ketus membukakan pintu depan. Aish !!! Jung soo kau ini !!!

“oppa, aku pulang dulu ya .. “ ucapku ke Henry oppa yang aku rasa dia sangat kesal dengan kelakuan Jung Soo tadi.

“Ne, hati – hati ya .. “ jawabnya ramah sambil tersenyum manis padaku dan mengacak poniku. Aku tersenyum dan masuk ke dalam mobil.





***




Selama perjalanan kita berdua lebih banyak diam. Jung Soo masih konsentrasi dengan jalannya dan begitupun juga aku, yang asik medengarkan alunan lagu dari headphone putihku itu sambil menikmati pemandangan senja yang tentram. Tapi aku rasa ada yang bicara ? aku mencopot headphoneku memastikan apa ada yang berbicara denganku ?


“Euncha “ panggilnya yang masih tepaku dengan jalanan. Ternyata Jung Soo. --“

“Ne ? “ balasku datar.

“kau dengar tidak ? “ tanyanya.

“apanya ? “ jawabku malas.

“ya sudahlah, lupakan saja !! “ sahutnya kesal. Yak !! menyebalkan sekali orang ini !! ku pasang lagi headphoneku dan kambali melihat ke luar jendela.

“Jung soo tadi bilang apa ya ?” tanyaku dalam hati melihat ke arahnya yang masih saja fokus. Aku mulai menikmati pemandangan yang ada dan diiringi lagu yang cocok, sepertinya aku mulai mengantuk karna terbawa suasana dan akhirnya akupun tertidur.





***




Pk : 10.00 PM


Jam weker digital pink-ku menyala dalam gelap dan menunjukan jam 10, aku terbangun. Ternyata benar aku tertidur selama perjalanan tadi.

“hmm ? siapa yang membawaku kesini ? “ gumamku setengah sadar sambil mengaruk – garuk kepalaku yang tidak gatal.

“yak! Ternyata aku masih memakai seragam ! “ omelku dan masuk ke kamar mandi mengganti seragamku dengan pajama putihku.




Hiah, rasanya pegal sekali dan haus! Aku pun keluar dari kamar. Sepertinya semua sudah tidur. Semua kamar tertutup dan lampu – lampu juga hanya sebagian yang di matikan.





‘klik’





Lampu dapur aku nyalakan, semuanya terlihat. Tapi mataku tetap saja masih belum terbuka sepenuhnya. Pintu kulkas besar didepanku,ku buka dan mengambil botol air minum. Setelah ku tuang ke dalam gelas, akupun meminumnya dan menutup pintu kulkas yang lebih besar dari badanku.





‘Bruushhhh !!’






“HIAHHHHHHHHHH !!!” teriakku. Tiba – tiba ada seseorang berdiri didepanku, jelas aku shock ! jangan – jangan dia pencuri ? penculik ? pembunuh ? Ahhhh !!! siapa saja tolong aku !!!

“hei ! jangan berteriak!! “ pekiknya membungkam mulutku.

“&#@$&*(& .. “ omelku tidak jelas.

“seisi rumah bisa bangun !! “ omelnya yang masih membungkam mulutku. Aku pukul tangannya memberi isyarat supaya melepaskannya.

“heeehh .. aku tidak bisa bernafas tau! Kau ini, sukses bikin aku sport jantung! Malam – malam begini mengendap – endap, kau seperti maling!“ omelku mengatur nafas.

“lagian , kau sendiri bukannya tidur! “ balasnya.

“yak Jung Soo ! kau !! “ pekikku. Hah ! percuma saja aku marah malam malam begini. Ku tinggalkan dia di dapur dan kembali ke kamar, tapi tiba – tiba dia memenahan tanganku.





‘Deg!’





Aish ! kenapa aku berdebar seperti ini ?? Aku melihat arahnya heran.



“ wae ? “ ucapku. Tatapan matanya tajam dan dia membalikkan badanku ke arahnya. Dia sedikit menunduk dan mendekatkan wajahnya. Wajah kami sangat dekat. Oh tuhan hari apa ini ? sudah 2 namja yang membuatku jantungan ???






TBC (again) hahahhaha :D

Monday, July 19, 2010

All my heart ♥ Part 3

***


“Henry oppa!!” panggilku tapi dia sudah terlanjur jauh.

