Saturday, August 28, 2010

notes silly girl !

..god .. please , please help me ... :(

..Please dispose of these feelings, please throw away feeling that I don't know what it is ..
..I'm too tired to hold it all ..
..I'm tired, really really tired ..

..really tired to holding all the things which I want to express ..
..honestly, I want to be angry ... very angry ..
..but, WHY ??? Why I like you're not allowed ?? Why ???



..some times, every time I want to be angry and I do it ...
..suddenly I felt very very deep sense of gulit and the I apologize to her/him knees ..




..Could I ask you something, god?



..why don't you give me some a feeling of 'sincerity' ? surely you would have me be patient ..




..what am I allowed to be bad people, god ? I don't think so .. but why do I always feel hurt



..What am I allowed to steal everything he/she had? I think not ... b'cause that's what you don't want to me ..



..What am I allowed to ask everyone to HATE ME ?? possibly can, b'cause I'm stupid .. the fool girl



...What I should end with the death of all this ? hahahha, I'm really crazy girl !







..Oh god, I'm depressed with this feeling, you know !!!
..please, give me the way out ..

All my heart ♥ Part 15

Aku berjalan mendekat, meskipun sedikit takut. Tapi ku beranikan diri mendekati orang itu. Bulu kuduku rasanya berdiri semua, jangan – jangan dia penunggu yang Eunhyuk oppa ceritakan itu. Tiba –tiba orang itu menengok ke arahku. Aish !

“belum tidur ?” tanyanya aku hanya diam saja. Aku masih geram dengan sikapnya tadi siang.

“sini .. duduklah .. “ ucapnya lembut sedikit bergeser dan mempersilahkan aku duduk. Sifatnya berubah lagi ? Apa – apaan ini, apa dia berubah menjadi malaikat kalo malam hari dan menjadi setan kalo siang hari?? Aish menakutkan!

“bagaimana kakimu ?” tanyanya lagi padaku yang sedari tadi hanya diam.

“lumayan .. “ jawabku datar.

“syukurlah … “ jawabnya tersenyum manis. Tiba – tiba ada rasa bersalah di benakku, aku merasa bersalah karna aku membentaknya tadi. Akhirnya sifat dinginku mencair juga.

“mianhae .. “ ucapnya tiba – tiba.

“hm ? harusnya aku yang minta maaf, tadi siang aku sudah marah – marah denganmu” sergahku bersalah.

“ani, aku juga yang salah. Kau nggak mungkin marah kalo aku nggak membuatmu marah terlebih dulu. Aku tadi bilang kau gadis keras kepala “ jelasnya.

“hmm .. gwechana. Aku memang keras kepala “ ucapku.

“mianhae .. “ ucapnya lagi.

“hmm, nado mianhae … “ sahutku. Kami diam sesaat,

“sedang apa kau disini malam – malam ?” tanyaku membuka pembicaraan.

“ani, cuma mencari angin. Kau ?” tanyanya.

“nado, aku insomnia. Lagian aku juga mau melihat bintang “ jawabku sambil melihat langit.

“bintang ? mana ada ? langit mendung mana ada bintang ?” tanyanya terkekeh kecil.

“ya mungkin saja ada satu bintang yang tertinggal “ jawabku yang masih menatap lekat langit.

“kau suka bintang ?” tanyanya.

“ne, suka sangat suka “ jawabku sambil tersenyum.

“lain kali kau ku ajak ke tempat yang bisa melihat bintang sepuasmu “ katanya.

“jincha ?” tanyaku membulatkan mataku.

“ne .. “ jawabnya senang sambil tersenyum. Aku kembali menikmati malam dan berharap ada satu saja bintang yang masih berpendar di langit.






‘siuuung~’








“shhhsh .. “ desahku sambil mengelus – elus lenganku mencari hangat. Anginnya sangat kencang apalagi baru saja turun hujan.

“sudah tahu cuacanya buruk, nggak bawa jaket ? ceroboh sekali ” ucapnya sambil menyampirkan sweater abu – abu yang di pakainya ke pundakku.

“gomawo .. aku lupa “ jawabku, aku bisa merasakan wajahku saat ini memerah. Kami terdiam lagi. Jung Soo melihat – lihat langit, begitupun juga aku.





Tapi aku mencuri pandang sedikit padanya, aku senang melihatnya seperti ini. Melihatnya yang sangat perhatian denganku dan apalagi saat dia tersenyum, manis sekali dengan lesungnya. Aish.. apa yang aku pikirkan ini ???


“oh ya, kau masih mau melihat bintang ?” tanyanya membuyarkan lamunanku, aku sedikit gelagapan.

“ah, oh ne .. tapi mana mungkin ada bintang ??” tanyaku melihat langit.

“ada, kau mau lihat ?” tawarnya. Akupun mengangguk cepat.

“baiklah, tutup matamu .. jangan mengintip ! “ suruhnya aku menuruti kata-katanya.

“ne .. “ jawabku sambil menutup wajahku dengan kedua tanganku.

“sudah ?” tanyaku.

“sebentar .. tinggal sedikit “ jawabnya. Kira – kira apa yang dia lakukan ?

“sekarang kau boleh buka matamu .. “ suruhnya, ku buka mataku dan ..

“wahhh … cantiknya !! hahahahhahah gomawoo !! “ seruku girang sambil tepuk tangan. Jung Soo ternyata memberiku kembang api, sangat indah.

“kau suka ? peganglah ..” ucapnya memberikan kembang api yang di pegangnya.

“ne .. sangat suka ! Gomawoo Jung Soo-sshi !! “ jawabku girang seperti anak kecil yang baru di beri permen oleh ibunya.

“cheonmaneo .. mianhae, aku belum memberimu bintang yang asli. Jadi aku beri kau yang ini dulu … “ kata Jung Soo.

“gwechana .. ini juga sangat bagus ! “ jawabku yang masih asik bermain kembang api yang kuputar - putar.

“Oh ya, Euncha “ panggilnya. Ku alihkan pandanganku yang terus menatap kembang api dengan kegumnya ke tatapan mata Jung Soo.

“Ne ?” tanyaku.

“.. jangan panggil aku dengan embel – embel sshi, terkesan formal sekali “ ucapnya dengan wajah sedikit kesal.

“lalu aku memanggilmu apa ? ahjussi ? mm … baiklah Jung Soo ahjussi !! “ sahutku girang.

“Ya~ ! Tua sekali !! Umurku dengan umur oppamu nggak jauh beda ! “ serunya kesal.

“lalu apa ?” tanyaku polos.

“mm .. Leeteuk saja “ jawabnya tersenyum.

“baiklah Leeteuk ajhussi !! “ seruku lagi.

“tanpa ahjussi, Eunchaa !! “ teriaknya gemas sambil mencubit pipiku.

“au ! sakit !! Lalu aku harus panggil apa ?” tanyaku sambil mengusap – usap pipiku yang di cubit Jung Soo.

“oppa ! “ jawabnya bangga.

“oppa ? Hahahahahahhaha nggak pantas !! kau pantasnya di panggil ahjussi ! “ seruku terkekeh dengan jawabannya,, tapi Jung Soo langsung mengambil ancang – ancang mencubit pipiku lagi.

“arasseo .. arasseo !! hahahahahah “ akupun mengalah. Hahaha dasar Jung Soo aneh !







“Euncha .. “ panggilnya.

“Ne ?”

“besok, kau mau ikut denganku ?” tanyanya.

“kemana ?” tanyaku.

“mau ikut nggak ?” tanyanya balik.

“mm .. kau mau menculikku ?” tanyaku dengan tatapan curiga.

“hahahahah tentu !! “ jawabnya cepat, wajahku langsung pucat. Selain berkpribadian ganda, apa jangan – jangan dia seorang penculik ?

“Ya nggaklah, Euncha !! Mana ada orang yang mau menculik bilang, kau ini ! “ jawabnya lagi sambil mengacak rambutku. Piuuuh .. ternyata bukan~

“lalu kemana ?” tanyaku penasaran.

“lihat saja besok !” serunya. Aku paling tidak suka seperti ini, membuatku penasaran saja. Dengan cepat aku mendaratkan cubitan yang menurut Rin sangat menyakitkan ke pinggang Jung Soo.

“Au ! sakit !! “ serunya mengelus pinggangnya.

“hahahah !! kita seri !! “ seruku terkekeh bangga. Jung Soo ikut terkekeh. Semalaman ini aku dan Jung Soo menikmati malam bersama. Kita saling bercanda, menghabiskan kembang api dan tertawa bersama. Rupanya aku dan dia mulai akrab.









*Leeteuk POV*


Malam ini cuaca memang sedikit tidak bersahabat, mungkin baru memasuki musim gugur. Sebenarnya hari ini ada acara api unggun, tapi memang benar – benar tidak bisa.
Setelah makan malam tadi, aku sama sekali belum bisa tidur. Aku memikirkan keadaanya di sana … apa dia baik – baik saja dengan kondisinya ?


Cardigan abu – abu yang tergantung di kamar aku ambil dan kupakai. Aku berjalan keluar, terlalu suntuk berdiam diri di kamar. Akupun duduk di bangku taman belakang villa. Basah.


Hujan pertama ini lumayan deras, dan lumayan juga membuatku kedinginan. Tapi masa bodoh, aku tidak bisa tidur aku benar – benar mencemaskannya. Selain itu, aku merasa bersalah dengan Euncha. Apa aku terlalu emosi ? ya mungkin, dan memang iya aku emosi melihatnya seperti itu ! Dia tau tidak kalo aku mencemaskannya !!


Tiba – tiba saja dia datang dengan kaki yang masih diperban. Dia sedikit kaget melihatku duduk di luar dengan cuaca sedingin ini. Aku menyuruhnya duduk yang masih berdiri mematung di sebelahku. Akhirnya dia pun duduk di sampingku.
Aku meminta maaf padanya karna kejadian tadi siang yang sudah mengatainya keras kepala dan membentaknya keras. Itu semuapun aku lakukan karna aku mengkhawatirkannya. Dia juga meminta maaf padaku karna dia membentakku tadi siang.


Cuaca malam semaikin mendingin, aku saja sampai kediginan. Euncha mendesah kedinginan di sampingku. Aku tidak tega melihatnya kedinginan seperti itu. Pipinya sedikit memerah karna cuaca terlalu dingin. Membuatnya semakin cantik.


Dengan sigap ku pakaikan cardiganku kepundakknya, Euncha sedikit kaget. Tapi akhirnya dia menerimanya. Meskipun aku juga kedinginan, tapi aku lebih tidak tega melihatnya melihat orang yang saat ini aku sayangi ini mengigil kedinginan.



Setelah suasana sedikit mencair, aku dan Euncha saling diam. Euncha sibuk menikmati langit – lngit yang sedikit keunguan. Ternyata dia ingin melihat bintang dan sangat menyukai bintang.



Kenapa Euncha sangat mirip dengannya ? Atau ini hanya kebetulan ?




Tapi jelas mana mungkin ada bintang dimalam mendung seperti ini . Mm .. sebagai permintaan maafku padanya. Aku mau memberinya sesuatu. Aku menyuruhnya menutup matanya dan dia menurut seperti anak kecil. Sangat menggemaskan.


Aku memberinya kembang api yang kubawa tadi dan aku harap dia menyukainya. Setelah kembang api susah payah kunyalakan, aku menyuruhnya membuka matanya. Dan reaksinya sangat menggemaskan. Euncha menyukainya bahkan sangat menyukainya. Hal ini sama seperti saat aku menghiburnya.


