Wednesday, September 29, 2010
notes silly girl ! 'I can't ... really '
Tuesday, September 28, 2010
notes silly girl ! 'like a fool'
Thursday, September 16, 2010
All my heart ♥ Part 16
Hari ini Jung Soo mengajakku pergi, entah kemana. Aku hanya menurut saja selama dia tidak macam – macam denganku. Setelah kami makan pagi bersama, aku pamit pada Eunhyuk oppa yang sedang mencuci mobil Hyundai Grandeur kesayangannya.
“Oppa aku pergi dulu ya .. “ pamitku pada Eunhyuk oppa yang masih asik dengan mobilnya.
“Oh ne, mau kemana ?” tanyanya berhenti sebentar mengelap.
“Aku mau mengajaknya ke kota sebentar .. “ jawab Jung Soo.
“Arasseo, hati – hati di jalan “ seru Eunhyuk oppa sambil mengacak poniku dengan tangannya yang basah.
“Oppa ! Basah !! “ pekikku sambil mengerucutkan bibirku. Eunhyuk oppa malah terkekeh, dasar oppa tidak bertanggung jawab. Aku dan Jung Soo pun berangkat.
“Leeteuk oppa, kita mau kemana ? “ Selama perjalanan aku terus mengoceh seperti itu, bertanya padanya kita mau kemana. Tapi dia tidak mau menjawabnya, hanya berkata ‘nanti kau juga akan tau’. Huh sangat menyebalkan !
“hmm .. ? museum ??” tanyaku mengernyitkan kening saat di depan museum yang bertuliskan ‘museum teddy bear’.
“Ne, museum. Kau belum pernah kesini ?” tanyanya, aku menggeleng cepat.
“baiklah, aku yang pertama mengajakmu kesini berarti ! hahaha “ tawanya bangga.
“Aish … “ dengusku, Jung Soo mengajakku masuk dan tiba - tiba tangannya menggandeng tanganku.
Deg !
“ah mian … “ Jung Soo melepaskan gandengannya dan berjalan mendahuluiku. Mukanya memerah, apa memerah ? apa dia grogi ?
Aku dan Jung Soo pun masuk setelah membeli tiket. Kesan pertama masuk museum ini, hanya ada satu kata.
“Aigooo !! “ pekiku membulatkan mataku.
“kau suka ?” tanyanya melihatku kegirangan.
“Ne, sangat ! Lucu sekali oppa !! “ jawabku melihat – lihat banyaknya boneka teddy bear yang lucu terpajang di mana - mana. Aku berjalan melihat – lihat semua boneka lucu itu yang terpajang bebas di museum ini.
Ada boneka yang menjelaskan tentang kehidupan masyarakat korea zaman dahulu, seperti masyarakat – masyarakatnya yang sedang bekerja, mencuci di sungai. Dan ada juga tentang kerajaan korea. Boneka teddy bear ini di susun seperti layaknya kejadian pada saat itu. Seperti yang satu ini, boneka yang menjelaskan tentang para dayang di kerajaan sedang menjamu tamu – tamu dari kerajaan lain. Sangat menggemaskan.
Setelah puas melihat – lihat, Jung Soo mengajakku ke toko yang menjual souvenir boneka teddy bear ini. Akupun berkutat dengan boneka – boneka yang di jual untuk souvenir, Jung Soo melihat – lihat keramik berbentuk teddy bear.
“ada yang kau suka ?” tanyanya mengagetkanku.
“mm … “ jawabku setengah mengangguk setangah menggeleng.
“aya ! yang benar ada atau nggak ?” serunya. Aku berpikir sesaat, sebenarnya ada boneka yang aku suka. Boneka couple, boneka beruang berpasangan yang menggunakan baju hanbok, baju tradisonal korea. Aku ingin memberi Henry oppa boneka itu untuk hadiah ulang tahunnya. Sebentar lagikan Henry oppa ulang tahun.
‘sorry.sorry.sorry.sorry ..’ handphone-ku tiba – tiba berdering. Terterah di layar handphone siapa yang menelponku.