“waeyo ?” tanya ShinRin yang masih heran. Aish, kasihan sekali !

“jadi begini .. “ aku mulai menjelaskan, tapi belum sempat aku bercerita seongsaemin datang.

“nanti saja ya “ ucapku dan dia hanya mengangguk dan kembali ke tempat duduknya.






Sepulang sekolah



Aku berdiri di kelas Henry oppa. Aku lupa kalo hari ini aku tidak bisa jalan dengannya. Henry oppa adalah sunbae-ku di sekolah, akhir-akhir ini kami memang dekat. Aku menyukainya, dan begitupun juga dia. Tapi kami masih ingin beteman dulu.


Anak – anak dari kelasnya mulai keluar berhamburan. Mataku mulai menjelajah, mencari Henry oppa. Ah, itu dia ! dia masih di dalam kelas sedang membereskan buku – bukunya.

“oppa !” panggilku pelan di ujung pintu. Dia menoleh ke arahku dan tersenyum. Dia beranjak dari bangkunya dan mengahampiriku.

“ne, sudah siap? Kazza !” ajaknya riang.

“mm.. mian oppa, jeongmal mianhae aku hari ini tidak bisa ikut “ ucapku menyesal.

“waeyo ?” tanyanya terlihat dari nada bicaranya kalo dia kecewa.

“jeongmal mianhae, soalnya .. itu .. “




‘sorry.sorry.sorry.sorry ‘ belum sempat aku bicara, handphoneku berdering.



Jung Soo-shii is calling~


“sebentar oppa.. “ ijinku dan mengambil jarak dari Henry oppa.

“yoboseo ?” tanyaku setelah menjauh sedikit dari Henry oppa.

“Euncha, kau dimana ? Sekolah sudah sepi, aku sudah tanya ke teman - temanmu, tapi mereka tidak ada yang tau. Dimana kau sekarang ? kalo appamu tau pasti dia marah! ” omelnya. Aish, ternyata dia cerewet sekali, memangnya dia tau teman - temanku yang mana ? Dasar !

“ah, mian aku ada urusan penting. Kau pulang dulu saja, aku bisa pulang sendiri. “ jawabku.

“andwae! Kau harus pulang denganku, atau kau ku jemput di tempatmu. Sebutkan saja tempatnya” sahutnya.

“jebal, aku ada urusan. Nanti biar kusuruh temanku yang mengantarku. Di jamin aku sampai dengan selamat !” pintaku.

“andwae ! kau boleh pergi, tapi aku nanti yang menjemput! Sebutkan kau pergi kemana ?” tanyanya yang tetap memaksa. Dia benar – benar cerewet, lebih cerewet dari appa!

“ara, ara, nanti aku hubungi lagi ..” ucapku dan ku matikan telponku.




“mm, aku bisa kok oppa !” sahutku setelah menutup telpon dan mengahmpirinya yang menunduk lesu. Henry masih heran.

“kau di marahi appamu ? kalo begitu lain kali saja kita jalan, aku tidak enak dengan appamu” tanyanya cemas. Huah ! tampangnya menggemaskan.

“aniya, dia bukan appaku ..”

“nuguya ?” tanyanya penasaran.

“ayo berangkat, keburu malam !” ajakku menarik tangan Henry oppa yang masih dengan tampang herannya.





Kami pergi ke toko kue dekat taman kota. Henry mulai memesan kue.

“Euncha, kau mau pesan apa ?” tanyanya.

“mm.. strawberry cheese cake oppa. “ jawabku.

“ne, strawberry cheese cake-nya 2 “ ucapnya ke seorang pelayan toko dan selang beberapa menit pesananpun datang. Aku dan Henry memakannya sambil mengobrol banyak


tiba - tiba kami diam atu sama lain. Aku makan kueku dan melihat pemandangan sore di jendela. Indah sekali.

“Euncha” panggil Henry . Aku melihat wajahnya sedang memandangku, ternyata daritadi dia melihatku. Wajahku memerah. Mati kutu aku !

“Nn ..ne ?” jawabku




TBC

Friday, July 16, 2010

All my heart ♥ Part 2

Pagi hari…



‘kringg !! kringg !!’ jam weker dikamarku mulai berontak. Aku masih mengantuk!
Rasanya mataku sudah tidak mau di pejamkan lagi. Aku bangkit dari tempat tidurku dan keluar dari kamarku.

