Di taman sekolah, aku duduk di bangku kayu taman dengan gagang hitam dengan sedikit ukiran. Huff, hari terakhir masuk sekolah. Sebentar lagi liburan musim gugur, aku dan Eunhyuk oppa akan berlibur ke pulau Jeju. Dan pastinya Eunhyuk oppa mengajak Jung Soo. Aish, aku masih kesal dengannya tentang waktu itu.
Pohon pohon di taman sekolah sudah mulai berubah warna merah sedikit ke kuningan. Cantik. Aku suka sekali musim gugur. Aku menikmati suasana di taman dengan pemandangan dauh – daun pohon yang kemerahan itu gugur. Tiba – tiba ada tangan iseng yang menutup ke dua mataku.
“yak ! nuguya ?? “ tanyaku pada si tangan iseng.
“majchwobwa !! “ serunya tetap iseng. Aku coba meraba tangan itu, siapa tau aku tau siapa pemilik tangan itu.
“aa ~ Rin-sshi ! “ tebakku bodoh. Jelas – jelas suaranya seorang namja.
“aniya !! Masa kau tidak mengenali pacarmu sendiri ?” dengusnya kesal membuka kedua tangannya yang menutupi mataku. Aku memang tau kalo itu Henry oppa, tapi aku sengaja mengusilinya.
“hahahah !! aku bercanda oppa, nongdam oppa ~ “ tawaku melihat tingkahnya seperti anak kecil.
“aish !! chagi sedang apa di sini ? kenapa melamun ?” tanyanya yang sudah duduk di sebelahku.
“a aniya .. cuma menikmati udara disini oppa, pemandangannya juga bagus. “ jawabku sambil menikmati pemandangan.
“ne, aleumdaun .. “ sahutnya yang juga ikut menikmati pemadangan sambil memejamkan matanya menghirup udara musim gugur.
“oh ya oppa .. “ ucapku.
“ne ?” tanyanya menatapku dan tersenyum manis. Dies ! tatapan matanya sukses membuat kata – kata yang mau aku ucapkan hilang begitu saja.
“a .. a .. “ Rileks Euncha ..
“ aa .. oppa liburan ini mau pergi kemana ?” tanyaku berusaha tenang.
“mm .. molla~ “ jawabnya sambil berpikir.
“kita pergi yuk ?” ajaknya tiba – tiba.
“mwo ? mianhae oppa, aku pergi dengan oppaku liburan nanti. Mianhae .. kapan – kapan saja ya “ suruhku.
“hahhaha gwechana .. “ jawabnya sambil mengacak poniku. Kita bercanda bersama sampai akhirnya bel masuk sekolah dan sekaligus bel pulang sekolah berbunyi.
“ayo ..” ajaknya sambil berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangannya padaku. Aku menerimanya dan berdiri. Kita berjalan masuk ke sekolah dengan iringan daun – daun dari pepohonan yang berjatuhan.
“chagi, itu .. sudah di jemput “ ucap Henry oppa sambil menunjuk Honda New Civic Silver yang menghampiriku. Jung Soo sudah menjemputku. Henry oppa sedaritadi menungguku sampai Jung Soo menjemputku, sebenarnya Henry oppa menawariku untuk dia mengantarku tapi aku menolak karna aku tau pasti akan ada yang terjadi.
“ne, oppa aku duluan ya! Hati – hati oppa, jangan mengebut meskipun jalanan sepi ! Jangan menyetel music keras – keras nanti kalo ada .. “
“au !! oppa sakit !! “ pekikku, belum sempat aku melanjutkan omonganku Henry oppa sudah mencubit pipiku.
“kau ini cerewet sekali ya !! hahahhaha araseo chagi~a … “ jawabnya gemas sambil mengacak – acak poniku. Aku pasang wajah cemberutku, Henry oppa malah mencubit pipiku lagi. Kita bertengkar kecil, tapi tidak sungguhan. Dia terus – terusan mencubitku dan aku juga tidak mau kalah aku ganti mencubit pipinya yang chubbie itu. Sampai – sampai aku lupa kalo aku mau pulang.
‘TIN !!’
Suara klakson mobil didepanku berdenging dan sontak mengagetkan kita berdua yang masih asik bercanda.
“ya sudah oppa, aku pulang dulu ya ! “ ucapku terakhir kalinya dan sebelum aku pergi tiba – tiba Henry oppa mencium keningku lembut. Aku masih terpaku melihat aksinya.
“hati – hati ya chagi, kalo sudah sampai kasih kabar ya ..” suruhnya mengelus rambutku. Aku hanya mengangguk tanda ‘iya’ dan akupun masuk ke mobil. Henry oppa juga masuk ke dalam mobil Audi A4 putihnya.
Saat aku mau berjalan ke arah mobil Jung Soo, aku melihat Jung Soo dari kaca depan mobil yang menatap Henry oppa dengan tatapan sinisnya lalu dia mengalihkan pandangannya ke jendela.
