Yeah!! Finally, this is the last episode from 'All My Heart ♥' , finally, yeah !!
so sorry make this fanfic too long *bow~ , kekekek but at least I can finnish it ! yippie ^^/
okay ... enjoy ^^ and leave a comment ><
~~~
Aku berjalan menyusuri koridor sekolah yang menuju lapangan basket, tempat Henry oppa latihan. Lapangan basket terletak didepan halaman sekolah. Dengan semangat, aku memeluk kado yang aku belikan untuk Henry oppa. Tapi ..
‘KYAAAAAAA!!!’
Sontak tas yang kupeluk itu jatuh begitu saja saat melihat Henry oppa dan Teuki …
“op..paa…” ucapku lirih, mataku rasanya memanas, dan lututku lemas. Aku benar – benar tidak menyangka apa yang ada dihadapanku sekarang.
Henry oppa dan Teuki bertengkar dihadapanku. Wajah Henry oppa babak belur, dia berada dibawah tampak kesakitan dan Teuki berada diatasnya sedang memegang kerah seragam Henry oppa hendak memukulinya. Teuki terlihat sangat marah, wajahnya pun sangat merah dan terdapat guratan-guratan merah pada matanya. Dia sedang marah besar. Tapi apa alasannya??
“cu..kup!! “ teriakku tiba-tiba tidak tega melihat Henry oppa yang babak belur karna ulah Teuki yang aku tak tahu apa maksudnya.
Tapi sepertinya Teuki tidak memperdulikanku. Bahkan dia terus memukuli Henry oppa lebih keras. Henry oppa terlihat sangat kesakitan dan tidak berdaya. Apa sebenarnya mau Teuki?! Kenapa dia memukuli Henry oppa??
“JUNGSOO CUKUPPP !!!!” teriakku akhirnya dan sukses membuat Teuki berhenti memukuli Henry oppa. Aku berusaha menghampirinya.
PLAK!!
Tamparan cukup keras dariku untuk Teuki, aku benar-benar tidak habis pikir kenapa dia sangat membenci Henry oppa? Aku .. aku tau dia sangat membenci Henry oppa, tapi.. kenapa memukulinya sampai seperti ini??
“Apa salahnya?? Apa salah Henry oppa, huh?? Jawab aku ,TEUKI-AH!!” ucapku lagi seraya menarik bajunya paksa. Teuki hanya diam dan berbalik menatapku, tatapan matanya tidak bisa aku tebak.
“Kita pulang!” seru Teuki tiba-tiba menarik tanganku. Aku berusaha membrontak, tapi percuma kekuatannya lebih besar daripada aku.
“Lepaskan aku!! Jungsoo lepaskan aku!!! “ pekikku karna cengkraman tangannya sangat kuat.
“masuk!” ucapnya dingin menyuruhku naik ke dalam mobil.
PLAK!!
Sekali lagi tamparan itu mendarat mulus dipipinya. Ulu hatiku rasanya nyeri sekali saat menamparnya. Dadaku sangat sesak, emosiku benar-benar memburu. Aku tidak mau mendengar alasan apapun saat keadaanku seperti ini. Yang ada dipikiranku saat ini adalah aku sangat membencinya, sangat sangat membencinya!!
“aku membencimu!! AKU SANGAT MEMBENCIMU JUNGSOO!!!!!” teriakku lantang didepannya dan sekuat tenaga aku kerahkan memukul dada bidangnya.
Teuki hanya diam membiarkanku memukulinya.
“miwohaeyoo Jungsoo-ah!! Naega miwohaeyooo !!! “ ucapku lagi, rasanya sekarang aku benar-benar tidak mempunyai tenaga. Pukulanku semakin lama, semakin melemah. Tapi air mataku semakin deras mengalir.
“kau sudah puas?” tanyanya dingin.
“mwo? Hiks…”
“sekarang masuk!” suruhnya dingin mendorongku masuk ke dalam mobil.
“aku tidak mau pulang!!” sergahku. Tapi tiba-tiba Teuki mendorongku masuk ke dalam mobil secara paksa.
Teuki masuk kedalam mobil dan membawaku pulang. Henry oppa… mianhaeyo … dihari Ulang tahunmu aku …
~~~
Semenjak kejadian itu aku sama sekali tidak berkomunikasi dengan Teuki, bahkan aku sengaja menghindar darinya sekalipun itu hanya kontak mata.
Dan sejak saat itu, hubunganku dengan Henry oppa juga sedikit merenggang. Entah apa ini yang Teuki inginkan?? Cih..
Sudahlah, hari ini aku ingin berkemas. Membeli kue untuk Henry oppa untuk hadiah ulang tahun yang waktu itu tertunda, aku ingin memperbaikinya. Memperbaiki hubungan kami kembali.
“Chagi, kau mau kemana?” tanya Eunhyuk oppa saat aku turun dari tangga. Dia sedang membaca majalah dengan Teuki diruang keluarga. Teuki mengalihkan pandangnya dariku.
“Aku mau pergi sebentar oppa … oya aku tidak perlu diantar, aku ingin pergi sendiri “ ketusku saat Eunhyuk oppa hendak menyuruh Teuki mengantarku. Eunhyuk oppa sedikit kaget melihat sikapku yang dingin seperti itu padanya.
Aku pergi begitu saja meninggalkan mereka sebelum Eunhyuk oppa benar – benar memaksaku untuk ditemani Teuki, dan mengambil mobil hyundai azera putih kesayanganku digarasi. Ku tancapkan gas menuju toko kue sebelum kerumah Henry oppa.
Hanya 35 menit dari rumah, akhirnya sampai ditoko kue. Tempat yang biasanya aku dan Henry oppa kunjungi sepulang sekolah.
