Pagi – pagi betul, aku di bangunkan Ami noona. Aku dan Ami noona mau menyiapkan persiapan untuk nanti malam, kami mau mengadakan api unggun di taman belakang villa.
Aku, Ami noona sedang sibuk di dapur. Eunhyuk oppa dan Jung Soo ada di taman belakang.
“Ya~! Chagi kau cari kayu di hutan dekat sini ya .. persediannya ternyata kurang. Jangan jauh – jauh nanti kau hilang! “ seru Eunhyuk oppa menyuruhku mencari kayu untuk api unggun.
“kenapa bukan oppa saja kalo oppa takut aku hilang ?” tanyaku.
“Aku disini kebagian membuat tenda, susah tau ! apa kau mau tukar posisi ??” tawar Eunhyuk oppa sambil menunjuk kain tidak jelas berserakan di sampingnya.
“aa ..aniya !! ya sudah aku berangkat dulu ! “ sergahku setelah melihat tenda yang tidak ada wujudnya itu.
“hei chagi tunggu !! “ seru Eunhyuk oppa.
“Ne ?”
“Leeteuk, kau temani dia “ suruh Eunhyuk oppa pada Jung Soo. Jung Soo mengangguk.
“aniya, aku berangkat sendiri oppa. Aku bisa ! “ sergahku.
“andwae !! Nanti kalo kau hilang gimana ? Nanti kalo ada hewan liar gimana ? Kalo kau ada apa – apa gimana ?” cerocos Eunhyuk oppa berderetan. Huah oppa !! Kau cerewet sekali !!
“ara ara .. “ jawabku malas. Aku jalan mendahului Jung Soo.
Jalanan semakin menanjak, dengan malasnya aku berjalan sambil menendang batu – batu yang tidak berdosa ini. Aku masih mengerucutkan bibirku.
Kenapa cuacanya semakin dingin begini ?
Ku eratkan lagi hoodie putih yang ku pakai dan menutupi sebagian kepalaku. Tempatnya cukup jauh juga. Dengan semangat aku terus menaiki bukit kecil ini.
“hei, jangan jauh – jauh !! “ sahut Jung Soo yang melihat langkahku semakin cepat dan mendahuluinya.
“aku mau ke sana, kau di sini saja ! “ pintaku tanpa melihat ke arahnya sama sekali.
“jangan macam – macam, tempatnya sangat bahaya. Sudahlah disini saja, cari yang ada saja di sini .. “ usul Jung Soo. Ada benarnya dia, tapi aku juga ingin jalan – jalan di sini. Aku tidak memperdulikan omongannya, langkahku masih terus.
“Aish ! dasar keras kepala .. “ dengus Jung Soo. Aku meninggalkan Jung Soo di bawah. Wah ternyata semakin ke atas, pemandangannya semakin indah. Hmm .. udaranya juga sejuk.
Ku urungkan niatku sebentar mencari kayu, sejenak aku menikmati pemandangan yang ada. Setelah beberapa menit aku menikmati pemandangan yang jarang ini, aku kembali lagi dengan tugasku. Yak mencari kayu.
“aha !! ini dia !! “ serukku menemukan satu kayu yang tergeletak di tanah.
“satu lagi .. “ seruku girang, ku ambil kayu – kayu itu.
“ satu lagi ... " seruku lagi. Semakin banyak kaytu yang aku kumpulkan.
‘plug!’
“hm ?” ada sesuatu yang jatuh dan mendarat di lengan hoodieku. Mataku tertegun sesaat melihat apa yang jatuh dari atas. Bulatan memanjang yang gendut dan hijau menempel leluasa di hoodieku dan sedikit menggeliat kecil. Wajahku langsung pucat pasih.
“GYA !!!!!!!!! “ teriakku sontak membuang kayu – kayu yang kupegang tadi ke atas.
“apa aku bilang, dasar gadis keras kepala !!” ucap Jung Soo sambil meletakkan kayu hasil buruannya. Jung Soo menaiki lembah itu.
‘Glek !’
“Hiyaaaa !!! “ teriakku kaget, kakiku menginjak kayu dan tubuhku tidak seimbang. Akupun terjatuh kasar di tanah, bisa aku rasakan kakiku sakit sekali.
“huahh !! dasar ulat sialan !! aduhhh .. “ rintihku sambil mengurut kaki kananku.
“hya ! gwechanayo ??” tanya Jung Soo yang baru datang.
“menurutmu ?” jawabku sadis.
“apa aku bilang, dasar keras kepala ! “ gumam Jung Soo.
