Tuesday, July 27, 2010

All my heart ♥ Part 6

Aku sudah bersiap pergi dengan T-shirt putih bercorak print text warna biru muda dengan celana baby blue ¾ bentuk balloon. Dan sandal slipper putih biru. Sangat simple. Kukuncir rambut panjang shaggy ku seperti biasa dengan poni yang meutupi dahiku penuh.
Aku turun dari kamarku


“ oppa, Oppa .. “ panggilku. Tapi tak ada jawaban. Akupun keluar dari rumah.

“Mencari Eunhyuk ?” tanya sesorang di belakangku.

“Nnne .. “ ucapku terpeangah melihat sosok itu. Jung Soo memakai polo shirt putih dan cardigan indigo dan celana army kotak – kotak ¾ dan sandal putihnya. Hmm ? kenapa bisa seragam seperti ini ? di wajahnya masih ada plester, luka tadi pagi. Membuat wajahnya seperti anak kecil :3

“Dia pergi ke rumah Ami “ ucapnya membuyarkan lamunanku dan mendekatiku.

“oh, yasudah .. “ jawabku dan masuk ke dalam mobil. Dia pun masuk dan bersiap menyetir. Suasana menjadi dingin, aku diam dan dia juga sibuk menyetir. Tapi kenapa jantungku mulai tidak karuan lagi ?





“Jung Soo-shii .. “ panggilku grogi. Baru pertama aku memanggilnya.

“Ne ?” tanyanya dan melihat ke arahku. Oh dies, sepertinya darahku mulai naik!

“mm, itu .. mianhaeo jeongmal mianhae .. “ ucapku sambil menunjuk plesternya.

“gwechana .. “ ucapnya tersenyum. Lesung di pipinya membuatnya sangat manis. Pasti saat ini wajahku sudah sangat merah.





Kita kembali diam,

“kita langsung saja ke Lotte World .. “ ucapku mencairkan suasana.

“mm, arraseo “ jawabnya berkonsentrasi menyetir. Jantungku masih saja belum mau terkendali. Ah !! perasaan apa ini ??








“Euncha !! “ panggil seseorang sambil melambaikan tangannya.

“Hei Rin !! “ sahutku dan mereka pun menghampiriku. Rinrin, Donghae oppa, dan Henry oppa.

“annyeong .. “ sapa Rin membungkukkan badan ke Jung Soo. Jung Soo membalasnya ramah. Donghae oppa juga melakukan hal yang sama. Tapi, Henry oppa hanya melihatnya sinis.

“Ah, ayo kita mau main apa ? “ sahutku mengalihkan suasana dan menarik tangan Rinrin.

“mm .. oppa kita mau main apa ? “ tanya Rin pada Donghae oppa. Donghae oppa berpikir.

“halilintar ! “ sahutnya.

“MWO ???” ucapku dan Rin serentak.



“ayolah .. “ pintanya dengan puppy eyes andalan Donghae oppa. Seperti biasa, kita berdua tidak bisa berbuat apa – apa kalo Donghae oppa sudah mengeluarkan puppy eyes nya.

“ayo ! “ ucapnya semangat dan menarik tangan Rin ke tempat tiket halilintar. Henry oppa langsung menggandeng tanganku. Aku melihat Jung Soo masih dengan tatapan sinisnya. Aku meminta Henry oppa untuk melepaskan gandengannya dan berlari ke arah Jung Soo.

“Jung Soo-sshi kau tidak ikut ? “ tawarku.

“Aniya, aku di sini saja. Bermainlah .. “ ucapnya. Aku makin tidak enak hati.

“baiklah “ ucapku.

“hati – hati “ sahutnya sambil tersenyum manis padaku. Akupun kembali ke tempat penjualan tiket.



“oppa, aku nggak yakin .. “ kataku sambil menggelengkan kepalaku pada Donghae oppa yang sudah membeli tiket.

“sudahlah, ada Henry jugakan .. “ balasnya sambil megerlingkan sebelah matanya padaku. Aish, apa – apaan kau !

“ada aku, nggak usah takut .. “ sahut Henry oppa. Aku baru sadar dari tadi dia hanya diam.

“ayo giliran kita ! “ ucap Donghae oppa dan masuk bersama Rin. Aku dan Henry oppa mengikuti dari belakang. Aku mendapat tempat duduk di no 2, aku sibuk mengatur jantungku yang mulai tidak terkendali karna takut. Tiba – tiba Henry oppa menggengam tanganku.


“tenang saja .. “ ucapnya manis. Yah, ucapanya barusan lumayan membuatku sedikit tenang.



Dan mesin pun mulai bergerak, kereta sedikit demi sedikit jalan. Lintasan pertama berjalan mulus, tapi saat masuk ke lintasan kedua ..