Setelah kita bercanda terlalu lama, akhirnya mataku sudah mulai tidak mau berkompromi. Aku mulai mengantuk. Aku melihat Euncha yang sudah tertidur di pundakku.

“hmm .. “ aku tersenyum melihatnya tertidur. Wajahnya semakin lucu saat kedinginan. Ku masukkan tangan mungilnya yang mulai sedikit mendingin ke saku pajamaku dan memeluknya erat. Menghangatkannya.

“aku berharap kau bukan miliknya … “ gumamku pelan, aku benar – benar kecewa melihatnya dengan namja itu. Aku masih belum menerima kalo Euncha dan namja itu sudah menjadi sepasang kekasih.





“saranghaeo .. “ gumamku mempererat pelukkanku.





*Leeteuk POV (end)*




TBC (again)

mian kalo jelek, semerawut banget :P

Thursday, August 26, 2010

All my heart ♥ Part 14

Pagi – pagi betul, aku di bangunkan Ami noona. Aku dan Ami noona mau menyiapkan persiapan untuk nanti malam, kami mau mengadakan api unggun di taman belakang villa.
Aku, Ami noona sedang sibuk di dapur. Eunhyuk oppa dan Jung Soo ada di taman belakang.


“Ya~! Chagi kau cari kayu di hutan dekat sini ya .. persediannya ternyata kurang. Jangan jauh – jauh nanti kau hilang! “ seru Eunhyuk oppa menyuruhku mencari kayu untuk api unggun.

“kenapa bukan oppa saja kalo oppa takut aku hilang ?” tanyaku.

“Aku disini kebagian membuat tenda, susah tau ! apa kau mau tukar posisi ??” tawar Eunhyuk oppa sambil menunjuk kain tidak jelas berserakan di sampingnya.

“aa ..aniya !! ya sudah aku berangkat dulu ! “ sergahku setelah melihat tenda yang tidak ada wujudnya itu.

“hei chagi tunggu !! “ seru Eunhyuk oppa.

“Ne ?”

“Leeteuk, kau temani dia “ suruh Eunhyuk oppa pada Jung Soo. Jung Soo mengangguk.

“aniya, aku berangkat sendiri oppa. Aku bisa ! “ sergahku.

“andwae !! Nanti kalo kau hilang gimana ? Nanti kalo ada hewan liar gimana ? Kalo kau ada apa – apa gimana ?” cerocos Eunhyuk oppa berderetan. Huah oppa !! Kau cerewet sekali !!

“ara ara .. “ jawabku malas. Aku jalan mendahului Jung Soo.



Jalanan semakin menanjak, dengan malasnya aku berjalan sambil menendang batu – batu yang tidak berdosa ini. Aku masih mengerucutkan bibirku.



Kenapa cuacanya semakin dingin begini ?




Ku eratkan lagi hoodie putih yang ku pakai dan menutupi sebagian kepalaku. Tempatnya cukup jauh juga. Dengan semangat aku terus menaiki bukit kecil ini.

“hei, jangan jauh – jauh !! “ sahut Jung Soo yang melihat langkahku semakin cepat dan mendahuluinya.

“aku mau ke sana, kau di sini saja ! “ pintaku tanpa melihat ke arahnya sama sekali.

“jangan macam – macam, tempatnya sangat bahaya. Sudahlah disini saja, cari yang ada saja di sini .. “ usul Jung Soo. Ada benarnya dia, tapi aku juga ingin jalan – jalan di sini. Aku tidak memperdulikan omongannya, langkahku masih terus.

“Aish ! dasar keras kepala .. “ dengus Jung Soo. Aku meninggalkan Jung Soo di bawah. Wah ternyata semakin ke atas, pemandangannya semakin indah. Hmm .. udaranya juga sejuk.



Ku urungkan niatku sebentar mencari kayu, sejenak aku menikmati pemandangan yang ada. Setelah beberapa menit aku menikmati pemandangan yang jarang ini, aku kembali lagi dengan tugasku. Yak mencari kayu.


“aha !! ini dia !! “ serukku menemukan satu kayu yang tergeletak di tanah.

“satu lagi .. “ seruku girang, ku ambil kayu – kayu itu.

“ satu lagi ... " seruku lagi. Semakin banyak kaytu yang aku kumpulkan.






‘plug!’






“hm ?” ada sesuatu yang jatuh dan mendarat di lengan hoodieku. Mataku tertegun sesaat melihat apa yang jatuh dari atas. Bulatan memanjang yang gendut dan hijau menempel leluasa di hoodieku dan sedikit menggeliat kecil. Wajahku langsung pucat pasih.

“GYA !!!!!!!!! “ teriakku sontak membuang kayu – kayu yang kupegang tadi ke atas.

“apa aku bilang, dasar gadis keras kepala !!” ucap Jung Soo sambil meletakkan kayu hasil buruannya. Jung Soo menaiki lembah itu.






‘Glek !’





“Hiyaaaa !!! “ teriakku kaget, kakiku menginjak kayu dan tubuhku tidak seimbang. Akupun terjatuh kasar di tanah, bisa aku rasakan kakiku sakit sekali.

“huahh !! dasar ulat sialan !! aduhhh .. “ rintihku sambil mengurut kaki kananku.

“hya ! gwechanayo ??” tanya Jung Soo yang baru datang.

“menurutmu ?” jawabku sadis.

“apa aku bilang, dasar keras kepala ! “ gumam Jung Soo.

“sudahlah nanti saja mengomelnya, sakit ini !! “ seruku.

“aish kau ini !! Terus kayu itu bagaimana kalo aku menolongmu ?” tanyanya. Mwo ? Dia lebih mementingkan kayu itu daripada kakiku yang terkilir ini? Keterlaluan!

“Ah sudahlah, aku bisa sendiri “ jawabku ketus berusaha bangkit, tapi kaki ini masih sakit bahkan sakit sekali. Jung Soo mengambil kayu – kayu yang berserakan bekas kau lempar tadi.



Aku berhasil berdiri, perlahan aku coba berjalan meskipun sedikit pincang. Satu langkah dua langkah masih bisa, tapi tiba – tiba badanku tidak seimbang lagi menahan sakitnya.

“hya !! “ pekikku jatuh terduduk di tanah.

“aish !! cepat naik !! “ seru Jung Soo yang langsung membuang kayu – kayu yang dia bawa tadi. Jung Soo menyuruhku naik ke punggungnya.

“aniya, aku bisa sendiri. kau urus saja kayu – kayu itu “ sergahku.

“kau ini benar – benar keras kepala ya ! cepat naik, langit sudah mendung ini ! “ sahut Jung Soo tidak memperdulikan kata – kataku. Ya yang benar saja langit tiba – tiba mendung padahal tadi cerah – cerah saja.

“aniya !! aku bisa sendiri !! “ sergahku mencoba berdiri lagi, tapi benar – benar tidak bisa.

“Aish dasar merepotkan ! “ sahutnya yang langsung membopongku di punggungnya.

“Hiyaa !! kalo aku merepotkanmu biarkan saja aku! Aku bisa sendiri ..” berontakku, tapi dia tidak memperdulikanku Jung Soo mesih terus menggendongku. Bisa aku rasakan parfume yang dia pakai dan rambutnya yang pirang kecoklatan membelai wajahku.





‘Deg’




Aish kenapa perasaan ini muncul lagi ?? tolonglah .. jangan !!




Jung Soo menggendongku sampai villa. Cukup jauh, tapi dia tidak memperdulikannya.

“perjalanan ke villa cukup jauh, turunkan aku .. “ suruhku menurunkanku.

“diam ! “ sergahnya tidak peduli. Jung soo terus berjalan.
Sekitar 10 menit dia menggendongku dan akhirnya kita sampai juga di villa kami. Jung Soo mendudukkan aku di ruang tamu. Lalu dia pergi begitu saja ke arah dapur.

“aish, sakit sekali “ gumamku mengurut kaki kananku. Tiba – tiba Jung Soo datang lagi dengan kotak obatnya.

“sinikan kakimu “ suruhnya dingin.
Hei apa – apaan ini ?? dasar namja aneh ! kemarin kau baik seperti malaikat padaku, tapi sekarang kau seperti setan.


Argh dasar Jung Soo babo !!



“aku bisa sendiri, berikan obatnya “ sergahku.

“aya ! kau ini benar – benar keras ke .. “

“YA~ ! aku memang keras kepala lalu kenapa ? kau keberatan ? Ya sudah jangan urusi aku, aku bisa sendiri !! “ bentakku. Rupanya iblisku sudah tidak bisa di tahan. Jung Soo diam saja dan menaruh kotak obat itu kasar ke meja didepanku dan pergi begitu saja.


“hah!! Dasar Jung Soo babo !! “ teriakku dalam hati.







Malam ini kami tidak jadi bermain api unggung, karna cuaca sedang tidak bersahabat. Di luar masih hujan, meskipun sudah lumayan reda. Eunhyuk oppa dan Ami noona mungkin sudah tidur. Kebiasaan burukku, aku sering sekali terkena insomnia dan sekarang aku insomnia. Aku benar – benar tidak bisa tidur.


Selagi aku masih belum mengantuk, aku beniat jalan – jalan ke taman belakang. Sekalian membiasakan kakiku yang terkilir. Denga langkah terseret aku meunju ruang makan yang lengsung menghubungkan dengan taman belakang villa.

“hujannya sudah reda .. “ gumamku sambil menadahkan tanganku ke atas melihat apa masih hujan atau sudah reda. Ku langkahkan kakiku ke taman belakang, gelap tapi langit sedikit ungu kemerahan jadi masih ada sedikit cahaya.

“hmm ?” dahiku mengernyit melihat ada yang duduk di bangku taman belakang villa.



Siapa malam – malam begini duduk di taman ?







TBC (again)~



mian kebanyak TBC abis masih kebingungan .. :P

All my heart ♥ Part 13

Kami makan malam bersama di ruang yang langsung menghadap taman belakang villa. Malam ini rupanya sedang turun hujan, kami makan dengan pemandangan pohon – pohon yang di guyur oleh hujan. Aku menikmati makanan yang aku dan noona Ami masak bersama tadi.

“Chagi masakanmu enak! Kau hebat .. “ puji Eunhyuk oppa pada noona Ami stelah menyuapkan satu Kimchi fried rice. Noona Ami hanya tersenyum.

“itu juga masakanku ! “ sahutku bangga.

“yaa .. kau juga hebat !! “ jawab Eunhyuk oppa, Eunhyuk oppa memang tau bagaimana cara membuat dongsaengnya tersenyum meskipun kadang kelakuannya sedikit aneh. Tapi aku sangat sayang dengan oppaku yang satu ini. Saranghae oppa ^^

“hmm .. “ senyumku.






“Aku ke kamar dulu ya oppa, aku mau tidur “ pamitku setelah menghabiskan makananku.

“Ne .. “ jawabnya, akupun melengos pergi. belum ada satu tangga aku naikki. Eunhyuk oppa memanggilku.





“Chagi ! “ panggil Eunhyuk oppa.

“Ne ?” tanyaku.

“Hati – hati kunci semua pintu .. “ serunya yang sedikit membuatku merinding.

“memangnya kenapa ?” tanyaku.

“kau tau di sini ada .. penunggunya “ jawabnya Eunhyuk oppa di kata ‘penunggunya’ sengaja di bisikkan terkesan menyeramkan. Wajahku sudah pucat.

