Friday, August 6, 2010

All my heart ♥ Part 7

Setelah kita bermain bersama, kita beristirahat sebentar di tempat duduk taman.


“kau haus ? “ tanya Henry oppa. Aku hanya tersenyum.

"baiklah, tunggu sebentar ya .. “ ucapnya dan langsung pergi membeli sesuatu.



Suasana malam yang sangat menyenangkan, tapi sangat dingin. Aish sekarangkan musim gugur, babonya aku ! kenapa aku tidak bawa jaket? Aku usap – usap tanganku untuk mencari hangat. Tiba – tiba sesuatu menyentuk pundakku.


" Sudah tau keluar malam, kenapa nggak bawa jaket sih ? “ omelnya menyampirkan cardigan indigonya ke pundakku. Jung soo.

“hah ? gomawo .. aku lupa “ jawabku sedikit minggir untuk memberinya tempat duduk.

“kemana teman – temanmu ? “ tanyanya sambil duduk di sampingku. pandangannya sangat dingin.

“donghae oppa dan Rin aku nggak tau, Henry oppa beli minuman “ jelasku dan dia mengangguk sambil menikmati pemandangan di sekelilingnya.

“ini untukmu “ ucapnya memberiku kembang gula berwarna baby blue. Aku menerimanya.

“gomawo .. “ sahutku dan memakannya.

“bagaimana kencanmu ? “ tanyanya sedikit dingin.

“kencan ?” tanyaku balik.

“ne, kau dan namja chingumu itu sedang berkencankan. “ jawabnya dia tidak melihatku sama sekali.

“aniya, aku dan Henry oppa hanya berteman. “ ucapku.

“tapi kalian saling menyukai “ jawabnya terdengar kali ini jawabannya sangat dingin.




Aku tidak bisa menjawab apa – apa. Aku hanya bisa melihat wajahnya yang sedikit aneh menurutku, dan dia balik melihatku. Tiba – tiba tangannya memegang tepi bibirku lembut.


“kalo makan jangan seperti anak kecil, lihat ini .. “ ucapnya membersihkan kembang gula yang menempel di tepi bibirku. Aku hanya diam dan lagi – lagi wajahku memerah.

“ah mian .. in .. “ pekik Henry oppa yang tiba – tiba datang sedikit berlari, tapi ucapannya terhenti saat melihatku dan Jung Soo yang membersihkan bibirku. Jung Soo berhenti dan wajahnya kembali dingin.

“gwechana oppa “ sahutku dan memberinya tempat duduk. Jung Soo malah berdiri.

“kau mau kemana ? “ tanyaku heran.

“kalo sudah selesai hubungi aku, aku pergi dulu .. “ jawabnya datar dan pergi menjauh. Kenapa ada rasa sakit di dadaku ?

“oppa, mian tentang sikap Jung Soo .. “ kataku di sela – sela kita mengobrol di taman.

“gwechana, .. “ jawabnya tenang








Pk : 11.00 PM



Lotte World sudah mau tutup. Aku dan Henry oppa pulang, Rinrin dan Donghae oppa sudah pamit duluan untuk pulang. Aku dan Henry oppa berpisah di depan pintu masuk. Dia mengambil mobilnya yang di parkir, dan aku menunggu Jung Soo.


“ffuu~ “ dengusku saat masuk ke dalam mobil. Jung Soo hanya diam tidak mengeluarkan satu kata pun. Mobil mulai jalan.

“turunkan sandaranmu “ucap Jung Soo di sela – sela menyetirnya. Tapi aku sudah tidak ada power, tiba – tiba dia mengotomatiskan kemudinya, badannya setengah memelukku. Meskipun mataku sudah tertutup, tapi aku masih bisa merasakan badannya memelukku. Dia seperti mengambil sesuatu di pinggirku dan ternyata dia menurunkan sadaran kursiku.

“tidurlah .. “ ucapnya sambil mengacak rambutku lembut dan membenarkan jaketnya di badanku. Aku tidak tahan, rasanya jantungku mau keluar dari tempatnya.





***




Kelas hari ini sangat ramai, jam pelajaran kimia sedang kosong. Anak – anak menggunakan kesempatan ini, ada yang bermain di dalam kelas, ada yang bergossip ria, dan ada yang tidur. Jarang sekali jam pelajaran ini kosong, sekalipun kosong rasanya seperti baru keluar dari penjara. Hahahahha 


Rin dan aku mengobrol diantara hiruk pikuk anak – anak yang sedang bermain. Sepertinya sebentar lagi akan ada couple, hahahhaha! Sejak kita pergi ke Lotte World, Rin dan Donghae oppa semakin dekat. Donghae oppa sering menelpon Rin, mengajaknya pergi lagi. Donghae oppa sangat perhatian dengan Rin dan rupanya Rin juga menyukai Donghae oppa. Baguslah!


“Ye !! akhirnya !! sudah terima saja Donghae oppa, dia baik kok orangnya, wajanhya juga ganteng, sabar pula. Apa lagi yang kurang ?” tanyaku saat Rin bercerita kalo tadi malam Donghae oppa datang ke rumahnya dan mengungkapkan perasaannya. Tapi Rin belum menjawab pertanyaan Donghae oppa, dia memberi Rin waktu untuk mematangkan pikirannya.

“iya juga, tapi .. “ ucapnya malu – malu.