Kubuka pintu kamar berwarna putih itu dan tanpa sengaja aku menabrak sesuatu di depanku.


“auh !” pekikku kaget.

“ah mian, oh annyeong Euncha !” jawab seseorang yang aku tau suaranya. Aku mendongakkan kepalaku.

“annyeong “ jawabku datar. Masih mengantuk. Aku melewatinya begitu saja, dan turun ke lantai bawah.

“Yak ! baru bangun nona?” tanya Eunhyuk oppa yang duduk di ruang keluarga sambil mengutak – atik laptopnya.

“huum ..” anggukku sambil mengucek mata kananku dan mencomot roti di meja makan.



‘Plak !’



“Chagi, itu rotiku !” omel Eunhyuk oppa. Tapi roti itu sudah terlanjur aku makan dan sekarang aku kunyah.

“dariapada sia – sia oppa, aku makan saja! Habis oppa melototin laptop terus.”jawabku polos, Eunhyuk oppa masih mengerjakan tugasnya.

“tugasku banyak chagi dan deadline-nya hari ini !” jawabnya

“ Yak ! itu susuku, Euncha !!!” omelnya lagi. Kali ini aku meminum susu yang ada di meja makan. Aku hanya tersenyum polos dengan tampang innocent ku.

“kau ini !! aish !” pekiknya geram.

“annyeong .. “ ucap seseorang dari belakangku.

“eh kau, annyeong” jawab eunhyuk oppa. Aku menengok ke arah belakang dan masih meminum susu itu.

“uhuk !” aku tersedak, dia ? pagi – pagi sudah buat sport jatung orang. Lagi lagi aku terpanah dengan Jung Soo. Dia memakai polo shirt putih dan celana jeans. Aigoo~


“gwechanayo ?” tanyanya memegang pundakku. Mataku membulat.

“ah, gwechana .. “ jawabku cepat.

“hahahah !! itu balasannya orang yang suka makan makanan oppanya !” ejek Eunhyuk oppa.

“cih ! Ini aku kembalikan ! Gomawo !” sahutku ketus memberikan segelas susu yang sudah habis setengah dan kembali ke kamar.

“yak ! sudah habis ? Euncha !! buatkan lagi !!” pekik Eunhyuk oppa keras.


“BUAT SENDIRI !!” teriakku dari lantai atas.




***




Sehabis mandi, aku mengganti pakaianku dengan seragam sekolahku. Kemeja putih dan dasi bergaris berwarna abu –abu indigo, dan di lapisi cardigan abu – abu tua dan jas sekolah berwarna indigo. Ku tata rokku yang berwarna senada dengan jasku.
Setelah mengkuncir rambutku, aku mengambil tas ranselku dan turun kebawah.


“Oppa ! aku berangkat dulu !” teriakku melewati eunhyuk oppa yang masih berkutat dengan laptop kesayangannya.

“EH !!” pekiknya.

“mwo ?” aku berhenti dan kembali ke Eunhyuk oppa.

“Kau tunggu Leeteuk dulu, dia masih di garasi” ucapnya. Aish, aku lupa hari ini sekarang di antar jemput dengan Jung Soo.

“Ne ! aku berangkat oppa !” jawabku malas dan pergi.

"Hati - hati !" teriak Eunhyuk oppa dari dalam.




Dan lagi – lagi langkahku terhenti, aku melihat Jung Soo yang sudah berdiri di depanku dan bersandar di mobil Honda New Civic silver. Huah ! Apa - apaan ini ???


“sudah siap ?” tanyanya. Aku masih diam seperti patung di depannya. Tapi, pertanyaannya baru saja sukses membuatku sadar. Aku hanya mengangguk dan masuk ke dalam mobil.





Di gerbang sekolah


“Kau pulang jam berapa ?” tanyanya.

“un ? sekitar jam 3” jawabku sambil melihat jam digital putih di tanganku.

“arraseo” ucapnya terssenyum manis dan sukses besar membuatku terpanah lagi.

“Euncha-ah !!” pekik ShinRin yang tiba – tiba datang.