Mochi ~ mochi is calling
“yoboseo, oppa ?” sapaku girang.
“chagi, bogoshipo !! kau di mana ? masih berlibur ? kapan kau pulang ? “ serbu Henry oppa dengan macam pertanyaan. Hahahah aku juga merindukan Henry oppa.
“ nado bogoshipo, oppa !! hahahha satu – satu oppa kalo tanya, aku masih di Jeju mungkin pulang besok. Bersabarlah .. “ jawabku tersenyum senang.
“baiklah, jangan lama – lama. Bogoshipo chagi~a “ ucapnya lagi seperti anak kecil.
“hahahahah ne, nado bogoshipo oppa “ jawabku terkekeh pelan dan ku matikan telepon dari Henry oppa.
“cepatlah, sudah ada yang aku incar ?” pekik Jung Soo dingin tiba – tiba yang sudah ada di depanku dengan bingkisan besar di tangannya, sepertinya dia membeli sesuatu. Sikapnya berubah lagi, huh benar – benar orang ini !!
“ara .. sabar sedikit ! “ sahutku yang langsung mengambil boneka yang aku incar tadi dan membayarnya ke kasir.
“kamshahamnida, noona “ seru si tukang kasir ramah setelah aku membayar barang yang ku beli. Aku tersenyum dan pergi meninggalkan toko itu menuju parkiran mobil.
"Leeteuk oppa ! " panggilku pada Leeteuk yang sudah berjalan mendahuluiku. Dia berhenti dan melihatku, akupun berlari kecil menyusulnya.
"oppa, itu untuk siapa ?" tanyaku saat sudah menyamai langkahnya. Dia melihat bungkusan besar yang di bawanya.
"untuk ... " jawabnya menggantung.
-TBC~
.mian kalo semerawut :P
Tuesday, September 14, 2010
Will you kiss me ?? -part 1-
annyeong, saya kembali lagi !! hahahhaha ^^. FF ini dapet inspirasi dari komik 'itazurana kiss' dan kena ilham dari film 'playful kiss', jadi ini dia fan fiction yang di remix ulang ... tada !! semoga suka ...J
***
Jam dinding pink yang masih saja bertengger di dinding putih itu menunjukkan pukul 10 pagi. Si pemilik kamar masih berkutat dengan cerminnya. Gadis itu sedang menyisir rambut pendek sebahunya yang berwarna coffee brown. Dia memakai bedak tipis ke kulit putihnya dan memoleskan lip gloss bening ke bibir mungilnya yang merah.
“Euncha … !! “ panggil seorang wanita di bawah.
“Ne, eomma ?” tanyanya gadis itu menyumbulkan kepalanya dari pintu kamar.
“sarapannya sudah siap, turunlah … “ suruh wanita itu yang ternyata eomma-nya.
“Ne, aku turun …” jawabnya yang langsung mengambil jam putih digitalnya dan memakainya. Sebelum keluar kamarnya, dia bercermin sebentar merapikan pakaiannya. Dia rasa pakaiannya sudah rapi dan cepat turun ke bawah, karna eomma dan appa-nya sudah menunggu untuk sarapan.
"annyeong, eomma " sapa gadis itu sambil mencium pipi eomma-nya yang sedang menyiapkan sarapan pagi untuk mereka
“pagi … hm ? “ eomma Euncha sedikit mengernyitkan keningnya sambil memperhatikan anaknya dari atas sampai bawah.
“wae, eomma ?” tanyanya juga ikut kebingungan sambil melihat dirinya sendiri. Tapi tiba – tiba eommanya tersenyum dan terkekeh kecil.
“wae, eomma ? Ada yang salah ?” tanya Euncha masih kebingungan.
“Aigoo, anak eomma cantik sekali. Mau pergi kemana, Euncha ? Pasti kau mau berkencan, ya ?” goda eomma. Gadis di hadapannya sedikit memerah. Malu.
“eomma !! Aniya … aku cuma jalan – jalan saja “ jawab Euncha malu.