“HUAAAAAAAAAHHHHHH !!!! “








Permainan halilintar pun selesai. Rinrin dan aku sibuk mengatur nafas. Sepertiya tenagaku habis karna 80% saat menaiki halilintar tadi aku dan Rinrin cuma bisa teriak – teriak.



“tujuan kita selanjutnya ? “ tanya Rinrin. Donghae oppa sibuk berpikir.





‘TADA !!’






“MWO ?? RUMAH HANTU ??” pekik kita berdua. Donghae oppa mengangguk tanda meng-iyakan. Aku dan Rinrin saling melihat dan menelan ludah masing – masing. Keringat dingin sepertinya mulai keluar.

“oppa .. yang lain saja .. “ pinta Rin. Tapi Donghae oppa mengeluarkan puppy eyes nya lagi, dan tentu kami tidak bisa menolaknya.







“GYAAAAA !!! “ teriakku lantang saat masuk ke dalam rumah hantu itu dan reflek memeluk tangan Henry oppa yang ada di sampingku.

“sabar ya, sebentar lagi juga selesai .. “ ucapnya tenang sambil mengelus rambutku dan itu membuatku sedikit tenang. Aku masih menunduk ketakutan di tangan Henry oppa.

“hiks, ne .. “ jawabku, ternyata aku menangis. Aku memang takut dengan gelap dan apalagi dengan hantu.



Sedikit cahaya yang ada di ruangan ini dan ini membuatku susah untuk melihat. Tapi Henry oppa dengan sabar menuntunku yang masih menangis. Akhirnya kita sampai di jalan keluar, rasanya lega sekali.

“keluar deh, sudah jangan menangis ya .. “ ucapnya sambil tersenyum dan mengacak poniku seperti seorang oppa dan dongsaengnya.

“ne .. hiks .. “ jawabku pelan sambil mengucek mataku. Henry oppa menggandengku keluar dan kita menuju permainan lain.

“oppa, Donghae oppa dan Rin kemana ? “ tanyaku.

“molla~ “ jawabnya celingukkan.

“hei !! hahahahha kita duluan ya !! “ teriak seseorang yang aku kenal. Donghae oppa.
Dia dan Rin menaiki bianglala. Aish meninggalkanku disini dan Henry oppa, apa maksudnya ?

“kau mau naik ? “ tanyanya. Aku mengangguk. Kita berdua menaiki bianglala.
Perlahan bianglala yang kita tumpangi menaik dan semakin naik, sampai akhirnya berada di puncak.






‘gldek !’






Bianglala kita berhenti di atas. Suasana kota Seoul terasa sangat nyaman dan romantic. Cahaya dari gedung membuat kota ini semakin indah. Aku sangat menikmatinya.

“waahh .. “ ucapku memuji pemandangan malam hari di kota Seoul.

“kau suka ?” tanyanya.

“mm .. “ jawabku mengangguk senang. Rasa takutku yang tadi sekejap hilang.

“oppa, gomawo .. “ lanjutku tersenyum padanya.

“mm ? untuk apa ? “ tanyanya bingung.

“sudah mengajakku pergi, aku baru kali ini pergi dan bermain bianglala semenjak 4 yang lalu. Saat masih ada eomma “ jawabku dan entah mengapa aku merindukan eommaku yang sudah bahagia di atas sana. Dan tak terasa cairan beningpun itupun meleleh lagi di pipiku.

“ah, euncha .. “ ucapnya khawatir.

“hahha gwechana oppa “ jawabku tenang dan menghapus air mataku. Dan tiba – tiba Henry oppa mendaratkan bibirnya yang merah ke keningku. Membuatku shock.

“saranghaeo .. “ ucapnya pelan. Wajah kami semakin dekat. Nafasnya pun bisa kurasakan.






‘gldek!’






“hiah ! “ teriakku kaget, bianglala itu bergerak lagi. Dan tanpa aku sadari Henry oppa memelukku, karna dia menangkap badanku yang kurang seimbang. Nyaman sekali, tapi bagaimana kalo Jung Soo melihatku seperti ini ? Ah kenapa aku memikirkannya ?

“kamshahamnida .. “ ucap pegawai saat membukakan pintunya untukku dan Henry oppa, tapi muka pegawai itu kaget dan memerah melihat posisi kami yang masih berpelukan.

“mianhae .. “ ucap Henry oppa dan melepaskan pelukannya. Kita pun keluar, wajahku mungkin saat ini sangat merah.






TBC (again,again) --> masih belum tau endingnya gimana, ada masukan ? kekekkeke :P

1 comment:

  1. huaaaaaaaaaaaaah !!!
    puppy eyes bang hae mengalihkan dunia kita !

    LANJOOOOT BROR !!!
    wah bianglala in love ini~

    endingnya --> henry kenal sama cewek di lotte world trs suka terus la la la

    hahahahhaa xD

    ReplyDelete