Monday, July 19, 2010

All my heart ♥ Part 3

***


“Henry oppa!!” panggilku tapi dia sudah terlanjur jauh.

“waeyo ?” tanya ShinRin yang masih heran. Aish, kasihan sekali !

“jadi begini .. “ aku mulai menjelaskan, tapi belum sempat aku bercerita seongsaemin datang.

“nanti saja ya “ ucapku dan dia hanya mengangguk dan kembali ke tempat duduknya.






Sepulang sekolah



Aku berdiri di kelas Henry oppa. Aku lupa kalo hari ini aku tidak bisa jalan dengannya. Henry oppa adalah sunbae-ku di sekolah, akhir-akhir ini kami memang dekat. Aku menyukainya, dan begitupun juga dia. Tapi kami masih ingin beteman dulu.


Anak – anak dari kelasnya mulai keluar berhamburan. Mataku mulai menjelajah, mencari Henry oppa. Ah, itu dia ! dia masih di dalam kelas sedang membereskan buku – bukunya.

“oppa !” panggilku pelan di ujung pintu. Dia menoleh ke arahku dan tersenyum. Dia beranjak dari bangkunya dan mengahampiriku.

“ne, sudah siap? Kazza !” ajaknya riang.

“mm.. mian oppa, jeongmal mianhae aku hari ini tidak bisa ikut “ ucapku menyesal.

“waeyo ?” tanyanya terlihat dari nada bicaranya kalo dia kecewa.

“jeongmal mianhae, soalnya .. itu .. “




‘sorry.sorry.sorry.sorry ‘ belum sempat aku bicara, handphoneku berdering.



Jung Soo-shii is calling~


“sebentar oppa.. “ ijinku dan mengambil jarak dari Henry oppa.

“yoboseo ?” tanyaku setelah menjauh sedikit dari Henry oppa.

“Euncha, kau dimana ? Sekolah sudah sepi, aku sudah tanya ke teman - temanmu, tapi mereka tidak ada yang tau. Dimana kau sekarang ? kalo appamu tau pasti dia marah! ” omelnya. Aish, ternyata dia cerewet sekali, memangnya dia tau teman - temanku yang mana ? Dasar !

“ah, mian aku ada urusan penting. Kau pulang dulu saja, aku bisa pulang sendiri. “ jawabku.

“andwae! Kau harus pulang denganku, atau kau ku jemput di tempatmu. Sebutkan saja tempatnya” sahutnya.

“jebal, aku ada urusan. Nanti biar kusuruh temanku yang mengantarku. Di jamin aku sampai dengan selamat !” pintaku.

“andwae ! kau boleh pergi, tapi aku nanti yang menjemput! Sebutkan kau pergi kemana ?” tanyanya yang tetap memaksa. Dia benar – benar cerewet, lebih cerewet dari appa!

“ara, ara, nanti aku hubungi lagi ..” ucapku dan ku matikan telponku.




“mm, aku bisa kok oppa !” sahutku setelah menutup telpon dan mengahmpirinya yang menunduk lesu. Henry masih heran.

“kau di marahi appamu ? kalo begitu lain kali saja kita jalan, aku tidak enak dengan appamu” tanyanya cemas. Huah ! tampangnya menggemaskan.

“aniya, dia bukan appaku ..”

“nuguya ?” tanyanya penasaran.

“ayo berangkat, keburu malam !” ajakku menarik tangan Henry oppa yang masih dengan tampang herannya.





Kami pergi ke toko kue dekat taman kota. Henry mulai memesan kue.

“Euncha, kau mau pesan apa ?” tanyanya.

“mm.. strawberry cheese cake oppa. “ jawabku.

“ne, strawberry cheese cake-nya 2 “ ucapnya ke seorang pelayan toko dan selang beberapa menit pesananpun datang. Aku dan Henry memakannya sambil mengobrol banyak


tiba - tiba kami diam atu sama lain. Aku makan kueku dan melihat pemandangan sore di jendela. Indah sekali.

“Euncha” panggil Henry . Aku melihat wajahnya sedang memandangku, ternyata daritadi dia melihatku. Wajahku memerah. Mati kutu aku !

“Nn ..ne ?” jawabku




TBC

No comments:

Post a Comment