Tring~
Suara pintu yang terkena lonceng diatasnya. Seorang pelayan meyapaku ramah.
“Annyeong, silahkan .. ada yang bisa saya bantu?” tanya namja itu ramah, dari nametagnya bertuliskan namanya Lee Sungmin.
“annyeong, aku ingin strawberry mont blanc ini dan..mmm … “ aku sedikit mengedarkan pandanganku, memikirkan apa yang aku inginkan. Dan tanpa sengaja mataku terpaku pada sepasang kekasih yang sedang duduk dipojok sana, yah…tempat yang biasa aku dan Henry oppa duduki. Tapi tunggu sebentar, sepertinya aku mengenalinya..
“mm… tunggu sebentar ya “ ucapku pada Sungmin. Dia hanya tersenyum manis meng-iyakan.
Kuberanikan mendekati sepasang kekasih yang sedang bercengkrama itu. Mereka duduk berhadapan, si yeoja menghadap kearahku sedangkan si namja membelakangiku.
“Henry-ah ~ “ seru yeoja itu tersipu tiba-tiba saat namja yang disebut Henry itu menyematkan cincin pada jari manis yeoja itu.
Henry?
“Hen..nry? “ ucapku lirih dan ternyata siempunya nama menengok ke arahku. Dan benar saja…
“Henry?!!” ucapku shock. Ya benar dia adalah namjachinguku, dan dia..? bersama seorang yeoja??
“siapa yeoja ini, chagi?” tanya yeoja yang memakai shirt berenda dibagian dadanya dan mini truffle skirt itu dengan tatapan heran saat melihatku mengenali namja-nya.
Mwo?? Apa yang baru dikatakan gadis ini?? Chagi?? Dia memanggil Henry oppa dengan sebutan Chagi???
“kau bisa jelaskan ini, oppa?” tanyaku padanya. Aku berusaha meredam emosiku.
Rupanya Henry oppa sangat santai melihatku yang sedang meng’gap’ dirinya tengah berduaan dengan yeoja lain.
“untuk apa kau datang kesini?” tanyanya dengan nada enteng.
“bukankah kita sudah tidak ada hubungan lagi?” lanjutnya lagi. Mulutku rupanya sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Mataku rasanya sangat panas, dadaku sangat sesak dan aku tidak tau apa yang ada dipikiranku sekarang.
PLAK!!!
Satu tamparan mulus mengenai pipinya. Cukup keras juga tamparanku, sampai-sampai muncul darah ditepi bibir Henry oppa. Nafasku benar-benar tidak teratur, darahku serasa naik keatas ubun-ubun.
“chagi, gwechanayo?” ucap yeoja itu khawatir. Henry oppa hanya tersenyum licik ke arahku.
“Terimakasih untuk selama ini!!” ucapku yang terakhir kalinya dan sebelum aku pergi meninggalkan toko kue ini..
BYUUURRR!!!
Satu gelas greentea float sukses tumpah membasahi tubuhnya dari ujung rambutnya sampai ujung kaki. Yeoja disampingnya hanya ternganga melihatku menumpahkan minuman ke ‘namjachingu’nya, yang merupakan seorang pecundang!
“no..noona?” ucap Sungmin lirih dan keheranan melihatku keluar toko.
“miahae, aku tidak jadi membeli.. jeongmal mianhae “ ucapku seramah mungkin pada Sungmin dan masuk ke dalam mobil.
Didalam mobil kutumpahkan semua kekesalanku. Aku benar-benar tidak bisa menahan cairan yang sudah memenuhi pelupuk mataku ini dan itu membuat dadaku terasa sesak.
“baboo!!! Eunchaa neomu babo-ya!!! “ seruku seraya memukul stir mobilku.
Rupanya hari sudah malam, tak terasa aku menjalankan mobilku yang entah kemana. Jelas aku tidak mau pulang sekarang dengan kondisiku yang berantakan seperti ini, Eunhyuk oppa pasti akan marah besar padaku. Kuputuskan untuk berhenti dan menenangkan diriku disini.
“hufff … “ hela nafas berat yang aku keluarkan, yah … ini adalah saat-saat terberatku. Namjachingu-ku yang aku cintai berselingkuh didepan mata kepalaku sendiri.
“Henry-ah !!! neomu baboyaaa !!! naega miwohaeyooooo !!! “ teriakku lantang. Hanya hal ini yang aku lakukan saat aku sedang sedih maupun kesal, berteriak sekencang-kencangnya.
“kenapa aku bisa mencintai namja sepertimu !!!! “ teriakku lagi lebih keras. Rasa sakitnya benar-benar menusuk, isakkan tangisku pun semakin keras.
‘sorry…sorry…sorry…’
Hyukie oppa is calling
Eunhyuk oppa menelponku, bagaimana ini ? pasti dia sangat khawatir, kenapa aku belum juga pulang.
“mianhae oppa … “ ucapku lirih dan mengambil baterai handphone-ku secara paksa. Mianhaeyo… aku membuatmu khawatir.
*Leeteuk POV*
“Aish! Kenapa dimatikan ?! dan sekarang… handphonenya tidak aktif ! “ seru Eunhyuk berusaha menghubungi Euncha. Kemana perginya dia?
“Kau coba hubungi temannya “ saranku padanya.
“geudae … “
“ yeoboseo? Mm…Rin-ssi, apakah ada Euncha disitu….Arraseo, gomawoyo …” serunya saat menelpon salah satu teman Euncha. Kau pergi kemana, Euncha??? Kenapa selarut ini kau belum pulang???
“ottoke?” tanyaku penasaran, Eunhyuk hanya menggeleng. Aku semakin mengkhawatirkannya. Henry! Apa jangan – jangan dia menemui Henry??