"yang benar ? ahh ... kau jangan berbohong pada eomma ya .." goda eomma-nya terus.
"Ne, aku tidak berkencan eomma! " jawab Euncha cepat.
"jeongmal ?" goda eomma-nya sekali lagi dan itu semakin membuat warna merah menyumbul di pipinya yang putih. Euncha langsung mengangguk cepat.
"jeongmal ... ???" goda eomma-nya lagi.
"eomm ... "
'dug ... dug ...dug ...'
"sarapannya apa su .... OMONA !!! " teriak seorang namja yang baru turun dari tangga. Eomma dan Euncha serentak menutup telinga mereka.
"Omona ... Lee Euncha, neomu kyeopta !" teriak namja itu yang ternyata adalah appa-nya sambil memperhatikan anak gadisnya dan memutar - mutar badan Euncha. Euncha seperti patung manekin yang bisa pasrah dengan tingkah eomma dan appa-nya yang di luar kendali pagi ini.
Memang jarang sekali Euncha yang notabene gadis polos yang jarang sekali berdandan ini, sekarang memakai T-shirt garis merah-putih dan dengan rok mini warna indigo. Rambut coklatnya di gulung kesamping membentuk buns yang manis, poninya di biarkan jatuh menutupi dahinya.
"kau mau berkencan, Euncha ?" tanya appa antusias. Mata Euncha membulat, dia bingung kenapa hari ini kedua orang tuanya terkesan heboh dengan dirinya yang 'berdandan'.
Euncha menggeleng cepat.
"sudah ... ayo makan, appa ! " suruh Euncha mengalihkan perhatian. Mereka duduk, eomma mengambilkan nasi untuk appa dan Euncha.
"kamsahamnida, eomma " sahut Euncha sambil menerima piring dari eomma-nya. mereka semua hanyut dalam hidangannya masing - masing, tapi Euncha tau kalo appa dan eomma-nya pasti bertanya - tanya tentangnya hari ini.
"huff ... aku cuma mau jalan - jalan saja eomma, appa. Dan itupun dengan Min Ri, bukan dengan namja. " jelas Euncha membuka pembicaraan. Appa dan Eomma mendengus kesal, kenapa gadis semata wayangnya ini belum pernah mengenalkannya seorang namja chingu.
'ting ... tong ... ting ...'
bel depan rumah berbunyi, Euncha bangkit, menyuapkan sesuap nasi kari dan membukakan pintu.
"Nugu ?" tanya Euncha sembari membuka pintu.
'klek'
"Min Ri imnida, kau sudah siap ? " tanya gadis keturunan Cina yang di depannya itu. Euncha mengangguk.
"tunggu sebentar, aku mau pamit dulu. kau mau masuk ?" tawar Euncha. Gadis manis yang memakai jump suit baby blue jeans dan di lapisi T-shirt putih di dalamnya itu mengangguk. Min Ri dan Euncha masuk ke dalam rumah.
"Eomeoni, Aboeji aku dan Min Ri berangkat dulu. " pamit Euncha dan di balas anggukan oleh mereka.
"Ahjussi, ahjumma, kami berangkat dulu.annyeong! " pamit Min Ri ramah setengah membungkuk sopan.
"Min Ri-ah, kau tau kan aku tidak bisa bermain ini ? Tapi kenapa kau mengajakku kesini ?? " tanya Euncha ketakutan membulatkan matanya sambil memegangi pinggiran tiang arena ice skating.
"Ne, aku tau. Tapi, apa salahnya dicoba ?" tanyanya enteng sambil menarik tangan Euncha untuk masuk ke arena, tapi Euncha terus memegangi tiang itu dan malahan semakin erat memeluknya.
"andwae! Kau saja yang main " sahut Euncha menggeleng.
"Ayolah, Euncha ... " rengek Min Ri, tapi Euncha tetap menggeleng.
"Bukannya kau jago dalam balet, inikan sama saja dengan balet, Euncha. Sama - sama mengatur keseimbangan, kau pasti bisa! " sahutnya semangat.
