Monday, July 26, 2010

All my heart ♥ Part 5

Ku tinggalkan dia di dapur dan kembali ke kamar, tapi tiba – tiba dia memenahan tanganku.





‘Deg!’





Aish ! kenapa aku berdebar seperti ini ?? Aku melihat arahnya heran.

“ wae ? “ ucapku. Tatapan matanya tajam dan dia membalikkan badanku ke arahnya. Dia sedikit menunduk dan mendekatkan wajahnya. Wajah kami sangat dekat. Oh tuhan hari apa ini ? sudah 2 namja yang bikin aku jantungan ???

“aku tidak suka dengan temanmu itu. Jangan dekati dia lagi. “ bisiknya dan menatap mataku sangat amat lekat.

“Yak ! apa – apaan kau ? bicara seenaknya ? itu bukan urusanmu ! “ sahutku dengan nada yang tinggi dan menepis tangannya yang bertengger di pundakku.

“dia bukan orang baik – baik ! “ ucapnya sinis.

“hei ! kau baru saja bertemu dengannya, jangan sok tau!! “ omelku. Apa maksudnya dia bicara seperti itu ? Dia membuatku makin membencinya. Baru saja bekerja sudah mengatur –aturku !

“aku bukan sok tau ! tapi aku memang tau ! “ jawabnya tegas, wajahnya terlihat sangat marah. Aku makin heran dengan orang satu ini ? Misterius !

“apa buktinya ?” tanyaku menantang. Tapi dia terdiam seperti mencari – cari jawaban yang tepat.

“ah! Sudahlah ! Kau hanya dipekerjakan Appa untuk menjagaku, tapi bukan berarti kau ikut mencampuri urusanku ! GEURAE??? “ kutekankan kata terakhirku dan pergi ke kamar. Sampainya aku di kamar, kubanting pintu kamarku dan menangis. Menangis ? kenapa rasanya sakit sekali saat memarahinya ? apa aku menangis gara – gara dia melarangku dekat dengan Henry oppa ?






‘sorry.sorry.sorry.sorry ‘ suara handphoneku yang aku taruh di dalam tas. Dengan malas aku mengambil handphone flip putihku itu.




Mochi Oppa :D is calling





Wajahku penuh tanda tanya, tumben sekali dia menelponku. Malam – malam pula. Ku hapus air mataku dan mengangkatnya.

“yoboseo ?” ucapku pelan. Suaraku masih parau.

“Euncha ? “ tanyanya sedikit cemas.

“Ne, waeyo oppa ?” jawabku duduk di tepi kasurku.

“kau menangis ?” tanyanya balik semakin cemas.

“aniya oppa” jawabku bohong. “wae oppa ? tumben malam – malam menelponku ?” tanyaku.

“jinca ? ani, cuma ingin memastikan keadaanmu saja. Kau benar tidak apa – apa ?" tanyanya masih belum percaya.

“gwechana oppa, gomawo “ jawabku senang ternyata Henry oppa perhatian sekali. Hatiku sedikit terobati dengan perhatian Henry oppa.

“cheonmaneyo. Kenapa belum tidur ? “ tanyanya.

“yah oppa, bagaimana aku bisa tidur ? sekarang saja aku sedang kau telpon ? “ sahutku.

“ah mianhaeo jeongmal mianhae .. “ ucapnya bersalah.

“hahhaha, aku bercanda oppa ! Aku insomnia ! “ jawabku tertawa.

“aish !! Euncha, aku boleh tanya sesuatu ? “ tanya Henry oppa hati – hati.

“ ne, mwoyo ?” jawabku siap mendengarkannya.

“mm .. mm .. itu namja yang menjemputmu tadi , siapa ? “ tanyanya. Dia mengintrogasiku ? apa dia masih kesal dengan perilaku Jung Soo ? tapi, menurutku dia memang pantas kalo marah dengan Jung Soo. Atau mereka saling kenal ? tapi mana mungkin ?

“Euncha “ panggilnya.

“Ne ?” sahutku.

“kau melamun ? kau belum jawab pertanyaanku. Dia namja chingumu kah ?” tanyanya dingin.





‘Deg!’ aish, kenapa dia berfikir seperti itu ?






“Aniya oppa ! Dia bukan siapa – siapaku” jawabku cepat.

“lalu ? kenapa dia seperti itu di toko tadi? “ tanyanya lagi.

“itu.. mm .. dia sebenarnya suruhan Appa, dia ditugaskan Appa untuk menjagaku “ jelasku.

“Oh, tapi kenapa dia seenaknya gitu ? “ omelnya. Baru kali ini aku mendengarkan suaranya yang marah, wajahnya pasti lucu!

“molla oppa, aku juga tidak suka sikapnya. “ jawabku.

“apa dia sudah membuatmu kesal ?”

“mm, ne sedikit oppa ..” jawabku lirih.

“aish ! yang benar saja dia ? “

“sudahlah oppa ... oppa, aku sudah mulai ngantuk. Mianhaeyo oppa .. “ ucapku.

“ne, arraseo. Tidurlah. Besok di Lotte World, geurae? “

“Ne ! bye .. “ ucapku dan ku matikan telponnya. Mungkin aku terlalu lama menangis sampai ngantuk sekarang. Aku mulai tertidur di tempat tidur kesayanganku.