“kita cari dia sekarang!” seru Eunhyuk tiba-tiba. Aku mengangguk paham, dan segera mengambil mobilku didalam garasi.
Sepanjang jalan kami mencarinya, aku putuskan mencarinya ditempat toko kue yang biasa dia kunjungi. Tapi percuma, sekarang jam menunjukkan pukul 11.49 p.m, dan jelas saja toko itu tutup. Teuki-ah kau benar-benar babo!!!
“kau tau kemana lagi temapat yang biasa Euncha kunjungi?” tanya Eunhyuk.
“coba kita ke taman “
“arraseo “ kami pun pergi ketaman, tapi suasana taman itu sangat sepi dan gelap. Jelas tidak mungkin Euncha berada disini, apalagi dia takut dengan gelap.
“chagii… kau dimana?” gumam Eunhyuk semakin khawatir, aku tau apa yang dirasakan Eunhyuk saat ini. Aku juga sangat sangat mengkhawatirkannya, terlebih lagi jika Euncha bersama namja brengsek itu!
Kami terus mencarinya, sampai akhirnya kami menemukan mobil Euncha terpakir dipinggir jalan dekat dengan sungai Han. Sungai ?? Jangan – jangan …
“itu mobil Euncha, kaza kita turun! “ seru Eunhyuk menyuruhku menghentikan mobil, ku parkirkan dekat mobilnya. Eunhyuk sudah turun, dan dia mengcek isi mobil itu.
“ottoke?” tanyaku. Eunhyuk menggeleng. Rasanya sangat lemas saat mendengar Euncha tidak ada dimobilnya. Euncha kau jangan membuatku semakin gila, kau dimana???
Aku dan Eunhyuk memutuskan untuk berpencar mencari Euncha, kubuang pikiran burukku dan tetap mencari Euncha.
“Eunchaa !! Eooddiya ??” teriakku lantang menyusuri sungai Han. Tidak ada jawaban.
“Chagiyaa ?!! Eoddi ???” seru Eunhyuk.
“Eunchaaaaa???!! “ seruku lagi, kau benar – benar membuatku gila sekarang ! hampir setengah jam kami mencarimu !! jebal, kau dimana???
*Leeteuk POV –end-*
“Eunchaaaaa???!! “ seru seseorang memanggilku. Aku mendongakkan kepalaku yang sebelumnya menutupinya dengan kedua lututku. Suara Teuki?
“Chagi!! “seru seseorang tiba-tiba yang aku tau itu siapa. Euunhyuk oppa.
Eunhyuk oppa datang dan langsung memelukku, akupun menangis dan tubuhku begetar hebat dipelukkannya.
“gwechanayo ?” tanyanya khawatir sambil mengelus rambutku. Aku hanya mengangguk dan terus menangis didalam pelukkannya.
“uljimma … shshsh “ ucapnya menenangkanku. Tiba-tiba Teuki datang dengan sedikit berlari, wajahnya kelelahan. Mianhae … aku membuat kalian semua seperti ini…
“kita pulang ya … uljimma “ ucap Eunhyuk oppa melepas pelukkannya. Aku hanya mengangguk, kulihat Teuki yang berdiri disamping kami. Wajahnya yang terlihat lelah itu sedikit lega, dia tersenyum padaku. Teuki-ah, aku benar-benar bersalah padamu …
“syukurlah kau sudah ditemukan … tapi siapa yang membuatmu seperti ini?” gumam Leeteuk sambil membenarkan posisi tidur Euncha.
“apakah namja itu yang melakukannya sampai kau seperti ini?” tidak henti-hentinya Leeteuk melihat gadis yang tengah tertidur disampingnya. Hatinya benar-benar geram dan ingin sekali menghajar namja itu.
Tiba – tiba Leeteuk menggenggam tangan Euncha yang masih tertidur. Dia menatapnya penuh kekhawatiran.
“aku berjanji akan menjagamu dan tidak akan terjadi hal seperti ini lagi” Leeteuk menggenggam tangan euncha semakin erat dan sebelum ia melajukan mobilnya
“saranghamnida … “ ucapnya sambil mengecup kening Euncha lembut.
~~~~
“Gwechanayo?” tanya Donghae oppa paddaku saat aku, Donghae oppa dan Rinrin sedang duduk ditaman sekolah sepulang sekolah. Aku sedang menunggu Teuki menjemputku.
“ne… nae gwencha .. “ jawabku sambil tersenyum meyakinkan mereka.
“Euncha, apa kau tidak menemui Henry oppa?” tanya Rinrin. Aku menatapnya lemas.
“Ani… kami sudah tidak berhubungan lagi … “ jawabku lemah, Donghae oppa terlihat menunduk.
“Mworago?! Kalian putus?” tanya Rinrin tidak percaya, aku hanya menggeleng. Donghae oppa tidak berani menatapku, dia hanya menunduk dan sekali dua kali melihat arah lain. Hmm ?
Tumben sekali Teuki sangat lama, biasanya dia on time. Hmm…mungkin jalanan kali ini sedang macet. Tiba-tiba seorang yeoja berjalan panik ke arah kami. Wajahnya sangat ketakutan.
“wae ?” tanya Rinrin kepada yeoja itu. Sepertinya dia habis melihat sesuatu yang sangat menakutkan.
“eonni…. oppa-mu …” serunya panik melihat kerahku. Oppa-ku ? Eunhyuk oppa?
“namja yang sering mengantar jemputmu … dia … “ serunya terputus, yang dimaksud adalah Teuki. Teuki ??? Ada apa dengan Teuki?
“Teuki? Wae?? Apa yang terjadi??” tanyaku panik dan bangkit dari tempat dudukku.