“Chagiya ~ “ pekik Noona Ami sambil memukul lengan Eunhyuk oppa. Eunhyuk oppa hanya terkekeh.

“Aish !! dasar oppa jahat !! “ pekikku dan langsung lari ke atas menuju kamar.

“hahahhaahha “ tawa Eunhyuk oppa keras.




“Jaga dongsaengku ya .. “ suruh Eunhyuk pada Jung Soo saat Euncha sudah naik ke kamarnya. Jung Soo mengangguk semangat.

“Hmm .. aku tau kau orang yang baik dan aku tau apa yang kau rasakan sekarang .. “ ucap Ami pada Jung Soo. Jung Soo terlihat kaget dengam perkataan Ami, kata – kata Ami seperti tepat pada sasaran. Tapi Jung Soo hanya tersenyum menanggapinya.

“bagaimana keadaannya ?” tanya Eunhyuk.

“memburuk .. “ jawab Jung Soo pelan.

“ mianhae, aku malah mengajakmu ke sini. Harusnya kau menjaganya .. “ ucap Eunhyuk bersalah.

“gwechana, sudah tugasku mejaga dongsaeng kesayanganmu “ jawab Jung Soo tersenyum meyakinkan Eunhyuk.

“mianhae .. setelah ini kau boleh ambil cuti kalo kau mau menjaganya “ tawar Eunyuk.

“nggak perlu, nanti kalo aku sudah mnyelesaikan pekerjaanku aku pasti menemuinya” jawab Jung Soo.

“kau memang namja yang baik, aku kagum denganmu ..” puji Ami dan itu sukses membuat Eunhyuk langsung melihat ke arahnya sinis.

“Aigoo !! Chagi kau bilang apa ?” pekik Eunhyuk sinis.

“hahahha, aku cuma kagum saja chagi. Tenanglah hahahha “ tawa Ami sambil mengelus pipi Eunhyuk pelan.







Aku masih berputar – putar di dalam kamar, terngiang terus kata – kata Eunhyuk oppa tadi. Semua pintu dan jendela aku tutup rapat – rapat.



‘kau tau di sini ada .. penunggunya’




“Ahh !! Aniya !! “ gerutuku yang langsung loncat ke tempat tidur dan menutupi diriku dengan selimut biru kesayanganku. Tiba – tiba saja …





‘Pett !!’





Semua menjadi gelap, hanya kilatan petir dari luar yang menyala. Badanku mati kutu di gumpalan selimut, berdiam diri. Aku sama sekali tidak bisa melihat apa – apa. Rasa takutku sudah sampai ubun – ubun. Ku raba – raba meja pinggirku mencari tombol switch lampu kamar.





‘klek, klek ‘





“mwo ? kenapa nggak bisa menyala ?” seruku panic. Aku langsung bersembunyi dalam selimut, setiap aku ketakutan seperti ini tingkat halusinasiku melebihi batas. Selalu saja aku membayangkan apa yang tidak aku inginkan. Bersembunyi di dalam selimutpun tidak ampuh.


Sedikit demi sedikit kakiku keluar dari selimut dan menginjak lantai kayu yang dingin karna AC kamar. Aku berniat keluar dari kamar tapi rasa takutku ini tidak mau berkompromi. Tiba – tiba ..





‘dok.dok !!’




Suara ketukan berasal dari jendela. Mataku sudah panas dan aku tidak sanggup lagi menahan rasa takut ini. Rasanya aku ingin teriak tapi mulutku seakan – akan di bungkam.




‘BLARRRR !!!’ dentuman petir membuat tubuhku semakin melemas dan akhirnya air mataku pun meleleh.




“OPPA !!!! “ teriakku akhirnya sambil menangis.

“OPPAA JEBAL OPPA !! HUAAAA … “ tangisku makin kencang. Suara petir semakin kencang, tanpa basa – basi aku langsung berlari keluar kamar. Semuanya gelap.



“OPPA !! TOLONG !! “ teriakku.





‘Bruk !’




Aku menabrak sesuatu yang tinggi dan besar. Semoga saja ini Eunhyuk oppa.


“oppa ..?” isakku mendongakkan kepalaku, kilatan petir membentuk bayangan sosok ini. Tapi dia bukan Eunhyuk oppa, lalu dia ?? Tangisku semakin kencang, tubuhku juga sudah mati kutu terduduk di lantai.

“jebal, jangan ganggu aku .. “ isakku makin kencang sambil menutup wajahku dengan kedua tanganku. Tiba – tiba sosok itu memelukku lembut.

“shshhs .. ini aku “ ucapnya pelan sambil mengelus rambutku pelan.

“Jung Soo-sshi ?” yakinku masih terisak.

“Ne, tenanglah aku ada di sini .. “ ucapnya lagi. Aku langsung memeluknya erat dan menangis ketakutan. Jung Soo mempererat pelukkannya dan jujur itu membuatku tenang, rasa takutku sedikit demi sedikit menghilang.

“shshsh .. sudah , kau nggak perlu takut …“ ucapnya menenangkan aku. Tiba – tiba kata – katanya yang tadi siang membuat air mataku yang tadinya mereda kembali membasahi pipiku, ku eratkan lagi pelukanku. Dan Jung Soo junga mempererat pelukkanya.


Entah kenapa aku merasa aku tidak ingin kehilangan Jung Soo dan aku juga tidak tau kenapa aku takut .. aku takut dia mempunyai seorang yeoja chingu ? Apa aku menyukai Jung Soo ? Aniya !! Lalu Henry oppa ?? Untuk apa aku berpacaran dengan Henry oppa, kalo aku menyukai Jung Soo. Lalu perasaan apa ini ??





‘Pet !’





Tiba – tiba semua ruangan menjadi terang lagi. Eunhyuk oppa dan noona Ami datang dengan wajah cemas mereka. Tapi mereka sedikit tenang melihatku sudah ada dengan Jung Soo.

“gwechanayo ?” tanya Eunhyuk oppa memastikan.

“gwechana .. Euncha cuma ketakutan.” Jawab Jung Soo.

“Syukurlah, hujannya sangat lebat mungkin lampunya sedikit konslet “ jelas Eunhyuk oppa.

“gwechanayo ?” tanya Ami noona sedikit jongkok padaku sambil mengelus rambutku, aku hanya mengangguk di pelukan Jung Soo.

“Baiklah, semuanya kembali tidur. Jung Soo jaga dia ya .. “ suruh Eunhyuk oppa. Ami noona dan Eunhyuk oppa kembali ke kamarnya masing – masing meninggalkan aku dan Jung Soo.

“ah mian .. “ ucapku melepaskan pelukanku ke Jung Soo. Kita sedikit grogi.

“gwechana .. “ jawabnya tersenyum.

“kembalilah tidur, aku baik – baik saja “ suruhku pada Jung Soo. Aku tidak berani menatap wajah maupun matanya. Aku takut perasaan ini benar.

“kau yakin ?” tanyanya lagi.

“Ne, kembali saja “ suruhku dan dia pun kembali ke kamarnya. Akupun menutup pintu kamarku dan berharap tidak ada kejadian itu lagi.





‘dok.dok ‘






suara ketukan lagi, tapi kali ini bukan berasal dari jendela melainkan
dari pintu. Rasa takut itu muncul lagi, ku paksa rasa takutku ini membuka pintu. Ku lihat Jung Soo berdiri di depan pintu kamarku menunduk.


“ne ?” tanyaku dengan mata yang masih sembab.

“mm .. kalo ada apa – apa kau langsung memanggilku saja “ pintanya sedikit grogi.

“oh ne .. “ jawabku dan ku tutup lagi pintu kamarku.





‘dok.dok ‘




suara ketukan pintu lagi, dan ku buka lagi pintu kamarku. Lagi – lagi aku temukan Jung Soo tengah berdiri di depanku.

“Ne? “ tanyaku keheranan.

“mm .. itu .. “ ucapnya terbata. Tingkahnya seperti anak kecil, menggemaskan.

“hmm ?” keningku mengernyit menunggu kata – katanya.

“mm … se .. ss .. selamat tidur ! “ ucapnya mengecup kenigku pelan dan pergi ke kamarnya begitu saja. Aku masih mematung di depan pintu kamar.





JUNG SOO JANGAN SURUH PERASAANKU MENYUKAIMU !!




TBC ~

Monday, August 23, 2010

All my heart ♥ Part 12

Seisi rumah sedang ribut kecil, ya besok kami berangkat berlibur ke pulau Jeju. Eunhyuk oppa ribut sendiri di kamarnya, aku juga ribut dan bahkan sangat ribut. Aku memang sangat heboh kalo sedang memprepare sesuatu, dan apalagi kita akan berlibur. Eunhyuk oppa ada di dalam kamarnya dan aku juga ada di dalam kamarku memasukkan barang yang aku butuhkan untuk besok.


“Hya !! Ini apa saja yang masih belum aku masukkan ke dalam koper ??” pekikku kebingungan. Aku cek satu per satu barang yang mau ku bawa, bahkan aku membuat list. Hahahaha memalukan !

“T-shirt, pajama … “

“sudah “ gumamku sambil mencentang daftarbarang yang sudah masuk di dalam koper.

“celana pendek, panjang.. “

“yak sudah .. “

sweater .. “

“sudahh .. “

hoddie .. “

“sudah .. “

“ahai !! sudah semua !! tapi .. sepertinya ada yang kurang .. ??” aku keluar dari kamar mencari Bibi Hwang, aku mencari satu barang yang belum aku centang di daftarku.

“Bibi Hwang ??? “ teriakku sambil menyusuri koridor lantai atas.

“Yak ! Bisa nggak kalo nggak pakai teriak, chagi ??” pekik Eunhyuk oppa yang kepalanya tiba – tiba menyumbul dari pintu kamarnya.

“Huwaaaaaa !! Oppa !! “ teriakku kaget melihat Eunhyuk oppa muncul tiba - tiba di hadapanku.

“lagian kau teriak malam – malam begini, ada apa mencari bibi Hwang ?” tanya Eunhyuk.

“mm .. Bibi Hwang !! “ teriakku yang malah tidak menjawab pertanyaan Eunhyuk oppa.

“Aish, diam ! Bibi Hwang sudah tidur mungkin, kasihan pekerjaannya hari ini sangat banyak .. sudahlah besok pagi saja “ usul Eunhyuk oppa.

“aniya ! sekarang, bibi hwang !?” teriakku menuju tangga.

“dasar anak kecil ! Chagi .. ayo tidur !! “ suruh Eunhyuk oppa yang mengikutiku lalu menyeret tanganku.

“aniya .. aku nggak mau berangkat kalo nggak ada itu .. “ rengekku.

“barang apa ?” tanyanya bingung.

“ituuu … “ jawabku tidak sabar.

“apaan sih ?” tanya Eunhyuk oppa makin bingung.

“selimut biruku .. “ jawabku.

“yak aku kira apa, ya sudahlah besok kita cari sama – sama. Sekarang kau tidur ya .. “ ajaknya aku pun menurut meskipun dengan tampang cemberut.

“sudah tidur sana .. “ suruh Eunhyuk oppa sesampainya di kamarku.

“ne .. “ jawabku malas masih mengerucutkan bibirku.

“aigoo !! wajahmu jangan di tekuk seperti itu kenapa ?! senyummm .. “ suruhnya sambil mencubit kedua pipiku dan membentuk senyuman.

