Sunday, July 3, 2011

Once While Living part 2



Once while living



main cast :

Park Jung Soo as Leeteuk


genre : Romance, Sadness"




~~~

Ciit ... citt ... citt ...
Suara burung dari jendela menganggu tidurku. Rupanya sudah pagi, aku tidak merubah posisi tidurku dengan kepala yang menunduk , tangan kiri yang menggenggam tangannya dan tangan kanan yang memegang kepalanya.

Rupanya aku tertidur, semalaman aku menjaganya berharap dia cepat sadar, tapi dia belum sadara juga. Aku harap hari ini dia tersadar, aku tidak tega melihatnya tertidur dengan berbagai selang seperti ini.

Tiba - tiba aku merasakan sesuatu membelai rambutku halus, entah itu apa. Ku dongakkan kepalaku yang sedari tadi menunduk kebawah.

"Annyeong ... " sapanya dengan senyuman lemah namun manis sekali. Omo!! Akhirnya dia tersadar !!!

Mataku yang belum terbuka benar, mencoba mencerna penglihatanku. Ya, dia sudah tersadar. Rasanya senang sekali melihatnya siuman, cepat - cepat kubantu dia untuk duduk saat dia ingin bangun dari tidurnya.

"gomawo .. " ucapnya lirih saat aku membantunya duduk dan menyandarkannya di tempat tidur dengan bantal.

"kau tidak perlu bersikap seperti ini denganku ... kau terlalu baik untukku" ucapnya lagi. Aku tidak mengerti apa maksud dari perkataannya. Aku menatapnya heran.

"kau bicara apa Euncha ...? " tanyaku kebingungan.

"hmm ... aku tidak pernah bersikap baik padamu, aku selalu mengacuhkanmu, dan bahkan aku tidak pantas untuk berada disisimu. " jawabnya yang membuat jantungku berhenti berdetak. Kata - katanya barusan tidak bisa aku cerna dengan baik.

"Euncha ... " panggilku lirih, menatap mata keabu - abuannya. Mencari poin dari kata - kata yang di lontarkannya.

"saat kau berada disampingku seperti ini, aku seperti orang yang sangat bodoh ... kau selalu bersikap aku seolah - olah putrimu. Dan sebaliknya, aku malah tidak pernah menganggap kehadiranmu selama ini ... kau bisa lihat aku seperti orang bodoh saat ini ... " ucapnya lagi dan kali ini dia meitihkan air mata. Ku genggam tangannya erat.

"apa yang kau bicarakan ... ?? Aku tidak pernah beranggapan seoerti itu padamu, aku melakukan ini semua karna kau tanggung jawabku .. kau istriku " balasku meyakinkannya, Euncha hanya menatapku nanar. Aku benar - benar tidak mengerti apa yang ada dipikirannya saat ini.

"Aku tidak pantas menjadi istrimu, JUNG SOO!! Aku bukan yeoja yang baik untukmu !!! Aku hanya akan menyusahkanmu !!!! Lakukan apa yang kulakukan padamu !!! Bersikaplah jahat padaku, JUNG SOO !!! " ucapnya lantang dan air matanya semakin lama semakin deras membasahi pipi putih kemerah-merahannya. Rasanya benar - benar nyeri saat mendengarnya berbicara yang tidak sepantasnya ia katakan. Tanpa basa - basi ku tarik Euncha dalam pelukkanku, berusaha menenangkannya. Mataku juga sudah mulai memerah dan panas, nyeri di ulu hatiku semakin bertambah dan dadaku rasanya sesak.

"aku lelaah jung soo ... aku lelah harus berbuat seperti ini. Benci aku !! Benci aku, Jung soo !!" isaknya dipelukkanku sambil memukul dadaku pelan. Aku malah mempererat pelukanku, aku benar-benar tidak menyangka dia berkata seperti ini padaku.

"berhentilah bersikap baik padaku .... cukup ... " isaknya lagi dan kali ini melemah hanya terdengar suara tangisannya saja. Ku eratkan pelukanku padanya dan Euncha hanya menangis, setelah cukup tenang ku lepas pelukanku. Ku pegang kedua pipinya dan kuhadapkan wajahnya untuk menatapku.