“Dia … dia … dihajar beberapa orang di depan sekolah! Kaza eonni !! “ serunya. Deg! Kakiku lemas, seluruh tubuhku bergetar, dan mataku rasanya panas.
Tanpa pikir panjang aku langsung berlari kencang menuju depan sekolah. Sekolah memang sudah sepi, sebagian mereka sudah pulang. Sekarang hanya deru dari sepatuku yang terdengar cukup keras menggema dilantai koridor sekolah. Teuki-ah …
BUUGG !!
“Argh !!! “ rintih seseorang samar – samar dari lapangan basket sekolah. Kupercepat langkahku, dan ..
“kau tidak punya etika, huh? Apa orang tua mu … tidak mengajarimu ?!!” seru namja dengan seragam putihnya yang sudah berantakan dan memukuli namja yang sudah tersungkur ditanah dengan tongkat baseball.
Sekali lagi pukulan keras dari namja itu. Membuat namja yang jatuh tersungkur hampir tidak sadarkan diri.
“teuki-ah … “ ucapku lirih dan mencoba mendekati mereka, dan …
“TEUK-AHH !!!! “ teriakku keras dan langsung menghampirinya. Teuki tersungkur ditanah dengan darah yang mengucur deras dari kepala dan bibirnya.
“gwe..cha..nayoo .. ?” tanyaku gemetar, memegang kedua pipinya yang bersimbah darah. Ku sandarkan kepala Teuki dipaha. Dia terlihat sangat kesakitan, perih sekali pada ulu hatiku saat meilhatnya seperti ini.
“uhukk .. gwe..chana .. “ jawabnya terbata dan susah payah. Tubuhku semakin begetar melihat kondisinya. Aku pun memelukknya dan menangis sekeras kerasnya. Tega sekali, siapa yang membuatnya seperti ini ?!
“wow ! ternyata ada pasangan Romeo dan Juliette disini… sangat mengharukan .. hahahah !! “ seru seseorang yang tertawa puas. Ku lepaskkan pelukanku dan mendongakkan kepalaku, siapa yang tega melakukan ini pada Teuki.
“neo .. “ ucapku lirih.
“ne, nona Euncha ! Apa pengawalmu baik-baik saja? Rupanya sebentar lagi dia akan MATI !! “ serunya sedikit keras padaku dan menekankan kata-kata terakhirnya padaku.
PLAK!!
“apa maumu, huh !!!” tamparan sangat keras dariku, nafasku tidak beraturan, mataku sangat panas, dan aku benar – benar geram dengannya.
“aku ?? apa mau-ku ?? Aku ingin … “ jawabnya menggantung dengan senyuman liciknya. Dan tiba – tiba
BUUGKK!!
“Aghhhh !!! “ cairan merah keluar dari mulut Teuki saat dia memukulnya sangat keras dengan tongkat baseball yang dipegangnya.
“CUKUPPP !!! “ teriakku.
“aku ingin memberi pelajaran dengan orang yang tidak tau aturan !!! Suka campur tangan dengan urusan ORANG LAIN !! BUGK!! “ ucapnya lantang dan semakin mengeraskan pukulannya pada Teuki. Teuki benar-benar kesakitan, darah semakin deras mengucur dimulutnya.
“HENRY-AH CUKUPPP !!!” teriakku berusaha menghentikan pukulan demi pukulan yang diterima Teuki.
“BRENGSEK !!! “
BUGK!!
Tangg ~
Tongkat baseball itu tiba-tiba jatuh begitu saja. Dan orang itu jatuh tersungkur.
“Donghae oppa.. “ ucapku lirih melihat Donghae oppa yang ada disampingku dengan nafas terengah-engah.
“Auh … hh, Donghae-ah “ ucap Henry oppa sambil mengelap tepi bibirnya yang berdarah dan bagun.
“Kau membela mereka? Hh cih … bukankah kau juga SAMA BRENGSEKNYA !! “ seru Henry oppa dan tiba-tiba memukul Donghae oppa sampai – sampai Donghae oppa jatuh tersungkur.
“Dongeyaa !!” pekik Rinrin dari belakang melihat Donghae oppa jatuh.
“kau tidak perlu berpura-pura Donghae, kau juga sama liciknya denganku ! hahahah !! “ tawa Henry oppa bangga.
“kenapa kau tidak membelaku, huh? Bukankah ini kesepakatan kita?” seru Henry oppa sambil mengambil tongkat baseball yang terjatuh tadi hendak memukul Teuki. Dengan sigap aku langsung memeluk Teuki.
“kesepakatan?” ucap Rinrin lirih. Donghae oppa tampak murung, dia menundukkan kepalanya.
“yaa … kami hanya menganggap kalian sebagai bahan taruhan dan dia bahkan aku tidak mencintaimu EUNCHA!! Benar begitu Donghae ?”
“oppa… benar begitu?” donghae oppa hanya diam menunduk.
“sudahlah!! Tidak perlu bersandiwara Donghae !!”
“YAK!! kau mau jadi pahlawan, EUNCHAA?!” tanyanya geram saat aku menghalanginya memukul Teuki dengan aku memeluk Teuki.
“PUKUL AKU JUGA !! PUKUL AKU SEPUASMU !! AKU BERUNTUNG AKU TIDAK BENAR-BENAR MENCINTAIMU !!! ” teriakku tanpa melepas pelukanku. Teuki yang masih kesakitan menatapku kaget.
“benarkah?? baiklah, kalo itu mau MUU !! HYAAA !! “ pekiknya sambil mengankat tongkat baseball itu lagi.
BUGKK!!!
“aku memang licik, tapi aku tidak seperti mu, PECUNDANG !! “ seru Donghae oppa yang berhasil memukul Henry oppa sampai jatuh tersungkur lagi ke tanah. Teuki ku letakkan dengan pelan ke lantai lapangan basket. Dan langsung mengambil tongkat baseball itu, ingin sekali menghajar namja ini!