“hiii .. bagus !! sekarang ayo tidur “ ucapnya bangga setelah membuat senyuman aneh dari wajahku.

“mimpi indah .. “ ucapnya lagi sambil mengecup keningku dan pergi ke kamarnya. Aku pun menutup pintu kamarku, tapi sebelum aku menutup pintu kamarku. Aku tertarik dengan pintu berwarna putih di sebrang kamarku itu.





Apa dia sudah tidur ? Aish untuk apa aku memikirkan orang itu ?








‘titt..titt..titt..tiittt “ suara alarm digital weker warna pinku berbunyi. Aku masih bergumul dengan selimut tebal di kasurku. Udara pagi ini sangat dingin, membuatku malas bangun.

“hmm~ “ gumamku sedikit mengintip jam weker yang duduk setia di meja putih kecil samping tempat tidurku. Jam menunjukkan pukul 6 pagi.



Hmm~ masih ngantuk -__-, tidur lagi saja masih lama juga …



Ku tarik selimutku lebih erat dan kembali tidur, belum sempat aku tidur lagi tiba – tiba pintu kamarku di ketuk. Aish siapa ini ???


“chagi, bangun … “ suruh orang di depan sana terus mengetuk pintu kamarku, tapi aku tidak beranjak dari tempat tidurku.

“chagiya, ayo siap – siap sebentar lagi kita berangkat .. “ suruh Eunhyuk oppa. Ya~! Aku masih mengantuk oppa !! pintu tidak di ketuk lagi, hah aku bisa tidur lagi :D






‘kriek~’





Pintu kamarku di buka, tapi aku tidak mengubah posisi tidurku sama sekali. Aku malah asik memejamkan mataku dan kembali tidur. Tidak peduli siapa yang datang.


“ayoo bangun, sekarang jam berapa ?” suruhnya memaksaku bangun. Eunhyuk oppa.

“masih lama .. aku masih ngantuk ~ “ jawabku malas.

“chagiya… !! “ pekiknya keras.

“ara ara .. aku bangunnn !! “ jawabku sambil mengangkat badanku paksa untuk duduk meyakinkan Eunhyuk oppa kalo aku sudah bangun meskipun masih sangat amat mengantuk.

“bagus, sekarang mandi .. “ suruhnya. Aiya ! Kenapa punya oppa bawel sekali sih ??

“aniya, dingin oppa … “ rengekku.

“babo ! pakai air hangat dong ! “ ejeknya.

“iya ya ? ah … tapi aku malas mandi oppa ! “ seruku.

“Aish ! jorok sekali kau, aniya pokoknya ayo mandi ! Apa perlu aku yang memandikanmu ? “ tawarnya dengan muka jahil.

“MWO ?? ANDWAE !! “ sergahku cepat sambil menggelengkan kepalaku.

“hahhahaha ! makanya ayo sekarang cepat mandi ! “ suruhnya memasukkan aku ke dalam kamar mandi. Aku hanya diam mematung di dalam kamar mandi.




Setelah mandi, aku mencari – cari pakaianku. Ku buka lemari putih di kamarku, mencari apa yang mau aku pakai hari ini. Tanpa basa – basi aku langsung memilih hoodie panjang warna baby purple dengan pinggiran bulu putih di saku dan tepi – tepinya.


“Chagiya !! Ayoo !! “ pekik orang di bawah.

“Ne ! Sebentar ! “ jawabku dari atas. Cepat – cepat ku kuncir dua rambutku dan mengambil koper , sepatu boot putih dan headphone putih kesayanganku. Ku seret koperku ke bawah.

“ Ne ! Aku sudah .. “ kataku terputus saat melihat orang yang dari kemarin tidak melihatnya. Dia memakai hoodie abu-abu dan coat hitam. Jung Soo yang tadinya membelakangiku, sekarang dia melihatku. Sejak kejadian itu dia lebih dingin dari biasanya denganku.

“Mm .. Eunhyuk oppa mana ?” tanyaku.

“Dia baru saja berangkat, ayo “ jawabnya dingin melengos pergi ke arah mobil. Hah ? Eunhyuk oppa berangkat duluan ? Apa – apaan ini ?

“Bibi aku berangkat dulu ya, titip si Ori ya bi .. dadah .. “ pamitku pada Bibi Hwang sambil menitipkan kucing kesanyanganku.

“Ne noona, hati – hati! “ jawab Bibi Hwang sambil menggendong Ori dan melambaikan tangan padaku. Akupun membalasnya dan masuk ke dalam mobil.




Akhirnya kita berangkat. Keadaan di dalam mobil lebih hening dan dingin. Jung Soo lebih berkonsentrasi dengan jalanan. Jujur aku kurang suka dengan suasana seperti ini, tapi aku juga bingung mau mengobrol apa dengannya. Ku biarkan saja dia yang masih asik menyetir, dan memasang headphone ke telingaku dan mengutak – atik iPod putih-pinkku mencari lagu.



Lagu rain drop mengalun dari headphoneku, sambil melihat pemandangan sesekali aku menengok ke arah Jung Soo. Entah kenapa aku tidak suka melihatnya seperti itu, memang aku dan Jung Soo belum akrab betul. Tapi sikapnya sekarang berbeda jauh saat kita pertama bertemu. Sejak kejadian itu, dia lebih diam dan dingin tepatnya padaku. Terlihat Jung Soo seperti mempunyai sesuatu yang dia sembunyikan, ya ini bukan urusanku jelasnya tentang masalah pribadinya. Tapi aku ingin tau !


Merasa aku melihatinya dari tadi, mungkin terlalu lama aku melihatnya Jung Soo pun ganti melihat ke arahku sekarang. Mata kita saling bertemu sesaat, tapi cepat – cepat aku mengalihkan pandanganku ke jendela pura – pura tidak melihatnya. Tiba – tiba saja pipiku memerah ada apa ini ?




Cukup lama perjalanan yang kita tempuh, akhirnya kita sampai juga di villa milik appa di pulau Jeju. Mobil kami berhenti tepat di depan villa, terlihat Eunhyuk oppa dan Noona Ami sudah datang terlebih dahulu. Aku turun dari mobil dan mengeluarkan koperku dari bagasi.

“Euncha !! “ pekik yeoja itu girang sambil memelukku, akupun membalas pelukkannya.

“Noona Ami ^^ “ jawabku.

“Lama ya kita nggak ketemu ? Bagaimana kabarmu ?” tanya noona Ami.

“hmm ne.. baik noona, noona ?” tanyaku balik.

“ne, sangat baik ! “ jawabnya. Noona Ami tidak seperti yeoja yang sudah dewasa. Dia masih seperti anak kecil yang selalu ceria. Padahal umurku dan noona terpaut 4 tahun, ya meskipun tidak terlampau jauh tapi sikapnya sama saja sepertiku.


“bagaimana tadi perjalanannya ?” tanya Eunhyuk oppa pada Jung Soo yang masih mengeluarkan koper dari bagasi.

“hm ? Lancar “ jawabnya datar.

“Kau pasti capek, istirahat dulu sana “ suruh Eunhyuk oppa sambil menepuk bahu Jung Soo pelan.

“hmm .. nanti saja “ jawabnya. Aku bisa melihat ekspresi wajahnya yang seperti memendam masalah. Tiba – tiba Eunhyuk oppa membisikkan sesuatu ke telinga Jung Soo dan di balas dengan anggukan olehnya. Wajah Eunhyuk oppa juga ikut berubah, ada apa ini semua ? Aku ingin tau !!




“kamarmu ada di atas, no.2 dari tangga.” Jelas Eunhyuk oppa pada Jung Soo dan Jung Soo hanya mengangguk paham.

“aku dimana? Bersama Noona kan ?” tanyaku.

“ani, kau ada di dekat kamar Jung Soo, tapi agak masuk ke dalam dekat balkon. “ jelas Eunhyuk oppa.

“Mwo ? lalu Noona sekamar dengan sapa ? Aigooo !! Oppa jangan macam – macam mentang – mentang kita liburan, oppa mau berbuat aneh – aneh disini ! “ omelku.




‘Bletak !’



“nggak lah !! Aku beda kamar chagi !! Pikiranmu ini aneh – aneh saja, di sini kasurnya ukuran single semua ! jadi mana muat untuk 2 orang, makanya kamarnya di pisah – pisah, ottoke ?” omel Eunhyuk oppa balik.


“oohh .. “ jawabku sambil mengelus kepalaku yang di pukul oleh Eunhyuk oppa. Aku melihat Jung Soo lagi, wajahnya masih dingin.





‘kriek !’





“Omona !! indah sekali ??” kagumku saat membuka pintu kamar yang langsung tersaji pemandangan bagus, kamar ini langsung berhadapan dengan hutan dan lembah. Sangat indah.


Tidak langsung aku rebahkan badanku, tapi mendekat ke balkon kamar dan menikmati pemandangan terlebih dahulu. Hmm .. udaranya sejuk dan membuat mata menjadi segar.






‘kriek’






Suara pintu balkoon di buka, pintu balkon kamar sebelah. Mungkin itu noona Ami. Ku teruskan lagi menikmati pemandangan yang jarang aku temui di kota. Henry oppa harus melihatnya, oppa pasti suka.


“huff~ “ hela nafas panjang dari samping. Aku menengoknya. Mataku membulat dan aku sedikit mundur dari ujung balkon. Bersembunya dari orang itu. Dia menikmati pemandangan juga, kali ini wajahnya damai sekali. Bahkan dia tersenyum.


“aku harap kau bisa melihatnya chagi..” gumamnya samar – samar tapi aku bisa mendengar dengan jelas. Deg !



Tiba – tiba saja seperti ada yang menusuk dadaku dan kepalaku tiba – tiba pening. Kenapa aku ini ?





***


TBC (again and again)


ini mau sampe berapa part ya ?? hahahhahaha

Friday, August 20, 2010

All my heart ♥ Part 11

Di taman sekolah, aku duduk di bangku kayu taman dengan gagang hitam dengan sedikit ukiran. Huff, hari terakhir masuk sekolah. Sebentar lagi liburan musim gugur, aku dan Eunhyuk oppa akan berlibur ke pulau Jeju. Dan pastinya Eunhyuk oppa mengajak Jung Soo. Aish, aku masih kesal dengannya tentang waktu itu.


Pohon pohon di taman sekolah sudah mulai berubah warna merah sedikit ke kuningan. Cantik. Aku suka sekali musim gugur. Aku menikmati suasana di taman dengan pemandangan dauh – daun pohon yang kemerahan itu gugur. Tiba – tiba ada tangan iseng yang menutup ke dua mataku.


“yak ! nuguya ?? “ tanyaku pada si tangan iseng.

“majchwobwa !! “ serunya tetap iseng. Aku coba meraba tangan itu, siapa tau aku tau siapa pemilik tangan itu.

“aa ~ Rin-sshi ! “ tebakku bodoh. Jelas – jelas suaranya seorang namja.

“aniya !! Masa kau tidak mengenali pacarmu sendiri ?” dengusnya kesal membuka kedua tangannya yang menutupi mataku. Aku memang tau kalo itu Henry oppa, tapi aku sengaja mengusilinya.

“hahahah !! aku bercanda oppa, nongdam oppa ~ “ tawaku melihat tingkahnya seperti anak kecil.

“aish !! chagi sedang apa di sini ? kenapa melamun ?” tanyanya yang sudah duduk di sebelahku.