"aku tidak akan pernah membencimu, seburuk apapun perlakuanmu padaku aku tidak akan pernah membencimu ... aku akan terus bersikap seperti ini, terserah kau terima atau tidak perlakuanku, sekarang kau adalah istriku dan kau tanggung jawabku ... saranghae " ucapku mengecup keningnya pelan. dan tidak terasa air mataku juga jatuh dipipinya.

"sampai kapanpun aku akan terus mencintaimu, aku tidak peduli kau mencintaiku atau tidak ... Selama kau masih tersenyum dan sehat-sehat saja, aku sudah senang " ucapku meyakinkannya, dan akhirnya Euncha menatap mataku tepat dengan berlinang air mata.

"mianhae .... " ucapnya pelan, air matanya tak kunjung berhenti.

"shshs ... uljimma, kau tidak boleh menangis. Sudah tenanglah ... " kataku menenangkannya sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya dengan ibu jariku. Aku berusaha menahan semuanya, aku juga sangat terpukul saat dia mengatakannya. Selama 1 tahun ini, aku memang mengharapkannya untuk menerimaku dan mencintaiku sebagai suaminya, tapi sepertinya itu memang sangat tidak mungkin.

"geudae ... kalo kau perlu sesuatu panggil saja aku ... " ucapku beranjak dari tempat tidurnya sambil mengusap rambutnya pelan.

"kau mau kemana?" tanyanya menahan tanganku saat aku beranjak pergi.

"aku mau ke ruangan Ki Bum, memberitaunya kalo kau sudah sadar " jawabku tersenyum manis meskipun sedikit getir didadaku. Tiba - tiba saja ia turun dari tempat tidurnya.

"hei, kau ... " pekikku.

"gajimalayo ... op..pa " serunya pelan dan memelukku secara tiba-tiba. Aku benar-benar shock.

"gajimalayo oppa .... mianhae" serunya lagi dengan suara parau, dia menangis lagi. dadaku benar-benar nyeri, antara aku senang dan sedih melihatnya.

"shshsh ... aku disini, berhentilah menangis, jebal ... " suruhku sedikit menunduk menatap wajahnya. Kau tau Euncha aku benar-benar mencintaimu, aku tidak tega melihatmu seperti ini ...

"mianhae ... mianhae ... " ucapnya berkali-kali.

"chagi, berhentilah mengucapkan itu ... kau tidak salah " suruhku lagi, bukannya berhenti menangis. Tangisannya makin pecah. Kupeluk tubuh mungilnya erat meredam tangisannya. Kumohon ... jangan siksa aku dengan tangisanmu ... jebal

"mianhae ... " ucapnya sangat pelan bahkan seperti berbisik. Melihatnya seperti ini, aku yang merasa bersalah padanya, aku seolah-olah memaksanya. Menekan batinnya.

"Jebal ... berhentilah menangis chagi, aku tidak bisa ... melihatmu seperti ini " ucapku lirih, air mataku juga kembali turun. Ku pegang pipinya dan kudekatkan dahiku dengannya sehingga dahi kami menempel.

"uljimaa .... shshsh, jebal " suruhku lagi, kurasakan deru nafasnya tidak beraturan. Isakkannya semakin kencang.

"shshsh .... aku disini chagi, berhentilah ... jebal " ucapku pelan mengusap pipinya yang halus.

"oppa ... " panggilnya lirih ditengah isakkannya.

"Ne, chagi ... " jawabku melepas pelukkan kami dan menatapnya lembut. Matanya sangat basah.

"ajari aku ... " ucapnya menatapku. Aku menatapnya bingung.

"ajari aku bagaimana aku bisa mencintaimu " ucapnya mantap. Mataku terbelalak kaget mendengar permintaannya. Aku menatapnya tidak percaya, antara senang dan tidak percaya.

"kumohon ... ajari aku, beri aku satu kesempatan lagi " ucapnya lagi memintaku. Tanpa pikir panjang, aku langsung memelukknya hangat. Orang yang selama ini hidup bersamaku dan belum pernah kupeluk tubuhnya, kali ini aku memelukknya hangat dan ia pun membalas pelukkanku meskipun ragu.