“Kau berhasil membuatku sebagai bahan taruhan ! tapi ini balasan untukmu !!” serukku dengan sekuat tenaga mengangkat tongkat baseball yang terbuat dari besi itu.
BUGKK !!!
Tang ~
“brengsek kau !!” umpatku. Dan tiba-tiba Henry oppa bangkit dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan berlari ke arahku…
JLEB !!
“EUNCHAA !!!” pekik sesorang. Aku menutup mataku.
“AGHHH !!!” pekik Teuki yang tiba-tiba sudah ada dihadapan ku, dan peralahan tubuhnya ambruk. Henry oppa hanya tertegun meihat tangannya yang bersimbah darah dan lari begitu saja.
“Teuki-ah … teuki, jebal … illeona “ tangisku pecah mengangkat kepalanya, dan kali ini tak hanya kepala dan mulutnya yang bersimbah darah, perutnya tertusuk dengan pisau yang Henry oppa tujukan padaku.
“agh … “ rintih Teuki saat ku pegang perutnya, tiba – tiba tangan Teuki memegang pipiku. Menghapus air mataku.
“ul.. ah..jimma.. “ ucapnya terbata berusaha tersenyum padaku meskipun menahan sakit teramat.
“Euncha !” pekik Rinrin membantuku. Donghae oppa bangun dan menolongku.
“Teuki-ah, illeonna … PARK JUNG SOOO !!!! “ teriakku saat Teuki mulai tak sadarkan diri. Nafasnya melemah. Tangan yang semula dipipiku, jatuh perlahan.
“cepat kita kerumah sakit !! “ seru Donghae oppa, kami membopong Teuki kedalam mobil. Donghae oppa dan Rinrin berada didepan, sedangkan aku di jok belakang menjaga Teuki yang masih belum sadarkan diri.
“tolong siapkan pertolongan!” seru Donghae oppa saat menelpon rumah sakit. Donghae oppa adalah anak pemilik rumah sakit ternama di Incheon.
“oppa … jebal, ppali-wa “ seruku pada Donghae oppa yang menyetir mobil Teuki. Donghae oppa melajukan mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Di Incheon Hospital …
Sedatangnya kami disana, Teuki langsung dibawa ketempat UGD dengan para suster yang telah disiapkan Donghae oppa.
“jebal songsaenim aku ingin masuk … perbolehkan aku masuk … “ pintaku pada dokter yang menghalangiku untuk masuk.
“mian nona, anda tunggu saja disini .. “ ucap dokter itu dan langsung masuk. Kakiku benar – benar lemas, tidak kuat lagi menopang tubuhku yang gemetar. Akhirnya akupun terjatuh.
“tenanglah … “ ucap Rinrin membopongku untuk duduk didepan ruang UGD. Aku tidak mampu berbicara lagi, yang aku bisa sekarang hanya menangis dan menangis.
“Teuki oppaa meninggalkanku rin, meninggalkanku …” tangisku.
“shshs… dia akan selamat Euncha, shshsh uljimma “ ucap Rinrin menenangkanku.
Sudah satu setangah jam kami menunggu, tidak hanya aku yang panik, Donghae oppa juga panik. Dia terus berjalan kesana kemari menunggu hasil dari dokter. Tiba – tiba dokterpun keluar, raut wajahnya sangat tegang dan itu membuatku semakin khawatir.
“ottoke, songsaenim?” tanyaku panik. Dokter muda itu menghembuskan nafas berat dan menggeleng pelan padaku. Deg ! Teuki - ah …
“maksud-mu, hyung?” tanya Donghae oppa yang ternyata dokter itu adalah sepupu Donghae oppa.
“dia kehilangan banyak darah, keadaannya sangat keritis. Dia membutuhkan darah bergolongan B+. tapi sayang sekali stock darah kami habis yang bergolongan darah B+, apakah kalian ada yang bergolongan darah B+ ?” tanya dokter itu. Golongan darahku tidak cocok dengan Teuki, golongan darahku B-. ottoke ??
“Golongan darahku B- “ ucapku lirih.
“golongan darahku AB “ ucap Rinrin.
“aku saja, aku bergolongan darah B+ “ sahut Donghae oppa. Dokter itu hanya mengangguk dan mengajak Donghae oppa untuk masuk.
“sebaiknya kalian pulang saja … kalian terlihat lelah “ ucapku tenang setelah Teuki terselamatkan.
“tapi kau disini tidak ada yang menemani” jawab Rinrin.
“gwechanayo, sebentar lagi oppaku datang. Sebaiknya kalian pulang saja… donghae oppa, jeongmal gomawoyo ..” ucapku pada Donghae oppa yang mendonorkan darahnya untuk Teuki.
“cheonmaneyo…ini sebagai permintaan maafku “
“hmm… tidak perlu oppa, kau sangat baik. “
“geudae, kami pulang dulu … jalga “ ucap Donghae oppa dan Rinrin. Merekapun akhirnya pulang.
“Teuki-ah, mianhaeyo … “ ucapku lirih sambil menggenggam tangannya. Cairan bening itupun jatuh lagi. Tubuhnya terkulai lemah dengan selang yang menancap di tubuhnya, serta perban ada dimana-mana.
Suasana sangat hening, hanya terdengar alat Electro Kardiograph yang berbunyi. Tampaknya hari sudah malam. Semakin ku eratkan gengamanku dan menangis, rupanya air mataku belum mau berhenti juga.