“a aniya .. cuma menikmati udara disini oppa, pemandangannya juga bagus. “ jawabku sambil menikmati pemandangan.

“ne, aleumdaun .. “ sahutnya yang juga ikut menikmati pemadangan sambil memejamkan matanya menghirup udara musim gugur.

“oh ya oppa .. “ ucapku.

“ne ?” tanyanya menatapku dan tersenyum manis. Dies ! tatapan matanya sukses membuat kata – kata yang mau aku ucapkan hilang begitu saja.

“a .. a .. “ Rileks Euncha ..

“ aa .. oppa liburan ini mau pergi kemana ?” tanyaku berusaha tenang.

“mm .. molla~ “ jawabnya sambil berpikir.

“kita pergi yuk ?” ajaknya tiba – tiba.

“mwo ? mianhae oppa, aku pergi dengan oppaku liburan nanti. Mianhae .. kapan – kapan saja ya “ suruhku.

“hahhaha gwechana .. “ jawabnya sambil mengacak poniku. Kita bercanda bersama sampai akhirnya bel masuk sekolah dan sekaligus bel pulang sekolah berbunyi.

“ayo ..” ajaknya sambil berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangannya padaku. Aku menerimanya dan berdiri. Kita berjalan masuk ke sekolah dengan iringan daun – daun dari pepohonan yang berjatuhan.






“chagi, itu .. sudah di jemput “ ucap Henry oppa sambil menunjuk Honda New Civic Silver yang menghampiriku. Jung Soo sudah menjemputku. Henry oppa sedaritadi menungguku sampai Jung Soo menjemputku, sebenarnya Henry oppa menawariku untuk dia mengantarku tapi aku menolak karna aku tau pasti akan ada yang terjadi.

“ne, oppa aku duluan ya! Hati – hati oppa, jangan mengebut meskipun jalanan sepi ! Jangan menyetel music keras – keras nanti kalo ada .. “

“au !! oppa sakit !! “ pekikku, belum sempat aku melanjutkan omonganku Henry oppa sudah mencubit pipiku.

“kau ini cerewet sekali ya !! hahahhaha araseo chagi~a … “ jawabnya gemas sambil mengacak – acak poniku. Aku pasang wajah cemberutku, Henry oppa malah mencubit pipiku lagi. Kita bertengkar kecil, tapi tidak sungguhan. Dia terus – terusan mencubitku dan aku juga tidak mau kalah aku ganti mencubit pipinya yang chubbie itu. Sampai – sampai aku lupa kalo aku mau pulang.








‘TIN !!’










Suara klakson mobil didepanku berdenging dan sontak mengagetkan kita berdua yang masih asik bercanda.

“ya sudah oppa, aku pulang dulu ya ! “ ucapku terakhir kalinya dan sebelum aku pergi tiba – tiba Henry oppa mencium keningku lembut. Aku masih terpaku melihat aksinya.

“hati – hati ya chagi, kalo sudah sampai kasih kabar ya ..” suruhnya mengelus rambutku. Aku hanya mengangguk tanda ‘iya’ dan akupun masuk ke mobil. Henry oppa juga masuk ke dalam mobil Audi A4 putihnya.




Saat aku mau berjalan ke arah mobil Jung Soo, aku melihat Jung Soo dari kaca depan mobil yang menatap Henry oppa dengan tatapan sinisnya lalu dia mengalihkan pandangannya ke jendela.


Aku membuka pintu mobil dan masuk. Jung Soo mulai menyalakan mobilnya, selama perjalanan di antara kita tidak ada yang memulai pembicaraan.

“Jung Soo sshi .. “ pekikku sedikit ketakutan. Mobil yang kita kendarai ini mulai melaju lebih cepat tidak seperti biasanya. Jung Soo semakin menginjak gasnya dalam dalam, dia tidak menghiraukanku yang dari tadi mulai ketakutan. Ku pererat sabuk pengamanku.

“Jung Soo-sshi !! kau jangan gila !! Kita bisa mati Jung Soo-sshi !! “ teriakku tapi dia sama sekali tidak memperdulikannya. Tatapan matanya semakin tajam, tangannya yang memegang stir mulai mengeras. Kenapa dia ? Aku tau dia sedang emosi, tapi kenapa ???

“Jung Soo !! Aku bilang hentikan mobil ini ! Hentikan !! “ teriakku dengan suara yang mulai bergetar. Kecepatan mobil ini semakin bertambah dan apalagi cara mengemudinya yang mulai ugal –ugalan. Tuhan apa ini akhir hidupku ???

“Sekali lagi aku bilang HENTIKAN JUNG SOO !! ATAU AKU AKAN …” belum sempat aku menyelesaikan kata – kataku dia sudah mengerem mobil ini secara mendadak. Gertakkanku ternyata ampuh juga, tanpa basa – basi ku lepas sitbelt yang aku pakai dan turun dari mobil.



Aku berjalan cepat tepatnya berlari menjauh dari mobil Jung Soo, tapi rasanya kakiku tidak kuat lagi untuk berlari karna terlalu shock. Tiba – tiba ada sesuatu yang menahan tanganku. Aku menatap seseorang yang menahan tanganku itu.


“APA !! BELUM PUAS KAU HAH ?? BELUM PUAS KAU BUAT AKU HAMPIR MATI !!” teriakku kencang meskipun suaraku masih bergetar. Dia menggenggam tanganku kuat, aku berusaha melepaskan tangannya tapi terlalu kuat.

“lepaskan !!! aku mau pulang sendiri, lepaskan Jung Soo .. “ suraku perlahan mulai hilang dan cairan yang sedaritadi tertahan dan membuat dadaku sesak akhirnya keluar juga. Menangis.


Dengan lembut tiba – tiba Jung Soo memelukku yang masih menangis. Jung Soo mengelus rambutku lembut berusaha menenangkan tangisanku yang masih belum berhenti. Entah apa yang aku rasakan sekarang sedih, marah, dan nyaman .. nyaman ?? Ya aku merasa nyaman saat di peluk olehnya, apa – apaan aku ini ??


“kita pulang bersama .. “ jawabnya lembut.


“aniya !! aku mau pulang sendiri .. “ sergahku melemah. Tubuhku masih saja bergetar ketakutan dan Jung Soo tau dia semakin mempererat pelukkannya.


“mianheyo .. jeongmal mianhae .. “ ucapnya pelan. Tangisanku bukannya berhenti tapi semakin mengeras. Ku benamkan wajahku ke dadanya yang menutupi wajahku.


Di sebrang sana, entah kenapa aku merasa ada yang memperhatikan aku dan Jung Soo berpelukkan. Tapi aku tak tau siapa, aish aku selalu saja punya firasat yang aneh.


Mobil Audi A4 putih berhenti agak jauh dari mobil Jung Soo. Si pemmilik mobil itu melihat jelas adegan demi adegan yang di lihat di depan matanya sendiri. Henry melihat kekasihnya sedang di peluk dengan ya tak lain adalah Jung Soo.

"Brengsek, dia pakan Euncha ?!!" geramnya sambil memukul stir.



“kita pulang arraseo ..” ajaknya melepas pelukkannya dan aku hanya mengangguk menurut dengan Jung Soo. kita masuk ke dalam mobil.

Saat masuk ke dalam mobil, aku sedikit trauma. Aku hanya diam saja, tubuhku masih saja bergetar. tiba - tiba tangan Jung Soo menggenggamku dan menatapku.

"mianhaeyo .. mianhae aku sudah membuatmu ketakutan. Jeongmal mianhae .. " ucapnya menatapku lurus. mataku yang masih sembab bisa melihat matanya yang benar - benar memancarkan rasa bersalah yang sangat amat dalam.

"berhentilah menangis .. sekarang aku menyetirnya pelan - pelan, ottoke ?" yakinnya dan mengusap air mataku dengan tangannya. kitapun pulang ke rumah dan mungkin karna aku terlalu lelah menangis, akhirnya akupun tertidur.



***



mian FF.nya rada ng.gaje ~ hehhehe :P

Saturday, August 14, 2010

All my heart ♥ Part 10

Aku menyusuri jalan menuju taman pagi ini, Henry oppa mengajakku bertemu di taman dekat rumah katanya ada yang mau di bicarakan. Cuaca sangat dingin pagi ini, dengan hoodie putihku yang menutupi kepalaku dan celana panjang birukupun aku terus berjalan menahan dinginnya udara.


Sesampainya di sana, aku melihat Henry oppa yang memakai hoodie army sedang duduk di bangku taman. Dia menungguku. Apa yang sebenranya yang ingin dia katakan ?


Aku pun menghampirinya


“mianhae oppa, mian aku terlambat. Sudah lama ? “ tanyaku menghampirinya. Henry oppa berdiri sambil tersenyum manis sekali. Dan tiba – tiba dia memelukku erat.

“oppa ? waeyo ?” tanyaku kebingungan. Dia semakin erat memelukku dan itu pula semakin membuatku kebingungan.

“oppa .. “ ucapku. Aku takut membalas pelukannya, baru kali ini Henry oppa memelukku. Sedikit ragu akupun membalasnya. Aku mengelus punggungnya pelan.

“ saranghae, nan neul saranghae Euncha .. ” ucapnya pelan. ‘Deg !’
Tubuhku gemetar, nafasku tidak bisa di atur dan wajahku mulai memanas. Jangan sampai dia melihatku dengan wajah seperti ini. Henry oppa melepaskan pelukannya dan menatap wajahku.




Andwae .. aku belum siap !! wajahku sangat bodoh !! gyaaa …




Henry oppa menatapku lekat, berusaha mencari jawaban.




“o .. oppa bercanda pasti ! hahhahah .. “ tawaku yang sama sekali tidak lucu. Aku berusaha mengalihkan pembicaraan, aku tidak menyangka kalo Henry oppa mengungkapkannya padaku sekarang.

“aniya, jinsim-iya .. Lee Euncha, saranghaeo .. “ ucapnya lagi dengan tatapan yang mebuat bulu kuduku merinding. Pasti sekarang wajahku sangat memalukan. Tuhan bangunkan aku !!

“dangsin-eun nae yeojagaissneun geoji? “ tanyanya dan terus menatapku lekat. Mulutku rasanya terkunci, sulit sekali mengucapkan kata – kata. Henry oppa kau sukses membuatku terlihat bodoh !!
Aku bingung harus menjawab apa, ya aku juga menyukainya tapi .. kenapa ? ada apa denganku ?




ayo Euncha, jawab iya ! kau juga menyukai Henry oppa kan ?? kalian sama – sama saling mencintai , Euncha !




“ta .. tapi op .. oppa ..” ucapku tersendat. Sungguh aku gerogi sekali.

“mwoyo ? apa kau tidak percaya denganku ? apa kau ragu ?? “ tanyanya beruntut. Dan lagi – lagi aku tidak sanggup mengatakan satu kata pun, aku hanya bisa diam melihat Henry oppa yang terlihat meyakinkan aku tentang perasaannya.

“apa aku perlu membuktikannya ? “ tanyanya memastikan aku untukmempercayainya. Tapi aku masih saja diam seperti patung. Ah Euncha kau babo !! Kenapa kau diam saja ??? Katakan sesuatu ..




Tiba – tiba saja tangan Henry oppa memegang pipiku dengan kedua tangannya. Dia mendekatkan wajahnya, mataku membulat.



Oppa ! Aniya, jangan !! Aku bisa mati berdiri di sini !!





