Monday, July 4, 2011

Once While Living Part 3




Once while living
main cast :


Park Jung Soo as Leeteuk



genre : Romance, Sadness"






~~~




" Oppa, cepat pergilah " suruhnya saat aku keluar dari kamar mandi. Mandi.

"Andwae, aku disini saja " jawabku sambil mengosok rambutku yang basah dengan handuk. Aku duduk di tepi ranjangnya.

"kau sudah meminum obatmu ?" tanyaku saat duduk disampingnya.

"Oppa, cepatlah pergi bekerja " suruhnya yang tidak menjawab pertanyaanku.

"Chagi, tenanglah aku sudah mengambil cuti jadi kau tidak perlu cemas " jawabku sambil tersenyum manis padanya.

"Bukan begitu oppa, kasihan karyawanmu. Kau malah mengambil cuti selama ini, mereka juga butuh perhatianmu " ucapnya. Aku tersenyum dan langsung mengacak rambutnya gemas.

"kau yakin tinggal sendirian disini? " tanyaku padanya dan hanya dibalas anggukan.

"bagaimana kalo nanti aku tidak kembali? Aku pulang lembur dan harus menginap disana?" tanyaku lagi yang sengaja menggodanya.

"oppaa... " dengusnya sebal. Aku terkekeh pelan.

"aku cuma bercanda chagi. Geudae, tapi kau makan makananmu dulu, lalu kau minum obatnya. " suruhku melihat nampan makanannya yang tidak disentuhnya sama sekali. Euncha lagi-lagi menggeleng.

"waeyo?" tanyaku.

"hambar " jawabnya singkat dengan wajah tidak suka yang sangat lucu.

"kalo begitu, aku tidak akan bekerja sampai kau makan " ancamku. Euncha mengerucutkan bibir mungilnya tanda kesal.

"Araseo, tapi sedikit saja ya. Ku mohon~ " balasnya meminta dengan memelas, wajahnya sangat aegyo. menggemaskan.

"mmm ... geudae, ayo buka mulutmu aaaa~ " suruhku membuka mulutnya, perlahan ku masukkan bubur itu ke dalam mulutnya. Lagi - lagi dia menelannya dengan susah payah.

"ayo lagi, aaa~~ " suruhku lagi, dan ia juga menurut memasukkan buburnya dan menelannya.

"sudah oppa, tidak enak " sergahnya saat aku mau menyuapkannya lagi.

"Araseo, sekarang kau minum obatnya ya. Setelah itu ku panggilkan Soora" ucapku menunggunya meminum obat yang sudah kusiapkan. Euncha mengambil beberapa butir obatnya dan meminumnya. Setelah Euncha meminum obatnya, aku beranjak pergi memanggil Soora untuk menjaganya.



"Sudah ada Soora disini, aku berangkat dulu " pamitku padanya sambil mengecup keningnya lembut, tiba-tiba kulihat dipipi putihnya ada semburat merah. Apa dia malu? Hahaha

"Ehem! Jangan membuatku iri! " runtuk yeoja di belakang kami. Soora.

"Kau ini! Jaga Euncha baik-baik, geuraeyo?? " suruhku pada dongsaengku sambil mengacak poni hitamnya.

"Aish, Oppa!!! " pekik Soora sambil membenarkan poninya yang sedikit berantakkan.

"Aku pergi dulu " pamitku dan pergi.




~~~



Author POV


"Apa Ki Bum mengatakan sesuatu padanya? " tanya Euncha pada Soora yang tengah mendorongnya dengan kursi roda menuju taman rumah sakit.

"molla ... Eonni, apa kau belum mengatakannya pada Teuki oppa ?" tanya Soora yang sudah duduk disamping Euncha saat mereka sudah sampai ditaman. Euncha hanya diam sambil melihat sekeliling taman yang rindang dan indah itu.

"Eonni~ " panggilnya menatap Euncha. Euncha hanya menunduk.

"Apa kau belum percaya padanya? Eonni, oppa sangat mencintaimu ... kumohon bicaralah padanya, jangan bohongi dia. Itu akan menyakitinya dan menyiksamu juga" ucap Soora menatap Euncha lekat.

"mianhae ... aku belum sanggup, Soora " jawab Euncha menunduk.

"wae? Teuki oppa akan menerimanya kalo kau mengatakan sejujurnya. Apa kau mencintainya? " tanya Soora serius. Euncha yang sedari tadi menunduk menatap wajah Soora. Mulut Euncha seakan tercekat, ia tidak bisa mengatakan apa-apa.

"Eonni, mianhae ... sebaiknya aku tidak bertanya itu padamu. Tapi perlu kau tau Eonni, Oppa sangat mencintaimu, dia benar-benar menyayangimu dan ..." ucap Soora terhenti.

"Aku hanya tidak sanggup dia melihatnya meninggalkanku, Soora " sergah Euncha memotong ucapan Soora.