Aku sangat bersalah padamu, Teuki. Aku belum meminta maaf padamu … aku benar – benar bodoh! Sangat bodoh
Kriek ~
“chagi ?” panggil seseorang yang masuk. Eunhyuk oppa. Aku langsung memeluk Eunhyuk oppa dan menangis lagi dipelukkannya.
“apa yang terjadi?” tanyanya saat melihat Teuki dalam keadaan kritis.
“aku … aku … hiks… ini salahku oppaa “ tangisku kencang. Eunhyuk oppa langsung memelukku erat.
“shshsh… sudah chagi, tenanglah “ ucap Eunhyuk oppa menenangkanku.
“Chagi, sebaiknya kau pulang … “ suruh Eunhyuk oppa padaku yang masih duduk melamun disamping Teuki sambil menggenggam tangannya. Aku menggeleng keras.
“Chagiya … lihat dirimu, kau sangat kotor. Lebih baik kau pulang dan beristirahat, Leeteuk akan aku jaga disini “ suruhnya saat melihat seragam putih dan tanganku bersimbah darah Teuki.
“oppa janji, kalo Teuki bangun oppa akan menghubungiku?” tanyaku.
“Ne, oppa janji. Sekarang kau pulang, bersihkan dirimu “ suruh Eunhyuk oppa lembut. Akupun pergi keparkiran tempat mobil Eunhyuk oppa diparkirkan, Eunhyuk oppa mengantarku.
“jalga … percayalah dia akan baik-baik saja “ ucap Eunhyuk oppa sambil mengenakan jaket hijaunya padaku. Aku mengangguk dan masuk kedalam mobil.
*Donghae POV*
“kita sudah sampai …” ucapku hati-hati. Aku tau sekarang dia sangat marah. Akhirnya keadaan ini terjadi padaku, harusnya aku mengatakannya dari awal…
“gomawo “ jawabnya dingin dan langsung dari taxi begitu saja.
“gomawo ahjussi .. “ ucapku pada supir taxi sambil setelah memberi bayaran padanya. Lalu menyusul Rinrin yang sudah masuk kedalam halaman rumahnya.
“Rin-ah ! “ panggilku. Dia pun berhenti membelakangiku, tanpa menatap ku.
“aku tau kau sangat marah padaku, aku tau ini salahku… harusnya aku mengatakannya padamu sejak awal … “ ucapku akhirnya. Rinrin tetap membelakangiku.
“aku bersalah Rin, mianghaeyo … “ lanjutku menyesal.
PLAK!!
“kau pikir aku barang? Kau pikir aku mobil ? kau pikir aku rumah? Hewan? Atau apa, huh ?” serunya membara setelah menamparku.
“aku bukan barang hae, aku bukan sesuatu untuk dipertaruhkan … aku punya harga diri, tapi kau .. kau melecehkannya!!” pekiknya dan itu membuatku tesentak.
“rin, tolong dengarkan aku… aku tidak bermaksud …”
“sudahlah! Aku tidak mau dengar penjelasan darimu !! Dan ini … sepertinya ini bukan perkataan eomni, tapi hanya akal – akalan mu saja ! “ ucapnya sambil melempar gelang pemberian dariku dan masuk ke dalam rumah, membanting pintunya keras.
“Rin !! Tolong dengarkan aku !! Aku tau aku memang bersalah, tapi asal kau tau aku benar-benar mencintaimu !! “ teriakku dari luar dan berharap dia mendengarkannya. Tapi nihil, tidak ada jawaban maupun reaksi darinya.
Argh!! Donghae kau sangat bodoh !!
Hampir 2 jam aku menunggunya didepan rumah. Rupanya akan turun hujan, apa sebaiknya aku pulang? Pulang ? cih, namja macam apa aku … hanya karna hujan aku menyerah! Aku akan membuktikannya, bahwa aku benar – benar serius dengannya.
SYUUUU~~
Yang benar saja, hujan tiba – tiba turun. Tapi aku tetap bersih keras menunggunya sampai dia mau memaafkanku. Hujan sepertinya tidak berpihak padaku, semakin deras saja hujan mengguyurku. Tiba – tiba rasanya pening sekali kepalaku, apa ini efek donor darah tadi? Ah, aku tidak peduli !
Aku terduduk dan mengambil gelang yang dijatuhkan Rinrin dihadapanku, kau tau Rinrin … mungkin aku bukan namja yang baik, tapi aku masih mempunyai hati untuk mencintai seorang yeoja. Dan kaulah yang kupilih. Tak terasa mulut ku terasa asin, ya … air mataku mengalir bercampur dengan hujan.
Cukup lama hujan turun, tubuhku benar – benar menggigil. Tapi kenapa tiba-tiba hujan tidak membasahiku? Ku dongakkan kepalaku.
“Rin ?” aku mendapatinya tengah berdiri dihadapanku sambil memayungiku. Aku pun berdiri, menatapnya senang, apa ini artinya dia memaafkanku?
“kenapa kau masih disini? Sekarang sedang hujan! Kau bisa sakit !! “ serunya menahan tangis. Kutarik tangannya dan langsung memelukknya, membiarkan tubuh kami diguyur hujan.
“aku akan tetap disini sampai kau memaafkanku, aku tidak perduli akan hujan ataupun badai sekalipun … aku ingin kau tau, aku benar – benar serius Shin Rinrin ..” ucapku,
“pertama aku memang bodoh, membuatmu sebagai permainan saja … tapi asal kau tau, sekarang aku benar – benar mencintaimu … kau ingat perkataanku, apapun yang terjadi kumohon kau percaya padaku.. aku berharap kau hanya percaya padaku dan hanya satu-satunya kau yang ada dihatiku sekarang “ jelasku melepaskan pelukkanku dan menatapnya tulus.