“ShinRin-ah!!” teriakku kaget.

 “hehehhe, ayo kita masuk! bukannya sudah bel masuk?“ lanjutku yang sudah tau ShinRin pasti mau bertanya ‘ itu siapa ?’ saat dia melihat Jung Soo.


“hah ? N..ne .. “ jawab ShinRin heran. Aku dan ShinRin  pergi dan masuk ke dalam kelas.




Sesampainya di kelas aku sudah siap bercerita pada ShinRin yang aku tau pasti sekarang dia bertanya – tanya.

“jadi gini ..” kataku mengawali ceritaku. Belum sempat aku bercerita, tiba – tiba seseorang yang jelas aku kenal itu masuk ke kelasku. Dia memakai seragam yang sama denganku, dia siswa disini. Wajahnya imut sekali~

“Euncha, nanti sepulang sekolah ada acara ?” tanyanya, aku hanya menggeleng.

“Bagaimana kalo kita jalan!” ajaknya, dan aku hanya mengangguk tanpa berfikir.


“Geudae! “ jawabnya dan pergi dari kelasku. Sepulang sekolah ? Jalan ? Aish ! aku lupa !

“Henry-ah!!” panggilku tapi dia sudah terlanjur jauh.


TBC

Thursday, July 15, 2010

No Other - Haerin~ part 2

‘dug.cit.dung.cit !!’ dencitan sepatu nyaring sekali. Aku bermain basket lagi sepulang sekolah. Selama 1 jam aku bermain basket, di mana dia ? hari ini aku tidak melihatnya sama sekali ?


Aku beristirahat sebentar, duduk di lantai kayu yang dingin itu. Nafasku masih belum teratur. Sepertinya hari ini aku terlalu bersemangat. Keringat sudah membasahi tubuhku. Tiba – tiba sesuatu yang dingin menyentuh pundakku.


“Oppa pasti haus ! “ ucapnya tiba-tiba yang menyodorkan air mineral. Aku menengok siapa yang membawa air itu.

“ShinRin-ah ? haha gomawo “ jawabku yang mengetahui kalo itu ShinRin. Aku langsung meminumnya, ShinRin duduk di sebelahku.

“Ne, cheonmaneo ! oppa, aku belum bisa menerima tantanganmu. Lihat “ sahutnya memelas dan menunjuk kakinya yang di balut perban putih.

“Mwo ? Kakimu kenapa ?” tanyaku kaget.

“kemarin kakiku terkilir, waktu aku membantu MinRi di perpustakaan “ ceritanya polos. Dia seperti anak kecil.

“sudahlah, biarkan kakimu sembuh dulu. Lagi pula pasti aku yang menang, akukan lebih hebat! “ sahutku sombong.

“cih ! andwae ! besok kakiku juga sembuh dan bersiaplah oppa !! “ tantangnya.

“ ahahhaahha, ini juga masih sakit ! “ tawaku sambil menyentuh kakinya yang diperban itu.

“Au ! Opaa ! Appo! “ pekiknya sambil memukul pundaku.

“hahhahaha, besok belum sembuh ! mungkin seminggu lagi ” jawabku.

“aish ! mana mungkin ?!” sahutnya.

“mungkin ! “ jawabku enteng.

“yak ! oppa ! bilang aja kalo kau takut bertanding sama aku ! hahahhahah” tawanya.

“hahhahaha !! “ tawaku sambil mengacak – acak rambutnya yang penddek sebahu itu.

“pulang yuk, oppa !” ajaknya dan aku mengiyakan. Aku bangkit dari tempatku duduk dan membantunya bangkit. Hari ini aku mengantarnya lagi, entah kenapa aku nyaman sekali dengannya. Hahhaha apa aku menyukainya ? ya, mungkin.

"Oppa, kazza !" ajaknya.

"Ne !" sahutku setelah mengambil tasku. Dia jalan mendahuluiku, terlihat dia berjalan sangat susah dengan satu kaki yang diperban seperti itu. Dengan sigap aku langsung menaruh tangan kanannya ke leherku dan tanganku memegang pinggangnya. Dia terlihat terkejut,

"aku bisa oppa .. " ucapnya.

"sudah diam ! " aku terus membopongnya. ShinRin diam sejenak.