Jarak wajah kami sekarang hanya 3 cm, aku bisa merasakan hembusan nafasnya. Dan Henry oppa mendaratkan bibirnya perlahan dengan lembut. Tak tau kenapa aku hanya pasrah Henry oppa menciumku. Kakiku bergetar, rasanya lemas sekali. Aku tidak sanggup berdiri lagi. Tapi tangan Henry oppa menurun dan mengenggam tanganku.
Entah kenapa aku merasa ada yang memperhatikan kita dari kejauhan. Aku melepaskan ciuman Henry oppa.


“ah mianhae Euncha, aku ..“ ucapnya bersalah tapi sebelum Henry oppa meneruskan kata – katanya aku tersenyum padanya.

“aniya oppa.. nado saranghae oppa .. “ ucapku akhirnya. Matanya terbelalak kaget dan seulas senyuman terbentuk di pipinya yang chubbie itu. Sekali lagi Henry oppa menciumku dengan lembut.





***



“aku pulang~ “ sapaku sampai di depan ruang tamu. Tidak ada jawaban.

“Eunhyuk oppa ?? “ panggilku lagi sambil menelusuri ruangan. Aku meunju ruang keluarga biasa Eunhyuk oppa menonton TV dan mengerjakan tugas kuliahnya. Tapi tidak ada orang di sini, kemana semua mereka ?

“bibi hwang ??? bibi, kau di mana ?” panggilku bergerak ke arah dapur.

“ah, di sini noona. Ada apa ?” tanya Bibi Hwang mengagetkanku. Mwo kenapa dia??

“Mwoyo ??? kau kenapa Jung soo-sshi ?” tanyaku pada Jung Soo yang tangannya sedang di obati bibi Hwang.

“gwechana “ jawabnya datar dan dingin. Dia tidak melihatku sama sekali, Jung soo hanya memperhatikan Bibi Hwang yang sedang memberi obat merah pada jari jemarinya yang lecet.

“kau jatuh ? kok bisa sih ? ” tanyaku lagi. Setahuku dia tadi pagi baik – baik saja, bukannya tadi dia di rumah.

“aniya” sahutnya dingin. Aku mengambil duduk di depannya, Jung Soo terlihat kaget melihatku duduk di depannya dan tanganku ini tiba - tiba memegang tangannya, mengecek lukanya.

“sudahlah aku baik – baik saja, kau ke kamar saja ! “ bentaknya tiba – tiba dan menepis tanganku. Baru kali ini dia bersikap seperti ini.

“kenapa kau marah ? Aku tanya baik – baik, kau malah seenaknya jawab seperti itu ! Kalo kau nggak suka ya sudah, nggak perlu .. “ seruku yang ikutan emosi dengan sikap Jung Soo barusan.

“sudah noona .. “ relai bibi Hwang, akupun pergi ke kamar







‘Brak !’







Ku banting pintu sekeras – kerasnya dan aku ambrukkan badanku di kasur putihku.


Ah !! Jung Soo kau sukses membuat mood-ku hari ini rusak !! memangnya aku salah apa denganmu, hah ?kenapa malah kau yang marah ? Harusnya aku yang marah masalah tadi pagi !! dasar babo !!





TBC~

All my heart ♥ Part 9

Sinar matahari dari jendela langsung memancar dan menyilaukan, membuat tidurku sedikit terusik. Aku bangun dari tempat tidurku, dan sedikit kebingungan dengan kamar tidurku. Sejak kapan kamarku berubah semua ?


Ku edarkan pandanganku yang masih setengah sadar, mencerna apa yang aku lihat. Kamar ini sepertinya memang bukan kamarku, lalu ini kamar siapa ? kenapa aku bisa tidur disini ? Mataku terpaku pada sesosok yang sedang tertidur pulas di sofa merah. Wajahnya sangat aku kenal, tiba – tiba wajahku sangat panas menyadari siapa namja itu.


“gya !!” pekikku dalam hati sambil membungkam mulutku menahan suara teriakanku. Aku tidak mau membangunkannya, karna itu membuatku semakin malu. Aku salah kamar rupanya! Babo !!


Aku beranjak dari tempat tidur pelan – pelan berusaha tidak membangunkannya, tapi ..


“hmm .. ? kau sudah bangun ?” tanyanya sambil mengucek matanya. Badanku langsung mati kutu, dia beranjak dari tempatnya dan mendekatiku. Rasanya jantungku mau loncat dari tempatnya.

“ah mian aku membangunkanmu, kelihatannya aku salah tempat tidur permisi .. “ jawabku menunduk dan langsung pergi.

“bilang saja kalo kau rindu denganku !!” pekiknya dan tertawa. Aish !! Aku langsung menatapnya dengan tatapan 'what-are-you-crazy??'

“yak !! PeDe sekali kau !! siapa yang rindu denganmu ?? Malas ! “ sergahku. Pagi – pagi begini sudah buat iblisku keluar saja orang ini ??

“hahahhaha !! Sudah jujur saja ! “ jawabnya kepedean.

“Aish !! “ dengusku dan membanting pintu kamarnya. Benar – benar dia ini !! Argh !!

“babo kau Cha, kenapa bisa tidur di kamarnya sih ?” gumamku sambil memukul kepalaku keras.

“au sakit!!” pekikku, ternyata pukulanku cukup menyakitkan.







Di ruang makan sudah ada Eunhyuk oppa yang sedang sarapan Beijing fried rice buatan bibi Hwang, Bibi Hwang juga sedang menyiapkan sarapan untukku dan DIA yang dengan wajah malaikatnya memakan sarapan. Wajahnya memang sangat polos tapi ternyata dia cerewet dan satu lagi tingkat kepedeannya sudah stadium akhir.


Eunhyuk oppa yang melihatku datang langsung memanggilku. Dan itu juga membuat Jung Soo menoleh ke arahku.


“Chagi ayo sarapan, ini Bibi Hwang sudah masakin special hahhaha “ tawa Eunhyuk oppa dengan mulut penuh nasi goreng, dia sangat menyukai masakan Bibi Hwang terutama Beijing fried rice andalan bibi Hwang. Bibi Hwang hanya tersenyum.

“Ne, tapi oppa aku mau pergi dulu “ ucapku menyendokkan sesuap nasi gorengku. Masakan bibi Hwang memang juara, tapi aku harus ke taman. Henry oppa menungguku di sana.

“kemana ?” tanya Eunhyuk oppa.

“Ke taman sebentar” jawabku.

“ Aku ikut “ sahut Jung Soo tiba – tiba.

“ aniya, aku cuma sebentar. Oppa, aku nggak usah di temani kok. “ sergahku, aku tidak mau makhluk satu ini ikut.

“ tapi kata appa-mu .. “ jawabnya terhenti.

“sudahlah, aku cuma pergi ke taman dekat rumah. Nggak lama kok “ sahutku dan langsung pergi ke taman. Kenapa hari ini dia membutaku kesal ?!!





*Leeteuk POV*


Aku dan Eunhyuk sedang sarapan di ruang makan. Bibi Hwang hari ini memasak Beijing fried rice, kata Eunhyuk masakan bibi Hwang sangat enak. Saat bibi Hwang sudah menyiapkan sarapan, aku langsung memakan nasi goreng di hadapanku ini.

“Bibi, masakan bibi sangat enak ! “ pujiku. Memang masakan bibi Hwang enak sekali.

“hahhaha, bibi Hwang juaranya ! “ puji Eunhyuk juga, bibi Hwang hanya tersenyum malu sambil menyiapkan sarapan untuk Euncha. Anak itu belum turun – turun juga.
Tak berapa lama kemudian dia datang, dia sedikit terburu – buru.

“Chagi ayo sarapan, ini Bibi Hwang sudah masakin special hahhaha “ serbu Eunhyuk dengan mulutnya yang masih penuh makanan paad Euncha.

“Ne, tapi oppa aku mau pergi dulu” ucapnya pada Eunhyuk sambil mencomot sedikit nasi gorengnya. Pagi – pagi begini dia mau pergi ? kemana ?

“kemana ?” tanya Eunhyuk.

“ke taman sebentar “ jawabnya yang masih mengunyah nasi goreng di mulutnya. Ke taman ? dia pasti mau menemui seseorang. Kenapa aku memikirkan Henry, apa dia mau bertemu Henry ?

“aku ikut “ sahutku tiba – tiba, dia sedikit kaget. Eunhyuk hanya mengangguk setuju aku ikut dengan Euncha.

“aniya, aku cuma sebentar. Oppa, aku nggak usah di temani kok “ jawabnya menolak tawaranku. Perasaanku semaki kuat kalo dia mau bertemu Henry. Aku memang tidak suka kalo melihat Euncha dekat dengan namja lain, tidak tau kenapa ?

“tapi, kata appamu .. “ balasku tapi dia buru – buru menyergahnya. Dia terlihat tidak suka kalo aku mengantarnya. Dugaanku samakin kuat kalo dia mau bertemu dengan Henry.

“sudahlah, aku cuma pergi ke taman dekat rumah. Nggak lama kok “ sahutnya menyela perkataanku dan pergi begitu saja. Entah kenapa perasaanku tidak enak, aku berniat untuk mengikutinya dari belakang. Ku habiskan sepiring sarapanku dan bearnjak dari meja makan.

“kau mau kemana, teuki ?” tanya Eunhyuk yang masih menikmati sarapannya.

“Aku mau pergi sebentar “ jawabku dan pamit pergi.



Pagi ini cuaca sedikit mendung, percuma saja tidak akan mengurungkan niatku untuk mengikutinya. Euncha berjalan tanpa menyadari aku yang mengikutinya dari belakang, dia mengarah ke arah taman dekat rumah. Apa dia akan bertemu dengan Henry ?


Benar saja, dia menemui seseorang yang tengah duduk di bangku kayu taman. Seorang namja. Aku tidak begitu jelas melihat wajahnya. Tapi dari postur tubuhnya, aku yakin itu Henry. Aku mengambil sedikit jarak darinya dan bersembunyi di balik pohon yang cukup besar.


Euncha menghampiri namja itu, namja itu langsung memeluk Euncha. Ada rasa nyeri di ulu hati saat aku melihat adegan itu. Aku tidak tau apa yang mereka bicarakan, gerak – gerik Euncha sedikit aneh. Namja itu menatapnya serius dan tajam, Euncha sedikit salah tingkah. Apa yang mereka bicarakan ?



*leeteuk POV (end)*





TBC (again)

sumpah bener - bener mian kalo FF.nya jelek :P
aku juga masih belum tau endingnya gmn .. ada saran ??? hehheheh :P

Sunday, August 8, 2010

No Other - Haerin~ part 5 (last part)

Suasana di sekolah hari ini sangat ramai, tidak hanya dari Super High school saja, murid – murid sekolah lainpun juga datang. Terutama lawan kami pada pertandingan basket hari ini, sekolah Shinwa. Sekolah kami mengadakan pertandingan persahabatan antar sekolah yang di lakukan 2 tahun sekali.


“Donghae – ah ! apa kau siap ?” tanya Eunhyuk yang ada di sebelahku saat aku melihat team dari sekolah Shinwa masuk ke dalam area sekolah. Namja itu, dia berjalan di depan. Yah, aura jiwa kaptennya sangat terasa. Bisa aku bilang hati yeoja mana yang tidak terpaku dengan dia.