“sudahlah nanti saja mengomelnya, sakit ini !! “ seruku.
“aish kau ini !! Terus kayu itu bagaimana kalo aku menolongmu ?” tanyanya. Mwo ? Dia lebih mementingkan kayu itu daripada kakiku yang terkilir ini? Keterlaluan!
“Ah sudahlah, aku bisa sendiri “ jawabku ketus berusaha bangkit, tapi kaki ini masih sakit bahkan sakit sekali. Jung Soo mengambil kayu – kayu yang berserakan bekas kau lempar tadi.
Aku berhasil berdiri, perlahan aku coba berjalan meskipun sedikit pincang. Satu langkah dua langkah masih bisa, tapi tiba – tiba badanku tidak seimbang lagi menahan sakitnya.
“hya !! “ pekikku jatuh terduduk di tanah.
“aish !! cepat naik !! “ seru Jung Soo yang langsung membuang kayu – kayu yang dia bawa tadi. Jung Soo menyuruhku naik ke punggungnya.
“aniya, aku bisa sendiri. kau urus saja kayu – kayu itu “ sergahku.
“kau ini benar – benar keras kepala ya ! cepat naik, langit sudah mendung ini ! “ sahut Jung Soo tidak memperdulikan kata – kataku. Ya yang benar saja langit tiba – tiba mendung padahal tadi cerah – cerah saja.
“aniya !! aku bisa sendiri !! “ sergahku mencoba berdiri lagi, tapi benar – benar tidak bisa.
“Aish dasar merepotkan ! “ sahutnya yang langsung membopongku di punggungnya.
“Hiyaa !! kalo aku merepotkanmu biarkan saja aku! Aku bisa sendiri ..” berontakku, tapi dia tidak memperdulikanku Jung Soo mesih terus menggendongku. Bisa aku rasakan parfume yang dia pakai dan rambutnya yang pirang kecoklatan membelai wajahku.
‘Deg’
Aish kenapa perasaan ini muncul lagi ?? tolonglah .. jangan !!
Jung Soo menggendongku sampai villa. Cukup jauh, tapi dia tidak memperdulikannya.
“perjalanan ke villa cukup jauh, turunkan aku .. “ suruhku menurunkanku.
“diam ! “ sergahnya tidak peduli. Jung soo terus berjalan.
Sekitar 10 menit dia menggendongku dan akhirnya kita sampai juga di villa kami. Jung Soo mendudukkan aku di ruang tamu. Lalu dia pergi begitu saja ke arah dapur.
“aish, sakit sekali “ gumamku mengurut kaki kananku. Tiba – tiba Jung Soo datang lagi dengan kotak obatnya.
“sinikan kakimu “ suruhnya dingin.
Hei apa – apaan ini ?? dasar namja aneh ! kemarin kau baik seperti malaikat padaku, tapi sekarang kau seperti setan.
Argh dasar Jung Soo babo !!
“aku bisa sendiri, berikan obatnya “ sergahku.
“aya ! kau ini benar – benar keras ke .. “
“YA~ ! aku memang keras kepala lalu kenapa ? kau keberatan ? Ya sudah jangan urusi aku, aku bisa sendiri !! “ bentakku. Rupanya iblisku sudah tidak bisa di tahan. Jung Soo diam saja dan menaruh kotak obat itu kasar ke meja didepanku dan pergi begitu saja.
“hah!! Dasar Jung Soo babo !! “ teriakku dalam hati.
Malam ini kami tidak jadi bermain api unggung, karna cuaca sedang tidak bersahabat. Di luar masih hujan, meskipun sudah lumayan reda. Eunhyuk oppa dan Ami noona mungkin sudah tidur. Kebiasaan burukku, aku sering sekali terkena insomnia dan sekarang aku insomnia. Aku benar – benar tidak bisa tidur.
Selagi aku masih belum mengantuk, aku beniat jalan – jalan ke taman belakang. Sekalian membiasakan kakiku yang terkilir. Denga langkah terseret aku meunju ruang makan yang lengsung menghubungkan dengan taman belakang villa.
“hujannya sudah reda .. “ gumamku sambil menadahkan tanganku ke atas melihat apa masih hujan atau sudah reda. Ku langkahkan kakiku ke taman belakang, gelap tapi langit sedikit ungu kemerahan jadi masih ada sedikit cahaya.
“hmm ?” dahiku mengernyit melihat ada yang duduk di bangku taman belakang villa.
Siapa malam – malam begini duduk di taman ?
TBC (again)~
mian kebanyak TBC abis masih kebingungan .. :P
No comments:
Post a Comment