"gomawo .. " ucapnya sambil tersenyum. Ya, senyum yang aku suka darinya.

"hhmm, cheonmaneo .. " jawabku dan membalas senyumnya.






Sesampainya di rumah Rin,


“oppa, mau mampir ?” tawarnya setiap kali aku mengantarkan dia pulang.

“hmm gomawo “ “lain kali saja “ jawaban itu yang selalu aku ucapkan.

“ne, arraseo “

“sudah pulang ShinRin-ah ?” tanya seseorang namja membuka pintu rumah ShinRin.

“ne, oppa “ jawabnya.

“suruh temanmu masuk, masuklah “ tawar namaja itu yang ternyata oppa ShinRin ramah. Aku membalasnya dengan senyum.

“gomawo hyung, sudah malam” jawabku dan pamit.

“ne, hati – hati oppa !” sahutnya melambaikan tangan. “sepertinya dia anak yang baik .. “ ucap hyung.nya terdengar samar – samar.



TBC

.hehehhe ~ mian kalo jelek

Tuesday, July 13, 2010

No Other - Haerin~

FF ini buat 친한 친구, Shin Rinrin. aku buat part dulu ya, hehehehe mian kalo jelek :P



***


‘dug.dug.dug !’ suara dentuman bola basket terdengar di lapangan basket indoor sekolah. Mataku masih terfokus dengan ring basket yang dengan setia menempel diatas. Aku sedang berlatih basket, sepulang sekolah aku selalu berlatih basket di ruangan ini. Sekarang, di sini hanya ada aku dan bola kesayanganku.


‘Hup!’ aku mulai memasukan bola orange ini ke dalam ring. Dan dengan sekejap bola itu dengan suksesnya masuk ke dalam ring. Dan seulas senyum mulai terukir di bibirku. Yah, akhirnya aku bisa melakukan three point !


‘prok.prok.prok !!’ tepuk tangan seseorang dari belakang. Aku menengoknya. Dia ..


“wah, hae oppa, kau hebat ! tapi, tentu saja aku lebih hebat! “ ujarnya manantang. Dia menghampiriku. Oh tuhan perasaan apa ini, kenapa jantungku berdetak cepat!

“hahahahha, jinca ?” tanyaku sambil mengacak rambutnya. Aku berusaha menutupi rasa gerogi-ku ini setiap dia muncul.

“ne! kazza ! “ sahutnya yang langsung menyabet bola yang ada di tangan kiriku. Dan dia mulai men-dribble bola basketku dan dengan cantiknya dia melakukan lay up.

“Otte? “ ucapnya tersenyum padaku. Aku hanya terdiam, aish, kenapa detakan jantungku ini makin cepat ?! Untuk sesaat aku masih terpanah denganya.

“Oppa ! Tangkap !” teriaknya yang membuatku sadar dari lamunanku.


‘Hup!’ dengan sigap tanganku menagkap bola itu. Aku menatapnya dengan tatapan heran.


“Ayo ! Kita bertanding ! “ tantangnya sambil tersenyum manis padaku. Oh damn, she’s so gorgeous!

“Arraseo ! “ sahutku senyum misterius, melempar bola padanya lagi dan mulai lari mendekatinya untuk merebut bola yang segaja dia tawarkan padaku. Saat aku mengambil bola itu, dia langsung mengalihkan bola itu dan membawanya lari.


‘hup!’ sekali lagi dia memasukkan bolanya.



“oppa, kau payah ! “ ejeknya. Aku tak mau kalah, aku mulai merebut bola itu.




***



Sepulang berlatih, aku mengantarkannya pulang kerumah. Selama perjalanan kami habiskan untuk bercanda, ya rumahnya dekat dengan sekolah jadi kami hanya berjalan kaki. Lama kami mengobrol, sampai tidak terasa sudah sampai di rumah putih yang sederhana namun indah itu. Dia mulai membuka gerbang kayu rumahnya.

“Gomawo oppa, mau mampir ?” tawarnya.

“hmm ..gomawo” aku menggelengkan kepala “ lain kali saja, ya!” lanjutku tersenyum.

“arraseo! Hati – hati oppa ! “ ucapnya.

“Ne ! “ jawabku. Dia memasuki rumahnya.