“Oppa !! “ panggil seseorang. Aku dan Eunhyuk menengok bersamaan. Euncha menghampiri kami.

“hei, bukannya kau harus menjaga stan ya ? “ usir Eunhyuk pada dongsaengnya.

“ne, tapi oppa masa aku di satu stan sama Jessica ? “ rewel Euncha.

“yak ! sudahlah, terima saja ! “ jawab Eunhyuk santai.

“Oppa! Aniya !! dia itu seperti nenek sihir !! sudah judes cerewet lagi .. bla .. bla … “ celotehnya panjang lebar. Aku hanya bisa menggelangkan kepala melihat kakak beradik ini adu debat. Lucu sekali.

“arraaa .. “ ucap Euncha akhirnya, mungkin kali ini debat dimenangkan oleh Eunhyuk. Wajahnya dilipat – lipat dan memasang wajah cemberut.

“sudah ! balik sana !! “ suruh Eunhyuk dan dia menurut. Senyum puas berkembang di mulutnya dan Eunhyuk tertawa.



“hei, kasihan dongsaengmu .. “ ucapku.

“hahahhaha biarin !!habis cerewet sih ! “ jawabnya yang terus tertawa puas.

“hahahha !! kau sadar nggak ? kalo kalian berdua sangat cerewet ! kupingku saja sudah panas ! “ sahutku cepat,wajah Eunhyuk berubah serius. Aku mengambil ancang – ancang untuk berlari.

“Yak ! kau FISHYYYY !!! “ teriak Eunhyuk lari mengejarku.





‘Bug ! ‘




“hei ! kalo jalan hati – hati dong !! “ omel yeoja yang berpenampilan ‘WAH’ dengan lagak sombongnya itu. Jessica.

“ah mian .. “ jawab Eunhyuk meminta maaf.

“makanya kalo jalan pakai mata !! “ suaranya mulai meninggi. Eunhyuk mulai ikut emosi.

“Yak !! di mana – mana jalan juga pakai kaki !! “ balas Eunhyuk, aku merelainya. Kejadian barusan sukses membuat semua mata tertuju pada kami. Aku bawa Eunhyuk mejauh dari nenek lampir itu.

“hei, benar kata dongsaengmu. Menakutkan, pantas dongsaengmu nggak mau “ ucapku.

“cih !! menyebalkan sekali !! “ gerutu Eunhyuk.




Acara sudah mau di mulai, aku dan teamku sedang melakukan stretching. Kali ini masih pertandingan footsal, dan setelah ini pertandingan basket. Sambil melakukan stretching aku mencari seseorang, tapi orang yang aku tuju itu belum juga menampakan wujudnya. Apa dia tidak datang dan melihatku bermain ? Aish, kenapa aku jadi kepedean seperti ini !!


“hei, waeyo ?” tanya Eunhyuk di sela – sela stretching kami.

“hm ?” aku hanya mengangkat satu alisku.

“nuguya ?” tanyanya lagi.

“mwoyo ?” tanyaku heran sambil menekuk kaki kananku.

“yak !! jangan pura – pura bego !! aku tau kau menunggu Rin kan ?” godanya.




‘Bletak ! ‘





Sebuah pukulan yang cukup keras mendarat dikepala Eunhyuk. Dia meringis kesakitan sambil mengusap kepalanya.

“Yak !! kau bukannya stretching malah mengobrol ? Sebentar lagi giliran kita ! “ omel Yesung hyung. Aku hanya bengong melihat Eunhyuk yang baru saja di pukul botol air mineral oleh Yesung hyung.

“aduh .. “ rintihnya sambil mengusap belakang kepalanya setelah yesung hyung pergi.

“hahhahahha .. “ tawaku.




15 menit lagi pertandingan akan di mulai. Team kami sudah bersiap, saat reporter memanggil team dari sekolah kami, kamipun keluar. Dengan kostum berwarna merah dan putih pada pinggirnya, kami melangkah pasti. Teamku sudah berbaris di dekat coach kami, menunggu lawan kami. Dan sang reporter akhirnya memanggil team lawan, team dari sekolah Shinwa. Mereka memakai kostum perpaduan warna hitam silver. Rasa ciut mulai menakutiku, apalagi saat melihat dia. Namja yang ‘katanya’ sedang dekat dengan Rin sangat jelas.

Kami di beri waktu untuk melakukan stretching lagi di lapangan, sebelum bertanding. Para penoton sangat ricuh, banyak yang membawa spanduk mendukung sekolah kami, tapi banyak juga yang mendukung dari sekolah Shinwa. Di sela – sela pemanasanku, aku melihat teknik bermain mereka. Damn !! permainan mereka sangat bagus, rasa percaya diriku mulai hilang.





‘Tiieeeeeeeennnn !’





Suara bel tanda permainan sudah berbunyi. Aku mengambil posisi depan untuk melakukan passjump. Aku berhadapan dengan dia, dia menatapku serius dan tajam. Wasit memberi ancang – ancang, tatapan kami terfokus pada bola orange yang ada di depan kami. Bel kembali berbunyi dan wasit melemparnya ke atas. aku melakukan jumping, tapi sial dia mendapatkannya terlebih dulu.


Eunhyuk yang menjadi penyerang sudah bersiap di posisinya. Henry, Yesung hyung, dan pemain lainnya mengejar lawan. Salah satu pemain dari sekolah Shinwa mendribble bola ke arah ring kami, Henry melakukan pertahanan. Tapi dengan sigap anak itu mem-passingkan bolanya ke pemain incaranku.




‘hup’




Dia menangkap bolanya dengan sigap, dan mendribblenya lagi sambil mencari kesempatan yang pas. Aku tidak akan membiarkannya memberi score pertama untuk sekolahya. Dengan cepat, aku yang ada di belakangnya langsung berlari merampas bola itu dan mendribble ke arah ring sekolah Shinwa. Yesung hyung menyoraki para pemain lain untuk mengganti posisi, tapi percuma pertahanan dari lawan sangat kuat. Aku terus mendribble bola itu sambil melihat siapa yang sedang ‘kosong’.



“hyung !” teriak Henry yang saat itu posisinya sedang aman. Tanpa basa – basi aku langsung melamparkan bola ke arahnya dan dia menangkapnya. Kami berdua berlari bersamaan dengan jarak yang lumayan jauh, saat mendekati ring sekolah Shinwa Henry langsung melempar bola itu. Kami melakukan rebond.




‘hup!’




Yak ! aku dapat dan langsung memasukannya ke dalam ring!




‘ding.ding !!’




‘2-0’



Score pertama untuk sekolah kami. Semua penonton bersorak dan semakin ricuh. Aku dan Henry ber-high five. Kami mengatur posisi lagi. Tapi kali ini, bola ada di tangan lawan dan yang memegangnya lagi – lagi dia.


“ini bagianku “ ucapku pada Henry yang melakukan pertahanan di sampingku. Dia mengangguk paham. Aku maju ke depan dan menghalang – halanginya untuk memasukan bola ke dalam ring. Aku merebut bola yang di dribblenya, tapi susah!

“terus lakukan pertahanan !! “ teriak coach kami memberi instruksi. Hangeng hyung.



Pertahanan mulai aku perkuat, tapi gagal ! Dia melakukan three point. Aish sial !




“yak, kalian jangan memberi peluang untuk lawan. Donghae berikan bola kepada yesung saat dia sedang aman, posisinya tadi sudah aman. Kita jangan bermain secara individual, saling berbagi dan yang terutama adalah kekompakkan. “ jelas Hangeng hyung saat break pertandingan. Saat ini score kami sangat beda tipis. 32 – 33. Dan saat ini sudah memasuki periode ke 4.
Mataku mulai menjelajah ke arah bangku penonton. Aku sama sekali tidak menemukan sosoknya. Kemana dia ?




“Eunhyuk-ah, tetap jaga ring! “ teriakku saat menerima bola dari yesung hyung. Aku dan yesung hyung mengarahkan bola ke dalam ring. Makin lama pemain dari sekolah Shinwa semakin kuat, hal ini membuatku dan yesung hyung sedikit kewalahan. Posisiku saat ini sangat terdesak, yesung hyung, Henry dan Eunhyuk jauh dari jangkauanku. Bagaimana ini ? waktu sebentar lagi habis.


Ku lempar bola ke arah Eunhyuk setinggi – tingginya. Eunhyuk melakukan lompatan yang tinggi dan menangkapnya dengan sempurna.Waktu kurang sepuluh detik lagi.

“lakukan !! “ teriak Yesung hyung. Dengan sedikit ragu aku berlari lurus ke arah ring dan Eunhyuk melemparkan bola. Bola itu tertangkap di tanganku, tepat di tengah batas three point aku melompat setinggi - tingginya dan ..






“3 ..






“2….







“HUPP !!” “1 …







‘ding.ding !!’






“YEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE !!!!!!!! “ teriak semua penonton. Aku sibuk mengatur nafas dan Eunhyuk, yesung hyung, Henry, dan pemain lainnya berhambur memelukku. Aku masih bingung.

“hei bocha ikan ! kau sangat hebat ! “ ucap yesung hyung sambil memukul kepalaku pelan. Aku menatapnya heran.

“Ne !! Donghae hyung, aku kasih 4 jempol !! “ sahut Henry sambil memberiku 2 ibu jarinya dan meminjam 2 ibu jari temannya.

“memangnya ada apa ?” tanyaku polos.

“yak !! babo~ya !! KITA MENANG !!!! “ seru Eunhyuk sambil memelukku dan mengarahkan kepalaku ke papan score dan mereka semua memelukku. Hah ? kita menang ?? team kami menang ????



Mereka memelukku erat, bisa aku lihat semua penonton bertepuk tangan dan ya akhirnya aku menemukan sosok yang dari tadi aku tunggu. Dia berdiri di anatara para penonton, dia berdiri dan tersenyum ke arahku. Aku membalas senyumnya. Rasa senangpun tidak bisa aku tolak, selain memenangkan permainan ini, akhirnya dia datang juga.
Setelah melepaskan pelukkannya, pemain dari sekolah Shinwa datang dan member kami selamat.


“kau hebat ! “ puji salah satu dari mereka saat berjabat tangan denganku.

“Gomawo , kau juga hebat! “ jawabku tersenyum padanya.

“Donghae-ah ? benarkah kau yang bernama donghae ? “ tanya ‘dia’, namja itu.

“Ne “ jawabku datar.

“akhirnya kita bertemu juga “ ucapnya sambil tersenyum senang. Aku menatapnya bingung.

“ternyata kau memang hebat !! “ pujinya sambil menepuk pundakku pelan dan pergi dengan teamnya.

“gomawo .. “ jawabku yang masih bingung dengan sikapnya.





Acara sudah selesai, aku dan Eunhyuk bermain – main ke bazaar sekolah. banyak stan yang menjual makanan, minuman, accecories, dan banyak lagi. Kami berhenti di salah satu stan, ya stan acceciories. Aku tertarik saat melihat cincin perak yang terpajang. Simple but elegant.


“aku beli yang ini ya “ ucapku pada si penjaga stan.

“oh ne, gomawoo .. “ jawabnya senang sambil memberikan kotak kecil bentuk bulat berwarna merah itu. Setelah membeli cincin itu, aku mencari Eunhyuk yang mulai menghilang. Setelah mencarinya, ternyata aku menemukannya di salah satu stan yang menjual hiasan hand made.

“beli lah oppa .. “ rengek si penjual pada Eunhyuk.