"Cih, kau pikir menjaga keseimbangan itu mudah? apalagi ini di atas es !! " pekik Euncha.
"benar juga ?" gumam Min Ri.
"benarkan, sudahlah main sana kau ... " suruh Euncha, tapi tidak di sangka tiba - tiba Min Ri yang sudah tidak sabar bermain ice skating menarik tangan Euncha yang lengah dan mendorongnya masuk ke dalam arena secara paksa.
"HUAAHHH ! GOO MIN RI !!! " teriak Euncha shock yang sibuk sendiri mengatur keseimbangan badannya di atas es, Min Ri terkekeh. Euncha memang jago dalam balet yang bisa menjaga keseimbangan, tapi untuk ini dia benar - benar menyerah.
"EUNCHA !! AWAS !!!!!!!!!! " pekik Min Ri dari kejauhan.
"HAH ??" Euncha yang sedari tadi sibuk mengatur dirinya sendiri dan tidak memperhatikan jalan. Dan triba - tiba di depannya sudah banyak kerumunan orang. Euncha berusaha membuat orang - orang di depannya minggir. Tapi ...
'BRUK !!'
...terlambat...
Euncha memjamkan matanya,
"aku jatuh ?? tapi, ... kenapa rasanya tidak dingin ??? harusnya rasanya dingin ... tapi kenapa ... rasanya hangat ??" gumam Euncha dalam hati. Merasa ada yang tidak beres yang harusnya dia merasakan dinginnya lantai es arena ini, tapi kenapa dia malah merasakan hangat.
"Ha!! Euncha ... ?" pekik seseorang yang dia tau itu adalah suara Min Ri. Euncha langsung membuka matanya cepat. Rasanya darahnya sudah mencapai ubun - ubun. Wajahnya merah padam, matanya yang bulat hitam keabu - abuan itu membulat.
'apa ini ???'
Euncha jatuh tepat di atas seorang namja dan lebih tepatnya lagi dia jatuh dan bibir mereka saling menempel satu sam lain. Ne, Euncha dan namja berambut spike warna burgundy itu saling berciuman. Euncha langsung melepaskan 'ciuman' itu dan bangkit. Wajahnya benar - benar merah padam.
dan dikuti namja itu, sekarang mereka berhadapan. Euncha hanya bisa menunduk malu. Namja itu menatap wajah Euncha lekat - lekat dengan matanya yang tajam. Beberapa detik namja itu terus menatap wajah Euncha sangat tajam, wajahnya benar - benar tidak bersahabat. Setelah menatap Euncha, namja itu langsung pergi begitu saja dan diikuti oleh kedua temannya.
'haaa ... apa tadi ??'
Euncha memegangi bibir merahnya yang masih hangat. Dia benar - benar tidak percaya dengan apa yang terjadi baru tadi.
"Euncha " panggil Min Ri.tidak ada jawaban.
'apa benar yang tadi ?'
"Euncha " panggil Min Ri lagi. Tidak ada jawaban juga.
'pasti ini cuma mimpi saja !'
"Ya! Lee Euncha ??? " teriak Min Ri akhirnya. Euncha masih shock sampai - sampai dia tidak memperdulikan Min Ri yang dari tadi berteriak memanggilnya. Euncha menatap Min Ri, Min Ri menunggu Euncha yang ingin mengatakan sesuatu.
"HUAHHH !! Tadi apa yang terjadi ??? aku melakukan apa ??? Aaa~ Min Ri, bagaimana ini ??" pekik Euncha heboh.
"kau jatuh ... " jawab Min Ri polos.
"lalu ?? lalu ??" tanya Euncha panik.
"kalian .. berciuman " jawab Min Ri sambil membuat gerakan ciuman dengan tangannya. Dan sukses membuat Euncha langsung duduk lemas di lantai es.
"huahhh ... bagaimana ini ??? Min Riiii .... ~ " terikanya panik sambil menutup wajahnya yang memerah dengan kedua tangannya. Min Ri hanya bisa geleng - geleng melihat Euncha meratapi nasib yang bisa di bilang 'beruntung' ini.
-TBC-