Aku membuka pintu mobil dan masuk. Jung Soo mulai menyalakan mobilnya, selama perjalanan di antara kita tidak ada yang memulai pembicaraan.
“Jung Soo sshi .. “ pekikku sedikit ketakutan. Mobil yang kita kendarai ini mulai melaju lebih cepat tidak seperti biasanya. Jung Soo semakin menginjak gasnya dalam dalam, dia tidak menghiraukanku yang dari tadi mulai ketakutan. Ku pererat sabuk pengamanku.
“Jung Soo-sshi !! kau jangan gila !! Kita bisa mati Jung Soo-sshi !! “ teriakku tapi dia sama sekali tidak memperdulikannya. Tatapan matanya semakin tajam, tangannya yang memegang stir mulai mengeras. Kenapa dia ? Aku tau dia sedang emosi, tapi kenapa ???
“Jung Soo !! Aku bilang hentikan mobil ini ! Hentikan !! “ teriakku dengan suara yang mulai bergetar. Kecepatan mobil ini semakin bertambah dan apalagi cara mengemudinya yang mulai ugal –ugalan. Tuhan apa ini akhir hidupku ???
“Sekali lagi aku bilang HENTIKAN JUNG SOO !! ATAU AKU AKAN …” belum sempat aku menyelesaikan kata – kataku dia sudah mengerem mobil ini secara mendadak. Gertakkanku ternyata ampuh juga, tanpa basa – basi ku lepas sitbelt yang aku pakai dan turun dari mobil.
Aku berjalan cepat tepatnya berlari menjauh dari mobil Jung Soo, tapi rasanya kakiku tidak kuat lagi untuk berlari karna terlalu shock. Tiba – tiba ada sesuatu yang menahan tanganku. Aku menatap seseorang yang menahan tanganku itu.
“APA !! BELUM PUAS KAU HAH ?? BELUM PUAS KAU BUAT AKU HAMPIR MATI !!” teriakku kencang meskipun suaraku masih bergetar. Dia menggenggam tanganku kuat, aku berusaha melepaskan tangannya tapi terlalu kuat.
“lepaskan !!! aku mau pulang sendiri, lepaskan Jung Soo .. “ suraku perlahan mulai hilang dan cairan yang sedaritadi tertahan dan membuat dadaku sesak akhirnya keluar juga. Menangis.
Dengan lembut tiba – tiba Jung Soo memelukku yang masih menangis. Jung Soo mengelus rambutku lembut berusaha menenangkan tangisanku yang masih belum berhenti. Entah apa yang aku rasakan sekarang sedih, marah, dan nyaman .. nyaman ?? Ya aku merasa nyaman saat di peluk olehnya, apa – apaan aku ini ??
“kita pulang bersama .. “ jawabnya lembut.
“aniya !! aku mau pulang sendiri .. “ sergahku melemah. Tubuhku masih saja bergetar ketakutan dan Jung Soo tau dia semakin mempererat pelukkannya.
“mianheyo .. jeongmal mianhae .. “ ucapnya pelan. Tangisanku bukannya berhenti tapi semakin mengeras. Ku benamkan wajahku ke dadanya yang menutupi wajahku.
Di sebrang sana, entah kenapa aku merasa ada yang memperhatikan aku dan Jung Soo berpelukkan. Tapi aku tak tau siapa, aish aku selalu saja punya firasat yang aneh.
Mobil Audi A4 putih berhenti agak jauh dari mobil Jung Soo. Si pemmilik mobil itu melihat jelas adegan demi adegan yang di lihat di depan matanya sendiri. Henry melihat kekasihnya sedang di peluk dengan ya tak lain adalah Jung Soo.
"Brengsek, dia pakan Euncha ?!!" geramnya sambil memukul stir.
“kita pulang arraseo ..” ajaknya melepas pelukkannya dan aku hanya mengangguk menurut dengan Jung Soo. kita masuk ke dalam mobil.
Saat masuk ke dalam mobil, aku sedikit trauma. Aku hanya diam saja, tubuhku masih saja bergetar. tiba - tiba tangan Jung Soo menggenggamku dan menatapku.
"mianhaeyo .. mianhae aku sudah membuatmu ketakutan. Jeongmal mianhae .. " ucapnya menatapku lurus. mataku yang masih sembab bisa melihat matanya yang benar - benar memancarkan rasa bersalah yang sangat amat dalam.
"berhentilah menangis .. sekarang aku menyetirnya pelan - pelan, ottoke ?" yakinnya dan mengusap air mataku dengan tangannya. kitapun pulang ke rumah dan mungkin karna aku terlalu lelah menangis, akhirnya akupun tertidur.
***
mian FF.nya rada ng.gaje ~ hehhehe :P
KEREN SESKALI PAAAAAAAAK !!!!
ReplyDeleteLANJOTKAN ~~~
ini sinetron banget ~
kira-kira backsoundnya apa ya ?
hmmmmmm ~~
teruskan Chan-ssi kau pasti bisa !!!
ayooooooo !!!!!
hahahahahhaha xD