“apa kau memaafkanku?” tanyaku padanya berahrap Rinrin akan memaafkanku,
“Eunhyuk-ah … “ panggil Leeteuk pada Eunhyuk yang sedang duduk disamping tempat tidurnya. Selama hampir 2 minggu Leeteuk tidak sadarkan diri, dan akhirnya dia pun dapat melewati masa kritisnya.
“kau sudah sadar, Leeteuk? Cha… “
“jangan bangunkan dia … “ sergah Leeteuk saat Eunhyuk hendak memanggil Euncha yang sedang tertidur pulas disofa. Eunhyuk menatapnya heran. Leeteuk mencoba bangun, Eunhyuk dengan sigap membantunya.
“bagaimana keadaanmu sekarang?” tanya Eunhyuk duduk disamping Leeteuk.
“hmm … sedikit nyeri dibagian sini … “ jawab Leeteuk sambil menunjuk luka diperutnya bekas tusukan.
“itu wajar, kau dalam masa penyembuhan “ jelas Eunhyuk tersenyum lega.
“oh ya, bagaimana keadaannya selama aku disini? Aku tidak bisa menjenguknya … “ ucap Leeteuk sedih.
“tenanglah … dokter bilang, kondisinya mulai stabil setelah operasi yang dijalani kemarin “ jelas Eunhyuk lagi menenangkan Leeteuk. Leeteuk sangat tenang sekarang. Mereka pun mengobrol beberapa saat.
“Eunhyuk-ah …” panggil Leeteuk lagi.
“Ne?”
“apa aku boleh mengatakan sesuatu?” tanya Leeteuk dan disambut oleh anggukan oleh Eunhyuk.
“Eunhyuk-ah, Euncha … “ ucap Leeteuk sambil melihat Euncha yang masih tertidur pulas.
“Ne, dongsaengku ?” tanya Eunhyuk penasaran dan melihat Euncha.
“aku … aku mencintai dongsaengmu , mianhae … “ ucap Leeteuk perlahan. Leeteuk sangat takut kalo saja Eunhyuk marah karna lancang menyukai dongsaengnya.
“sudah aku duga ! kau menyukainya, Leeteuk! “ seru Eunhyuk seraya memeluk Leeteuk girang.
“kau tidak marah padaku? “
“untuk apa? Aku sangat senang, karena kau menyukai dongsaengku.. jadi aku tidak perlu takut siapa yang akan menjadi namjachingunya kelak “ jelas Eunhyuk dengan gummie smile-nya.
“tapi … aku tidak yakin dengannya … “ pekik Leeteuk murung.
“proses, hanya perlu proses untuk mengetahuinya apa dongsaeng-ku mencintaimu atau tidak. Tapi aku rasa, dia juga mencintaimu … “ ucap Eunhyuk senang dan itu membuat wajah Leeteuk sedikit memerah.
“saat kau tidak sadarkan diri selama 2 minggu, dia tidak pernah absen untuk menjengukmu, terlebih lagi dia sangat perhatian padamu… mengompresmu sewaktu keadaanmu demam, dan lihat … sekarang dia terlihat kelelahan dan tertidur seperti itu hahaha “ jelas Eunhyuk panjang lebar dan sukses membuat Leeteuk tersenyum lebar. Leeteuk teringat saat Euncha memeluknya dan melindunginya dari Henry yang akan memukulnya.
“apa kau perlu bukti lain? Aku sangat senang, terlebih lagi kalo kau benar-benar menjadi bagian dari keluarga kami…” lanjut Eunhyuk memegang pundak Leeteuk.
“unn … ?” gumamku pelan, terdengar seperti orang berbicara. Aku menggeliat kecil, rasanya badanku sedikit pegal. Ku buka mataku perlahan, Eunhyuk oppa? Sedang berbicara dengan siapa?
“ah, kau sudah bangun chagi ?” tanya Eunhyuk oppa padaku saat aku bangun.
“hahahaha! Wajahmu kusut sekali… cepat basuh wajahmu, ada yang menunggumu “ seru Eunhyuk oppa, penglihatanku sedikit buram. Jadi kukucek mataku untuk memperjelasnya, sesorang yang tengah duduk diranjang Teuki.
“Hyukki!” pekik yang tak lain adalah suara Teuki, mataku langsung terbuka lebar dan jantungku berdegup kencang. Dia sudah sadar???
“hahahaha bukannya tadi kau .. ara ara .. “ ucap Eunhyuk oppa terpotong. Aku hanya duduk, diam terpaku disini melihatnya sudah tersadar. Senang ? tentu saja aku sangat senang!! Sampai – sampai aku tidak tau harus bagaimana, tapi … aku masih sangat bersalah mengingat kejadian itu…
“hei, kenapa kau melamun disitu? Nyawanya belum terkumpul ato grogi ??” ucap Eunhyuk oppa yang sukses membuat wajahku memerah. Tanpa pikir panjang aku lengsung melempar bantak kecil sofa pada Eunhyuk oppa, dan segera pergi ke kamar mandi. Menutupi wajahku yang sangat memerah sekarang.
“aku tinggal dulu ya … aku mau menjemput Ami “ seru Eunhyuk oppa dengan wajah innocent-nya yang sengaja meninggalkanku berdua dengan Teuki. Aish!! ku bunuh nanti kau, oppa !!
Sekarang diruangan ini hanya ada aku dan Teuki, aku hanya diam terpaku didepannya. Aku benar – benar tidak tau harus berbuat apa. Pasti wajahku sekarang sangat sangat merah!
“duduklah disini… “ ucap Teuki menghamburkan pikiranku. Aku mendongakkan kepalaku dan mendapatinya tersenyum manis dan menyuruhku duduk didepannya. Aku pun menurutinya.