“ShinRin-ah ?” panggilku saat dia mau masuk kedalam rumahnya.

“Ne?” tanyanya membalikkan badan.

“Lain kali aku tidakakan kalah ! ayo kita bertanding lagi !“ tantangku.

“hahahhahah ! Geurae ! aku tunggu ! “ jawabnya.

“Jalga, oppa ! “ ShinRin melambaikan tangannya.


Aku berjalan menuju halte dekat sini, tidak hentinya aku tersenyum.


“mungkin aku tau, perasaan apa ini .. “ ucapku duduk di kursi halte. Aku ambil iPod dan ku pasang headphone ke telingaku sambil menunggu bus datang.



TBC~

.mian kalo jelek FF.nya hehehhe :P

All my heart ♥ Part 1

All My Heart ♥  Part 1 


 cast : 


 Lee Hyukjae as Eunhyuk


 Park Jung Soo as Leeteuk 




~~~~




“ring.ding.dong.ring.ding.dong… “ suara bel pulang sekolah terdengar nyaring diseluruh sekolah. Semua murid keluar kelas dengan tampang gembiranya. Aku masih sibuk dengan buku – buku yang berantakan didepanku. Hari ini memang melelahkan.




 ‘sorry.sorry.sorry.sorry ..’ handphone-ku berdering. Kurogoh handphone di kantung bajuku.




 “yoboseo ? “ sapaku mengangkat telpon. 


 “chagi, kazza pulang! Appa menunggumu, dia bilang ada yang ingin di bicarakan! “ jawab namja di seberang sana.


  "Oppa ! Hari ini aku ada janji dengan ShinRin ! bilang saja ke appa, besok saja ya .. “ rengekku padanya. Dia oppaku, Eunhyuk.


 “andwae ! cepat pulang !! kazza ! “ serunya. 




 ‘Klik !’ sepertinya rengekkanku tidak mempan, yak oppa kau merusak rencanaku! 




 “waeyo, Euncha ? “ tanya ShinRin menghampiriku dan duduk di bangku depanku. Dia sudah bersiap untuk pergi.  


“Oppa menyuruhku pulang cepat “ jawabku malas dengan muka yang ditekuk -o- 


 “sudahlah, kan masih ada hari besok “ jawabnya. 


 “arraseo … aku pulang dulu ya” jawabku dan pergi dengan cepat. 




 Sesampainya di rumah,


 “aku pulang .. “ ucapku sambil membuka pintu. Terlihat Eunhyuk Oppa menungguku diruang tamu. 


 “yak ! kau lama sekali ?!” omelnya.


 “mian oppa, ada apa sih sebenarnya ?” tanyaku penasaran. 


 “ikut aku!” dia mengajakku ke ruang kerja appa. 




 ‘Kriekk!’ Aku dan Eunhyuk oppa masuk pelan-pelan. 




 “Appa .. “ panggil Eunhyuk oppa pelan dan kepalanya menyumbul ke dalam ruang kerja appa. 


 “ah Hyuk-ah, Euncha sudah pulang ?” tanya appa. 


 “Ne! Euncha appa memanggilmu ! “ seru Eunhyuk oppa. Aku pun masuk ke dalam. Pertama yang aku lihat hanya wajah appa yang sedang duduk di kursi kerja biasanya, tapi setelah pintu benar – benar terbuka .. 




“Ah Euncha, ini kenalkan .. “ kata appa memperkenalkan seorang namja di depannya. Dia memakai kaos hitam berlengan buntung, tinggi, putih, berambut pirang kecoklatan dan matanya bulat. Tampan !









“annyeong, na-neun Park Jung Soo imnida..” ucap namja itu memperkenalkan diri dengan ramahnya dan senyumnya .. OMONA !! makhluk darimana dia ini !!


 “hey, perkenalkan dirimu .. “ bisik Eunhyuk oppa sambil menyenggol tanganku, membuyarkan lamunanku. Untuk sesaat aku terpanah dengan orang itu. 


 “Ah ne, annyeong na-neun Lee Euncha imnida” jawabku membungkukkan badan. 


 “jadi Euncha, dia akan menjagamu selama appa pergi bekerja ke Jepang” sahut Appa. 