“yak ! Tapi apa lagi ?? Sudah sekarang temui Donghae oppa dan ungkapkan perasaanmu yang kau rasakan saat ini “ sahutku gemas dan mendorong tubuhnya keluar kelas. Tapi langkahnya di perberat.


“ahh .. aniya .. “ ucapnya menghentikan langkahnya dan kembali masuk ke dalam kelas. Sebelum dia masuk kelas, buru – buru aku menahan tangannya dan menariknya lagi. Selagi bel istirahat juga sudah berbunyi, aku langsung mengajaknya ke tempat lain.

“mwo ? kita mau kemana ?” tanyanya heran. Aku terus menariknya dan sampai di sebuah kelas.



“MWO ??? INIKAN ?? Euncha, ayoo balik ! “ ajaknya yang ganti menarikku, badanku tertarik karna badannya lebih besar daripada aku. Henry oppa dan Donghae oppa saat itu juga keluar kelas dan melihat tingkah anehku dengan Rin. Tatapannya bingung.

“Gya !! “ pekikku lantang. Tubuhku tidak seimbang saat ditarik Rin menuruni tangga. ‘Aku jatuh !!?’ pikirku, tapi kenapa tidak sakit ?

“hati – hati dong, jangan main di tangga! Berbahaya, kalo sampai jatuh kepalamu gagar otak gimana ? kalo kakimu cedera gimana ? “ omel seseorang, aku mendongakkan kepalaku. Henry oppa ? Dia menahan tubuhku yang sedikit lagi mungkin akan jatuh ke tangga bawah. Wajah kami saling berhadapan. Mukaku sudah panas !!


“mm .. mianhae .. “ jawabku pelan. Dia membantuku bangun.

“lain kali jangan di ulangi lagi, ottoke ?” omelnya lagi, aku hanya mengangguk.

“lagipula kalian sedang apa main – main di tangga ?” tanyanya heran.

“hm ? Oh ne, Rin mau bicara sama Donghae oppa. “ jawabku sambil mendorong Rin kehadapan Henry oppa dan Donghae oppa. Meraka heran, apalagi tatapan Dongghae oppa yang tak kalah bingung.

“mau bicara apa ?” tanya Donghae oppa heran.

“mm .. Rin bicara saja .. “ suruhku setengah berbisik pada Rin. Donghae oppa mengernyitkan dahinya.

“aniya .. Euncha “ bisiknya.

“sudahlah “ suruhku.

“aduh oppa, ikut aku ke UKS! Kakiku tiba – tiba sakit, mugkin terkilir “ pekikku mengajak Henry oppa. Wajahnya langsung panic.Henry oppa langsung menggandeng tanganku dan pergi ke UKS. Kita berdua meninggalkan Rin dan Donghae oppa di sana.
‘ Hahhaha rencanaku berhasil’ gumamku sambil tertawa sendiri, tanganku masih di gandeng Henry oppa. Akhirnya kita sampai di ruang UKS sekolah.


“oppa, aku nggak apa – apa kok. Kakiku juga nggak terkilir. Gomawo oppa “ ucapku saat didepan ruang UKS. Dia menatapku heran.


“tadi kau bilang kakimu terkilir? “ tanyanya.

“aku bohong oppa “ jawabku sedikit bersalah melihatnya yang daritadi sangat perhatian denganku.

“kau ini !! keterlaluan sekali !! “ marahnya.




‘Deg!’ baru kali ini aku melihatnya marah dan itu karna perbuatanku.




“mianhae oppa, jeongmal mianhae “ ucapku meminta maaf padanya. Menunduk.

“sudahlah, yang penting kakimu baik – baik saja “ sahutnya sambil mengacak rambutku.

“mianhae .. jeongmal mianhae oppa .. “ ucapku terus.

“ lain kali jangan buat orang panic lagi ya! Aku mengkhawatirkanmu .. “ ucapnya sambil memegang kedua pipiku. Tatapan matanya sendu dan penuh arti. Rasanya mataku sedikit memanas dan ada sesuatu yang menggenang di mataku.






***




PK : 4.35



Sudah waktunya pulang ke rumah masing – masing. Aku dan Rin keluar dari kelas, daritadi wajahnya berseri – seri. Senyumnya tidak hilang dari bibirnya yang merah itu.

“ehem !! Sudah di tunggu tuh ! “ godaku saat melihat Donghae oppa yang berdiri di depan sepeda motor sport yang besar berwarna silver metaliknya. Menunggu Rin.

“aish ! “ dengusnya sambil memukul pundakku pelan.

“pergilah “ suruhku

“hmm ne, gomawo “ ucapnya tersenyum padaku dan pergi menghampiri Donghae oppaa. Donghae oppa tersenyum ke arahku, aku membalasnya. Rin sudah menaiki sepeda motor Donghae oppa, bahasa tubuhnya berkata ‘kita duluan ya’. Aku melambaikan tanganku.
Ya, akhirnya Donghae oppa dan Rin menjadi couple baru. Hahhahahah 


Selang beberapa menit, mobil Honda New Civic Silver itu berhenti tepat di pinggirku. Aku langsung masuk.


Jung Soo memandangku sebentar dan kembali melihat ke arah depan. Wajahnya terlihat sedang menyembunyikan seseuatu. Diam.





.TBC again hahahhahah ~

No comments:

Post a Comment