~~~




'tok .. tok ..tok ...'

"Ne, tunggu sebentar ... " ucap seorang si pemilik kamar. Euncha. Ia turun dari tempat tidurnya perlahan, karna tubuhnya masih lemas. Euncha bersusah payah mengambil infuse untuk dibawanya.

"biar aku saja, kau duduk disitu " sergahku yang baru keluar dari kamar mandi saat melihatya hendak menuruni tempat tidurnya. Aku baru saja selesai mandi, sudah 3 hari aku menginap disini menjaganya. Makan, tidur dan mandipun aku disini. Aku sengaja mengambil cuti untuk merawatnya.

"Annyeong " sapa yeoja manis dengan lesung yang sama denganku itu riang. Soora. Sperti biasa setiap pagi, Soora mengantarkan makanan untuk Euncha.

"Annyeong, eonni " sapa Soora pada Euncha yang tengah duduk ditepi tempat tidurnya hendak turun lagi.

"Ah annyeong Soora " jawabnya tersenyum manis. Cepat-cepat aku menahannya.

"tetaplah ditempat tidurmu " sergahku menahan tubuhnya.

"tapi aku ingin berdiri ... aku bosan harus duduk ditempat tidur terus " jawabnya memelas. Kasihan juga dia, ku bopong tubuhnya dan mendudukkannya di sofa.

"kalian semakin mesra sekali, aku jadi iri hahaha " celetuk Soora yang ku balas dengan pukulan pelan dikepalanya. Euncha hanya tersenyum manis.

"bagaimana keadaanmu eonni ?" tanya Soora. Soora, dongsaengku memang dekat dengan Euncha. bahkan mereka terlihat seperti kakak-beradik, umur mereka hanya terpaut 2 tahun.

"gwechana, sudah mulai membaik " jawab Euncha.

"Oya ini, makan pagimu dan ini ada obat yang harus kau minum. Oppa, jaga eonni baik-baik! " seru Soora tiba-tiba.

"Ne, tentu akan kujaga baik-baik. Sudah cepat pergi, tugasmu masih banyakkan! " usirku padanya.

"Ara .. ara .. aku tau, aku tidak boleh mengganggu kalian " jawabnya dengan senyuman yang seolah-olah menggodaku. Aish!!

"pergi, kau! " usirku medorongnya keluar kamar. Euncha terkekeh pelan melihat tingkah laku kami. Setelah Soora pergi, aku menghampiri Euncha yang menaruh makanannya lagi stelah membuka tudungnya.

"wae chagi?" tanyaku menghampirinya. Dia hanya menggeleng. Aku tau, pasti ada yang tidak beres. Ku buka tudung makanannya. Hanya semangkuk bubur, segelas air putih dan macam-macam obat.

"ayo makan " suruhku mengambil semangkuk bubur dari nampan. Euncha menggeleng keras.

"waeyo ?" tanyaku bingung. Lagi-lagi ia hanya menggeleng keras.

"chagi kau harus makan, ayo makan ya " suruhku sambil menyendokkan bubur padanya. Euncha menghindar.

"waeyo ?? Kau tidak suka chagi ?? " tanyaku lagi padanya dan kali ini dia mengangguk. Aku hanya menghela nafas panjang.

"satu suap saja ya chagi, setidaknya ada yang kau makan. Satu suap saja " pintaku. Euncha masih menggeleng.

"kau ingin keluar dari tempat inikan ?" tanyaku. Dia hanya mengangguk.

"tapi makanannya hambar sekali " ucapnya.

"aku tau, tapi sekali saja ... setelah itu kau minum obatmu. Kalo kau begini terus, kita akan keluar dari rumah sakit " suruhku mengusap rambutnya pelan. Akhirnya dia mengangguk pelan. Saat kusuapkan buburnya dia menahanku,

"tapi kau juga harus makan" suruhnya. Aku tersenyum padanya.

"tenang saja, aku juga makan ... ayo aaaa~ " suruhku membuka mulutnya. Dia pun menurut membuka mulutnya, dan sesuap bubur itu berhasil masuk kemulut mungilnya. Dengan susah payah ia menelan makanannya.

"bagaimana?? Enak tidak ? " tanyaku dan langsung dibalas gelengan cepat darinya. Euncha langsung mengambil air putih dan meneguknya. Tingkahnya sangat menggemaskan.

"satu lagi ?" tawarku.

"andwae!!!" sergahnya cepat. Aku hanya terkekeh melihatnya. Nae yeoja ...





TBC ~


ah mian ya kalo jelek, solanya fresh from the open nih. Baru aja dibuat hehehhehe ^ mian ... ^/\^

No comments:

Post a Comment