 “maksud appa ? kan sudah ada Eunhyuk oppa .. dan biasanya juga seperti itu” jawabku sambil menunjuk oppaku yang sibuk mengobrol dengan Jung Soo-sshi.


 “Aniyo, Hyuk sedang sibuk dengan semester terakhirnya. Jadi JungSoo yang akan menjagamu kemanapun kamu pergi, termasuk mengantarmu ke sekolah. “ ucap Appa. 


 “BOE ?! Appa !!Shirro !! “ rengekku dengan suara lantang di ruang kerja appa. Dan sukses mengalihkan perhatian Eunhyuk oppa dan Jung Soo-sshi. 


 “ini sudah jadi keputusan appa. Kau anak perempuan satu – satunya dikeluarga ini, zaman sekarang pergaulan sudah sangat bebas dan apalagi kau itu anak perempuan, kalo ada apa – apa denganmu bagaimana? Lalu bla..bla..blaa…” appa mulai berceramah, 


 “Jadi kau harus menurut ucapan appa ! “ jawab appa tegas. Apa ?! Aku harus di jaga dia ? Orang yang baru aku kenal ? Namja yang aku belum tau asal usulnya ? Yaa~ meskipun dia tampan, tapi bukan berarti aku suka diatur-atur seperti ini.  Jadi artinya, aku harus di kawal dengan dia kemana saja ?! Oh tuhan, hari apa ini ? ToT 






 Makan malam Kami makan malam seperti biasa diruang makan keluarga. Aku masih saja diam dan sebal dengan perilaku appa. Memangnya aku masih kecil, harus di jaga. Eunhyuk oppa sepertinya sudah akrab dengan Jung Soo. Mereka mengobrol terus saat makan. Appa sengaja kembali ke kamarnya lebih dulu, karna ingin mempersiapkan keberangkatannya besok. Jadi, di ruang makan ini, hanya ada aku, Eunhyuk oppa, dan Jung Soo. Aish, bisa-bisa mati kutu aku di sini --“ Sudahlah daripada aku diam disini, aku kembali saja ke kamar.


 “Un ? Chagi, mau kemana ?” tanya Eunhyuk oppa saat aku bangkit dari tempatku. 


 “aku kenyang, aku juga sudah mengantuk oppa .. dadah, selamat malam .. “ jawabku malas sambil melambaikan tangan ke oppaku. Aku pun berbalik dan pergi dari tempat itu. Dan aku dengar mereka tertawa. Ada yang lucu ? 






 *Eunhyuk POV* 


 Aku dan Jung Soo masih mengobrol. Tiba – tiba dongsaengku, Euncha pergi, dia bilang kalo dia kenyang dan sudah mengantuk.


 “hahhaha, dasar anak aneh ! Belum berubah juga anak itu .. “ tawaku. 


 “mungkin dia masih marah tentang tadi siang “ ucap Leeteuk sambil memakan makanannya. 


 “hmm, mungkin. Tapi, dia sudah besar harusnya lebih dewasa dikit. “ kritiku. 


 “hahhaha memangnya kau sudah dewasa ,hah ? kau dan dongsaengmu sama saja! !” ejek Leeteuk.


 “Yak ! Teuki-ah! “ pekikku sambil menjitak kepalanya pelan. 


 “au !! hahahha !!" pekiknya 


 "Oya Nyuk-ah, dongsaengmu itu .. “ ucapnya menggantung.


 “mwoyo ?” tanyaku antusias. 


 “aniya ! hahahahha sudah, aku mau tidur, besokkan aku sudah mulai menjaga dongsaengmu !” sahutnya dan pergi ke kamarnya. 


 “yak ! dasar aneh kau Jung Soo !! “ teriakku. 


 “hahhah, apa dia .. ah sudahlah! “ gumamku sambil membereskan piring sisa makanku tadi. Leeteuk, dia teman ku sejak SMP dan kami berpisah saat SMA. Dan kami bertemu lagi, karna dia kuliah di tempat yang sama denganku. Kyuhnnie University. Dia bekerja dengan appa karna dia membantu appanya yang sedang kesusahan. Perusahaan appanya bangkrut dan dia terpaksa bekerja sambil kuliah. Dia memang anak yang berbakti dengan orang tua.




 *Eunhyuk POV -end-* 






 TBC~