***



“Oppa, hari inikan hari sabtu. Ayolah oppa ..” rengekku meminta izin ke Eunhyuk oppa yang sedang asik dengan PSP hitamnya.

“Mm .. arrasseo. Aku mengizinkanmu .. “ ucapnya dan langsung kepeluk Eunhyuk oppa yang masih sibuk bermain.

“hahahha, oppa emang paling baik!! “ kataku sambil terus memeluknya.

“Eh !! tapi tunggu .. “ ucapnya menggantung. Aish perasaanku mulai tidak enak.

“apa lagi ? “ tanya ku kesal.

“pertama, kau rawat dulu kebun eomma. “ jawabnya dengan tatapan serius.

“NE !! aku kerjakan ! “ sahutku semangat. Oh ternyata dugaanku salah, hahahha :D

“kedua, .. “ ucapnya menggantung. Ini dia, perasaanku mulai tidak enak lagi. Aku masih menunggu kata – kata Eunhyuk oppa yang selanjutnya.

“Aku pulang “ ucap seseorang tiba – tiba. Aku menengok arah datangnya suara itu. Aish ..

“Ah Leeteuk, nanti kau jaga dongsaengku ya! Dia bilang dia mau pergi  .. “ sahut Eunhyuk oppa. Benar ternyata ! tidak !! tolong jangan makhluk ini !!

“mwo ? Oppa, akukan pergi dengan ShinRin. Aku nggak perlu di jagain “ tolakku.

“Aniya ! pokoknya kau harus di jaga Leeteuk, ottoke ? “ jawabnya.

“ara, ara .. huh “ sahutku malas dan pergi ke taman belakang rumah. Kebun Eomma.

“yak ! kenapa oppa dan appa menyebalkan sekali sih ! “ omelku sendiri sambil mengambil peralatan kebun.



Kebun – kebun bunga mawar dan lily punya Eomma sangat terawat. Kebun ini kebun kesayangan Eomma. Sebelum Eomma meninggal, Eomma sering meluangkan waktunya untuk merawat kebun ini.

Setelah Eomma meninggal, aku dan Eunhyuk oppa-lah yang bertugas merawat kebun ini.

“haha, bunganya sudah bermekaran. Baiklah, mari di petik !! “ ucapku sendiri. ku petik satu persatu bunga – bunga itu, sampai seseorang datang dan mengaggetkanku.

“Euncha! “ panggilnya. Akupun menengok.

“wae ? “ ucapku malas saat melihat siapa yang memanggilku dan kembali memetik bunga.

“kau mau pergi dengannya ?” tanyanya. Aku menghentikan pekerjaanku dan mengok kearahnya yang sudah ada di belakangku dengan tatapan sinis.

“wae ? bukan urusanmu .. “ ucapku dingin dan berbalik memetik bunga mawar putih kesukaanku.

“sudah aku bilang, dia bukan … “


“STOP !!!” pekiku melempar bunga mawar putih itu kebelakang tanpa melihatnya.

“Au !! “pekiknya. Reflek aku menengok ke arahnya. Dia menutup bagian mata kanannya, mukanya memerah.

“ah, mianhae .. “ ucapku luluh, suaraku mulai merendah. Dia masih saja menutup mata kanannya. Ku buka mata kanannya yang tertutup.

“berdarah, ah mianhae .. tunggu sebentar ! “ ucapku saat melihat goresan duri mawar yang lumayan lebar di bawah matanya dan mengeluarkan darah. Dengan sigap aku lari kedalam rumah dan kembali lagi membawa kotak P3K.



Aku ajak dia duduk di dekat kebun. Dia masih memegang mata kanannya.

“aku obati ya, aigoo .. mianhaeyo .. “ ucapku merasa bersalah. Rasa marahku dan jengkelku pun hilang. Aku tidak tau kenapa ?


Ku keluarkan kapas kecil dan sedikit alcohol, membersihkan lukanya. Dia sedikit merintih, membuatku semakin bersalah.

“mianhaeyoo Jung Soo.. “ ucapku di sela – sela mengobati lukanya.

“gwechana .. “ ucapnya. Tanpa aku sadari mata kamipun saling bertemu. Dia menatapku dengan tatapan yang aku tak tau apa artinya. Dalam sekejap membuatku salah tingkah.




‘Deg !’ tatapannya, tatapan yang belum pernah aku lihat ..




“mm, sudah selesai. Aku kembali dulu .. “ ucapku cepat – cepat membereskan kotak P3K dan pergi meninggalkannya yang masih duduk di bangku taman. Jantungku tidak terkendali, aish perasaan apa ini ??






TBC (again) kekekkekekek :P

2 comments:

  1. nah ini baru bisa komen !
    hahahahaha xD

    duuuuuuh hayooo kenapa itu dengan henry oppa ??
    kita tanya Jungsooleo ..
    hahahahaha xD

    LANJUTKAN PAK !! CINTA AKU SAMA FF-NYA !!
    hahahaha xD

    ReplyDelete
  2. .hahahhaha iya kmren jg aku ga bs komen :(

    .hahhahhaha tak tauuu !! :3

    .gomawoooo eomma !!! :3
    .aku juga CINTA ma FF EOMMA !!!! :D

    ReplyDelete