Thursday, July 15, 2010

No Other - Haerin~ part 2

‘dug.cit.dung.cit !!’ dencitan sepatu nyaring sekali. Aku bermain basket lagi sepulang sekolah. Selama 1 jam aku bermain basket, di mana dia ? hari ini aku tidak melihatnya sama sekali ?


Aku beristirahat sebentar, duduk di lantai kayu yang dingin itu. Nafasku masih belum teratur. Sepertinya hari ini aku terlalu bersemangat. Keringat sudah membasahi tubuhku. Tiba – tiba sesuatu yang dingin menyentuh pundakku.


“Oppa pasti haus ! “ ucapnya tiba-tiba yang menyodorkan air mineral. Aku menengok siapa yang membawa air itu.

“ShinRin-ah ? haha gomawo “ jawabku yang mengetahui kalo itu ShinRin. Aku langsung meminumnya, ShinRin duduk di sebelahku.

“Ne, cheonmaneo ! oppa, aku belum bisa menerima tantanganmu. Lihat “ sahutnya memelas dan menunjuk kakinya yang di balut perban putih.

“Mwo ? Kakimu kenapa ?” tanyaku kaget.

“kemarin kakiku terkilir, waktu aku membantu MinRi di perpustakaan “ ceritanya polos. Dia seperti anak kecil.

“sudahlah, biarkan kakimu sembuh dulu. Lagi pula pasti aku yang menang, akukan lebih hebat! “ sahutku sombong.

“cih ! andwae ! besok kakiku juga sembuh dan bersiaplah oppa !! “ tantangnya.

“ ahahhaahha, ini juga masih sakit ! “ tawaku sambil menyentuh kakinya yang diperban itu.

“Au ! Opaa ! Appo! “ pekiknya sambil memukul pundaku.

“hahhahaha, besok belum sembuh ! mungkin seminggu lagi ” jawabku.

“aish ! mana mungkin ?!” sahutnya.

“mungkin ! “ jawabku enteng.

“yak ! oppa ! bilang aja kalo kau takut bertanding sama aku ! hahahhahah” tawanya.

“hahhahaha !! “ tawaku sambil mengacak – acak rambutnya yang penddek sebahu itu.

“pulang yuk, oppa !” ajaknya dan aku mengiyakan. Aku bangkit dari tempatku duduk dan membantunya bangkit. Hari ini aku mengantarnya lagi, entah kenapa aku nyaman sekali dengannya. Hahhaha apa aku menyukainya ? ya, mungkin.

"Oppa, kazza !" ajaknya.

"Ne !" sahutku setelah mengambil tasku. Dia jalan mendahuluiku, terlihat dia berjalan sangat susah dengan satu kaki yang diperban seperti itu. Dengan sigap aku langsung menaruh tangan kanannya ke leherku dan tanganku memegang pinggangnya. Dia terlihat terkejut,

"aku bisa oppa .. " ucapnya.

"sudah diam ! " aku terus membopongnya. ShinRin diam sejenak.

"gomawo .. " ucapnya sambil tersenyum. Ya, senyum yang aku suka darinya.

"hhmm, cheonmaneo .. " jawabku dan membalas senyumnya.






Sesampainya di rumah Rin,


“oppa, mau mampir ?” tawarnya setiap kali aku mengantarkan dia pulang.

“hmm gomawo “ “lain kali saja “ jawaban itu yang selalu aku ucapkan.

“ne, arraseo “

“sudah pulang ShinRin-ah ?” tanya seseorang namja membuka pintu rumah ShinRin.

“ne, oppa “ jawabnya.

“suruh temanmu masuk, masuklah “ tawar namaja itu yang ternyata oppa ShinRin ramah. Aku membalasnya dengan senyum.

“gomawo hyung, sudah malam” jawabku dan pamit.

“ne, hati – hati oppa !” sahutnya melambaikan tangan. “sepertinya dia anak yang baik .. “ ucap hyung.nya terdengar samar – samar.



TBC

.hehehhe ~ mian kalo jelek

2 comments:

  1. huaaaaaaaaaaaaah chagiii ><

    duh aku baca buat yang kedua kali dengan playlist yang sama , sumpaaaaaah bikin salting ><

    salut buat kamu sayangkuuu :)

    lanjotkan all my heart yaaa !!!

    ReplyDelete
  2. .hahhahahhah !!
    .gomawo chagi udda di bc smp 2kli .. :P

    .ga mao ! lg marah sm om !!!

    ReplyDelete