“aniya, untuk apa aku membelinya ? “ tolak Eunhyuk.

“kau berikan saja ke noona Ami, ya oppa ya .. “ rengek anak itu. Euncha.

“ara .. ara .. aku ambil yang ini saja, tapi dapat diskonkan ? “ tanya Eunhyuk. Yak ternyata penyakit pelitnya kambuh.

“diskon darimana ? ini sudah murah oppa !! oppa saja yang pelit !! Noona Ami kok bisa suka sama orang pelit kaya oppa ? Kasihan ya noona Ami, punya namja chingu yang pelitnya nggak ketulungan, gimana nanti kalo nikah ? “ ejek dongsaengnya. Selalu saja bertengkar kalo bertemu, tingkah mereka bukan seperti anak SMA melainkan anak SD.

“Aish !! Iya iya .. “ dengus Eunhyuk dan akhirnya mengeluarkan uangnya juga. Euncha memang paling jago kalo mengejek Eunhyuk dan membuatnya mati kutu.

“beli apa kau ?” tanya Eunhyuk melihat barang yang aku bawa.

“ini ? mm .. rahasia ! “ jawabku singkat.

“Oppa, beli juga yaaaa .. “ tawar Euncha.

“memangnya kau jual apa ?” tanyaku.

“ini .. “ jawabnya menunjukan barang – barangnya. Aku melihat barang – barang yang aku beli, dan aku tertarik dengan gelang perak rantai yang feminine. Mungkin ini cocok untuk Rin. Aku harap dia suka 

“wah pilihan yang bagus oppa !! Rin pasti suka !! Gomapta !! Oppa pembeli terakhirku !! hahahha “ girang Euncha.

“Aish, sok tau !! Siapa bilang gelang ini buat Rin ?” tanyaku.

“Oh bukan buat Rin ya ?” jawabnya polos, aku hanya mengangguk. Hahahha aku suka sekali menggoda Euncha, dia sangat polos.





***




Aku dan Euncha jalan – jalan melihat bazaar. Euncha menawariku segelas ice lemon tea dan sekotak takoyaki kesukaannya. Aku menerimanya.

Kami berjalan lagi sambil memakan takoyaki yang di beli Euncha. Tiba – tiba mataku tertarik dengan satu pemandangan yang sukses membuatku ingin menghantam tembok di sampingku.


“Euncha !!” panggil yeoja keras sambil melambaikan tangannya ke arah kami. Euncha tidak melihatnya dia masih sibuk melihat pernak – pernik di pinggirnya.


"Euncha, “ panggilku menyenggol tangannya. Dia menatapku seolah berkata 'ada-apa-?' Aku juga menjawab hanya menunjuk ke arah yeoja yang memanggil Euncha tadi. Dia mengikuti arah telunjukku, dan dia tersenyum.


Rin dan namja itu mendatangiku. Euncha terlihat sedikit kaget dengan namja yang di samping Rin.

“Gimana bazarnya ? Sukses ? “ tanya Rin.

“Ne, sukses !! Donghae oppa baik, sudah mau jadi pembeli terakhirku. Hahahha “ jawab Euncha girang.

“Oppa, chukae !! “ ucapnya senang.

“untuk ?” tanyaku sedikit tidak konsentrasi.

“Oppa sudah menang ! Chukae oppa !! “ jawabnya lagi. Entah kenapa moodku tiba – tiba rusak.

“oh ne “ jawabku datar.

“Euncha, Jung Soo dari tadi mencarimu “ goda Rin pada Euncha dan namja yang ada di sebelahnya sedikit salah tingkah. Aku sedikit heran.

“Aish kau ini “ gerutu Jung Soo, namja itu.

“halah, tadi saja kau tanya – tanya ‘Euncha dimana Rin ?’, ‘Rin, ayo cari Euncha’ “ kata RIn sambil menirukan gaya Jung Soo. Jung soo dan Euncha langsung salah tingkah.

“sudah, sana .. “ suruh Rin mengusir Jung Soo dan Euncha. Sekarang aku bisa mengambil kesimpulan, jadi Jung Soo dan Rinrin ?? mereka bukan .. ??? Aigoo !! senangnya !!!

“hei oppa !! kenapa bengong ?? Oppa beli apa saja ?? “ tanya Rin yang mengagetkanku.

“hah ?? apa ??” jawabku sedikit salting.

“yak oppa !! oppa beli apa saja ?? itu .. “ ulang Rin sambil menunjuk barang – barang yang aku bawa.

“oh ini, ya cuma pernak – pernik aja. Oh ya, kau mau ?” tanyaku menyodorkan sekotak takoyaki di tanganku.

“gomawo .. “ jawabnya mengambil satu bola takoyaki dan memakannya.

“hmm .. enak oppa !! “ ucapnya girang sampai – samapi dia tidak tau ada mayonnaise yang menempel di ujung bibir atasnya. Dia lucu sekali seperti anak kecil. Dengan sigap tanganku mengelap mayonnaise di bibirnya. Rin sedikit kaget melihat tingkahku, wajahnya sedikit memerah.

“heheheh gomawo oppa “ katanya sedikit grogi.

“ne, cheonmaneo .. “ jawabku tersenyum manis padanya, aku menatap matanya serius. Dan itu juga sukses membuatnya salah tingkah.

“Oppa, kesana yuk !” ajaknya mengalihkan suasana dan jalan mendahuluiku. Aku senang melihatnya salah tingkah seperti ini, lucu sekali.



***




Sore ini aku dan teamku berencana merayakan kemenangan kami. Sebenarnya kita bertemu di tempat langsung, tapi ada sesuatu hal yang mau kulakukan. Ku roggoh tas hitam ranselku untuk mencari handphone Blackberry Bold hitam-merahku.



‘tuut..tuutt..tuu ..’ suara tunggu telpon masih berbunyi. Telpon belum di angkat oleh si pemiliknya.




“yoboseo ?” sapa yeoja di sebrang sana dengan suara khasnya. Rinrin.

“Rin, tolong !! tolong aku !! “ seruku. Aku berniat untuk menjailinya.

“wae oppa ?? gwechanayo ?? “ tanyanya panic. Rupanya sukses akal –akalan ku.

“tolonglah aku Rin, jebal !! Aku ada di lapangan basket sekolah, Aghhhh ..” seruku lagi merintih kesakitan. Dan ku matikan telponnya. Aku harap dia kesini untuk menemuiku.



Sebelum Rin datang, aku menyiapkan apa yang ingin kukatakan padanya nanti. Jujur aku sangat gerogi. Ku ambil mawar merah yang aku beli di toko bunga dekat sekolah.


“bagaimana aku memberikannya ??” tanyaku bingung.


“apa begini ? “ tanyaku lagi sambil mengigit mawar merah itu dan menggosok – gosokkan kedua tanganku.

“atau begini .. “ tanyaku lagi dengan cara memberikan bunga mawar merah ini dengan manis.

“yah ! aku pikir ini saja hahahah .. “ aku tertawa sendiri melihat tingkahku ini




“Rin, would you be my girl ?” tanyaku sambil memngeluarkan kotak merah.

“Rin saranghaeo .. “ kataku lagi, aku sedang memperagakan berbagi gerakan untuk mengungkapkan perasaanku pada Rin. Ya ini pertama kalinya aku mengatakan perasaanku pada seorang yeoja.



Selagi menunggu Rin, aku bermain – main dengan bola kesayanganku ini. Sedikit memutar – mutarnya dengan jari tengahku. Jantungku semakin berdegup kencang tanganku sedikit dingin.


Tak berapa lama kemudian Rin datang dengan tergesah gesah. Terlihat raut wajah khawatir dan panic.


“Oppa !! “ panggilnya dan menghampiriku dari ambang pintu. Aku yang berdiri di atas podium tak tau harus berbuat apa.

“Oppa !! “ panggilnya lagi, raut wajahnya masih panic.

“Oppa gwechanayo ?? waeyo oppa ??” tanyanya beruntun. Entah kenapa aku senang melihatnya panic seperti ini, itu artinya dia mengkhawatirkanku.

“nan neun gwechana, mianhae, Rin .. “ jawabku sedikit bersalah.

“lalu telpon tadi ?” tanyanya kebingungan.

“aku bohong .. “ jawabku pelan.

“apa ?? bohong ?? Oppa jahat !! kenapa oppa berbohong !! apa maksud oppa membohongiku hah?? Aku nggak .. “ ucapnya terhenti saat melihatku berlutut di depannya.

“apa lagi ini oppa ?!!” tanyanya masih kesal.

“Rin, mianhae jeongmal mianhae .. “ ucapku tidak memperdulikan pertanyaannya.

“Rin-ah, dangsin-eun nae yeojagaissneun geoji ? would you be my girl ?” tanyaku to the point padanya. Dia terkejut dengan pertanyaanku.

“oppa .. “ ucapnya sedikit melemah. Aku memberikan bunga dengan caraku tadi. Rin mengambil bunga itu dan masih kebingungan.

“saranghaeo.. “ ucapku lagi sambil berdiri menatapnya lurus mencoba mencari jawaban yang pasti.

“oppa .. “ katanya pelan. Aku takut dia menolakku. Ku pegang tanganya erat dan terus menatapnya.

“nado oppa, nado saranghae .. “ ucapnya akhirnya. Terulas senyum manis di bibirnya dan dia menatapku tulus.



Aku tidak bisa bohong, rasanya aku ingin loncat setinggi – tingginya. Reflek aku langsung memeluk badanya erat sekali.



“oppa !! “ pekiknya sedikit kaget karna pelukanku. Tapi akhirnya dia membalas pelukkanku. Lama kami berpelukan, akhirnya kulepaskan pelukanku.

“gomawo chagi .. “ ucapku pelan dan mendaratkan bibirku ke keningnya yang tertutup poni.

“chagi~a .. “ panggilku sedikit manja padanya.

“wae ?? “ tanyanya salah tingkah, wajahnya merah semu. Dengan cepat aku mencium bibir merahnya itu dan langsung pergi mengambil tas yang aku tinggal di podium sebelum dia mengejarku.

“hiahh !! Donghae oppa !!! “ teriaknya setelah terpaku saat aku mencium bibirnya.

“oppa !! jangan lari kau !! “ teriaknya dan aku masih berlari. Tiba – tiba sesuatu yang besar mengahntam kepalaku sangat kuat. Rupanya Rin melempar bola basketku yang tertinggal.

“hahah !! rasakan ! “ ucapnya penuh rasa puas saat aku duduk terkulai, hantaman bola sedikit membuatku pusing.

“au .. sakit chagi .. “ rintihku dan semua menjadi gelap. Aku pingsan.

“oppa !! oppa .. “ panggil Rin terus menerus sambil menepuk pipiku pelan.

“oppa bangun .. mianhae oppa .. jebal bangun .. “ ucapnya bersalah merangkulku. Aku buka mataku meskipun sedikit berat dan tersenyum padanya. Rupanya dia menangis, aku hapus air matanya yang membasahi pipi putinya.

“oppa .. mianhae ..” katanya suaranya terdengar bergetar. Wajah kami sangat dekat, aku sedikit mengangkat kepalaku. Tangan kananku memegang tengkuk lehernya dan kudektakan ke arahku. Wajahnya semakin dekat dan aku mencium bibirnya pelan. Awalnya dia sangat kaget tapi akhirnya dia membalasnya.





-end-

.hahahhaah akhirnya final juga !! mian kalo jelek :P