"Aku takut dia tidak mau menerimaku lagi, Aku takut untuk mencintainya, karna aku tau itu sangat susah untukku " ucap Euncha lagi, air matanya satu persatu menetes.

"Dia akan membimbingmu Eonni, percayalah " jawab Soora meyakinkan Euncha,

"bukan itu Soora, Aku terlalu takut membalasnya, kalo aku membalas cintanya itu akan menyakitinya " ucap Euncha menunduk.

"Eonni ... "

"dan sekarang kau tau, aku sudah memulainya. Awal dari kesakitannya. " ucap Euncha menatap nanar Soora. Soora menatap Euncha bingung.

"Aku .. aku ... aku mulai mencintainya " jawab Euncha lirih menunduk pelan. Air matanya tidak mau berhenti.

"Eonni, percayalah ... in bukan awal dari kesakitan tapi ini awal dari kebahagiaan kalian " balas Soora sambil memeluk Euncha lembut.

"bagaimana kalo aku menyakitinya?" tanya Euncha bingung.

"tidak akan, Teuki oppa sangat mencintaimu, dia sangat percaya padamu " jawab Soora meyakinkan Euncha.

"bicaralah padanya tentang dirimu sebenarnya, Eonni ... " suruh Soora. Euncha berpikir keras, apa dia sanggup melakukannya.

"aku akan mengatakannya sampai aku siap, Soora. Dan kumohon kau dan Ki Bum jangan bicarakan ini padanya " suruh Euncha. Soora seperti menimbang-nimbang perkataan Euncha.

"Geudae, tapi cepatlah katakan pada Teuki oppa ... jangan sakiti perasaan kalian sendiri " nasehat Soora.

"Ne, Aljhana ... " jawab Euncha tersenyum pada Soora yang dibalas dengan senyuman yang sangat mirip dengan Leeteuk.





Author POV (end)





" Aku pulang ... " seruku saat aku memasuki kamarnya pelan. Hari sudah malam, yang benar saja hari ini aku kerja lembur. Tapi cepat-cepat ku selesaikan pekerjaanku dan kembali ke rumah sakit.

"Kau sudah pulang, oppa? " tanyanya. Dia belum tidur? Lampu kamarnya sudah dimatikan, hanya cahaya dari jendela yang terpantul.

"kau belum tidur chagi?" tanyaku sambil menekan saklar untuk menyalakan lampu kamarnya.

"Ne, aku tidak bisa tidur " jawabnya tersenyum manis padaku, Euncha mengangkat tubuhnya untuk duduk. Ku bantu di duduk.

"Kenapa belum tidur juga? Ini sudah malam. Apa tadi kau belum minum obatmu ?" tanyaku sambil mengangkat tudung tempat obat-obatnya.

"Omona!! Masih utuh! jelas saja kau tidak bisa tidur, kaza kau minum obatnya " suruhku mengambil obat dan segelas air putih, lalu kuberikkan padanya. Euncha langsung meminumnya.

"Kata Ki Bum, aku sudah boleh pulang besok " ucap Euncha setelah meminum obatnya.

"Jinca ? Apa kau yang memaksanya untuk memberimu pulang cepat? " tanyaku curiga. Dia hanya menunduk, ku elus rambut panjang coklatnya.

"kau masih butuh istirahat chagi, keadaanmu masih lemah. Jangan paksa dirimu " ucapku.

"tapi oppa, aku bosan disini. Makanannya juga tidak enak. Lagipula murid-muridku tidak ada yang mengajari " balasnya.

"disaat seperti ini kau memikirkan murid-muridmu ?? " tanyaku heran dan di bals anggukan mantap darinya.

"oppa, ijinkan aku pulang ... aku tidak betah disini lama-lama. Lagipula aku sudah sehat, kita juga bisa rawat jalan. Ki Bum saja mengijinkanku, ayo ya ... " pintanya memelas padaku. Aku menatapnya tidak percaya.

"oppa ... ayo, ijinkan aku. Jebal " pintanya lagi. Aku hanya mendengus, dan akhirnya mengangguk meskipun sedikit terpaksa, membiarkannya pulang besok.

"kya !! Gomawo oppa ... !! " pekiknya girang yang langsung mencium pipiku. Mataku langsung membulat, menerima ciumannya. Aku manatapnya tidak percaya, jantungku berdebar tidak karuan. First kiss-kah ?? meskipun hanya dipipi, tapi ini ciuman pertamanya padaku.

Wajahku berubah jadi merah, dan badanku kaku. Aku hanya bisa memegang pipiku yang masih terasa panas karna kecupannya. Kulihat wajahnya juga sedikit kaget menyadari tingkahnya baru saja.

"aku mengantuk " ucapnya memalingkan wajahnya dan menidurkan badannya membelakangiku.

"aku mau kekamar mandi " balasku sigkat dan langsung pergi ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi, tidak henti-hentinya aku tersenyum sambil memegang pipiku. Rasanya ingin berteriak dan loncat segirang girannya.






TBC ~


No comments:

Post a Comment