“nn..ne .. “ ucapku terbata dan duduk ditepi ranjangnya. Dia menatapku dan tersenyum, senyum yang sangat manis dan tulus. Belum pernah aku melihatnya. Aku ingin menangis, aku ingin menangis!!
Aku berusaha mengatur detak jantungku dan nafasku yang mulai tidak beraturan. Wajahku? Bagaimana aku menyembunyikannya?? Dia terus memperhatikanku dengan wajahnya keheranan.
Saat aku sedang sibuk mengatur detak jantungku, tiba – tiba Teuki mengenggam tanganku hangat. Deg!
Ya!! Teuki-ah, kau mau membunuhku sekarang??
Tangan kanannya mengangkat daguku, sehingga wajahku yang tadinya menunduk menghadapnya. Aku benci ini, aku benci !!
“kau! Babo ! “ ucapnya tiba-tiba. Mataku langsung membulat.
“Mwo??” pekikku keheranan. Apa-apan dia ini!
“wajahmu seperti buah strawberry !! hahahahah aku ingin memakanmu ! “ ucapnya lagi, enath ini pujian atau ejekan. Aku hanya mendengus kesal, dan menarik tanganku yang digenggam olehnya.
Tapi Teuki mengambil tanganku lagi, dan tangan yang satunya memgang pipiku lembut. Apa lagi ini, dia ingin membuatku mati dipermalukan atau apa??
“mianhaeyo… “ ucapnya yang tiba-tiba sangat lembut dengan wajahnya yang teduh.
“aku bersikap kasar padamu … mencampuri urusanmu “ jelasnya lagi. Tiba-tiba kenapa aku ingin menangis dan rupanya juga cairan itu sudah berkumpul di bagian bawah mataku. Bersiap untuk dikeluarkan.
Aku menggeleng keras, dan berusaha menaha cairan yang sudah hampir jatuh ini.
“mianhaeyo… aku membuatmu seperti ini, kau hampir mati karna aku, harusnya aku mendengakanmu… ak..aku ..” aku tidak bisa melanjutkan kata – kataku lagi, karna dadaku semakin lama semakin sesak karna menahan air mataku. Teuki langsung memelukku hangat. Aku benar-benar nyaman dipelukkannya seperti ini, aku tidak ingin kehilangannya… apa benar selama ini yang aku cintai adalah Teuki?
“gwachana, yang terpenting kau baik baik saja dan itupun sudah membuatku tenang … “ ucap Teuki dan semakin kupererat lagi pelukkannya. Seperti aku benar – benar tidak ingin kehilangannya, entah apa ini, aku dapat mendengar degup jantungnya yang sangat cepat. Apa dia sama groginya denganku??
“Lee Euncha…” panggilnya seraya melepas pelukkannya dan memgang kedua pipiku lembut.
“Lee Euncha … saranghaeyo yeongwonhi saranghae… “ ucapnya tulus dan tatapan matanya seakan – akan meyaakinkanku. Deg !!
Teuki-ah, kau … benar – benar ??? apa aku sedang bermimpi ?? Tolong siapa saja bangunkan aku !!
Rasanya darahku naik ke ubun – ubun, dan mataku hanya membulat melihat responnya. Mulutku tidak bisa berkata apa – apa.
“maaf, mungkin aku sangat lancang mengatakan ini… tapi aku sudah tidak bisa lagi menahannya. Aku tidak bisa lagi melihatmu dengan namja lain, dan aku sudah tidak tau lagi jika aku tanpamu … “ jelasnya dengan tatapan yang sangat teduh, air mataku semakin mengalir deras. Aku terlalu senang atau aku sedih karna aku takut kejadian itu terualang lagi?
“aku hanya mengungkapkannya saja, aku hanya ingin kau tau isi hatiku … “ucapnya lagi seraya mendaratkan kecupan hangat dikeningku. Hangat sekali.
“sudahlah … uljimma ! kau cengeng sekali, bukannya kau sangat galak?” ejeknya sambil mengacak rambutku. Aish!! Sebenarnya kau serius atau mengajakku bertengakar ..?
“aw sakit!! “ pekiknya saat aku memukul pundaknya yang diperban. Rasakan itu !!
“biarkan! Aku tidak peduli !! “ jawabku ketus.
“jinca-yo ? lalu siapa yang menangis dan berteriak teriak waktu …. Ara ara !! hahaha “ pekiknya tertawa sewaktu aku mau mncubit pinggangnya.
Aku akan menjawabnya Teuki, saat aku sudah tau pasti apa yang ada dihatiku … aku harap kau tidak akan mengecewakanku …
-end-
nb : tadaa ~~ so, what do you think ? gantung ya ?? kita tunggu jawabannya nanti hahahhahahahahha ^^
*readers seksi dataaaaaaaang*
ReplyDeleteah eomma ini baru pertama kali ff bikin penasaran sampe kebelet pee tingkat berat *oke ini lebay*
dan yang paling ngga suka adalah NANGGUNG WOY ! *ngasah golok*
ayolah eomma selese gitu lhoooo jangan nanggung kan ngga seru jadinya -________________-
oh iyaa saya request boleh ya mbak ?
putus aja deh itu si Haerin nya sekali-sekali sedih kek hahahahhaa !!
lanjooooooooot eommmmaaaa :O
.malas =-="
ReplyDelete.penasaran sampe kebelet pee?? --" alay ciaakkk~
.ah nanggung ye? DL !
.kaga suka sad ending gua mah -o-
hahahahahhahahah !!!
ReplyDeleteyeee itu mah elu malas gua kagak !
alay ya alay ya ? eh tapi beneran lhooo -,-
LU YANG BIKIN KENAPA GUE YANG DL !
hahahahahah
ahh ahh ahh eommaaaaaaa
bikinlaaaaaaaaaaaah :O