Wednesday, April 20, 2011

All my heart ♥ Part 19

*Donghae POV*

“sudah siap?” tanyaku sambil memberi helm silver padanya.

“Ne” jawabnya menerima helm itu dan memakainya. Hup!!

Ku nyalakan sepeda motorku, dan melaju dengan kecepatan sedang.

NGRGHH !!

“Kya!!” Tangan Rinrin yang tadinya memegang tasnya yang di taruh didepannya, tiba-tiba memelukku saat aku meng-gas secara mendadak.

“yak! Hae-ah!! Kau iseng sekali !! “ omelnya sambil memukul pundakku pelan. Aku hanya terkekeh pelan dibalik helm hitam yang menutupi mulutku.

“oppa, kita mau kemana?” tanyanya sedikit berteriak karna deru angin cukup kencang.

“kita makan, aku lapar chagi… “ jawabku

“arraseo .. “

Kugas lagi sepda motorku, aku sebenarnya tidak tau apa tujuanku sekarang. Tapi aku ingin mengatakan padanya…





Sesampainya dikedai kecil dekat taman kota…


“chagi, kau mau pesan apa?” tanyaku saat kami sudah duduk yang aku rasa view-nya cukup bagus, dekat dengan taman meskipun kedai ini cukup kecil.

“mm… aku ini saja oppa “ jawabnya sambil menunjuk daftar menu ditanganya.

“arrayo~… kami pesan bulgogi, dakdori, tteokboki dan gimbap “ ucapku pada sipenjual.

“mwo? Banyak sekali?? “ tanya Rinrin membulatkan matanya mendengar pesananku. Aku hanya tersenyum innocent padanya.


Tidak menunggu beberapa lama, akhirnya pesanan kamipun datang. Ah…perutku sangat lapar, baru melihatnya dan mencium kepulan asapnya saja perutku sudah berbunyi.


“hahaha!! Kau tidak makan berapa hari, huh? “ tawanya saat mendengar bunyi perutku.

“aku sangat lapar chagi, jadi jangan banyak tanya denganku ya! “ jawabku sambil melempar evil smirk padanya dan langsung menyantap makanan yang sudah tersedia dihadapanku. Rinrin hanya menggeleng melihatku seperti orang kelaparan. Gara-gara aku memikirkan masalah ini, aku tidak sampai untuk makan..

“oppa…” panggilnya disela-sela kami makan. Aku menatapnya bingung dengan mulut penuh dengan makanan. Tiba-tiba dia tersenyum melihatku. Manis sekali. Oh tuhan … aku benar-benar tidak tega kalo aku benar mengatakannya sekarang.

“wa..wae?” tanyaku aegyo. Lalu Rinrin menyondongkan badannya kedepan, tangannya menjangkau bibirku. Tepatnya tepi bibirku. Mataku hanya membulat melihat perilakunya dan menelan makananku dengan susah payah.

“aku tau kau kelaparan, tapi lihat ini ..” ucapnya sambil menunjuk noda ditisu yang ada ditangannya bekas membersihkan tepi bibirku.



Setelah kami makan, aku berniat mengajaknya jalan-jalan ditaman. Sepertinya ada seperti pasar kecil disitu. Sangat ramai sekali. Banyak pedagang makanan kecil, kedai, dan permainan-permainan.


“Yaaakk!!!” seruku dan Rinrin bersamaan saat ikan yang aku tangkap amblas, karena jaringnya sangat tipis dan terbuat sari kertas.

“ahjussi!! Aku berikan aku jaring lagi “ seruku meminta jaring lagi. Ahjussi itu memberiku lagi, kali ini aku tidak akan kalah! Lee Donghae, fighting!


Kusingsingkan lengan sweater seragamku dan sedikit berjongkok mendekati kolam. Mataku menjalar ke sekeliling kolam kecil itu, mencari ikan yang akan kujadikan sasaran. Aha! Aku menemukan sasaranku, seekor ikan kecil, berwarna orange dengan garing putih dan hitam, sejenis nemo.

Dengan perlahan jaring ini kudekatkan ikan itu, dan memojokkannya. Keringat rupannya sedikit mengucur dipelipisku.


“oppa.. daebak!” serunya pelan dan itu membuatku semangat. Semakin dekat yak…semakin dekat dan…



Hup!


“yak!! Ahjussi aku menangkapnya!! Aku menangkapnya!! “ seruku girang saat ikan itu teryangkap dengan jaringku.

“yaaaa !!! Hae-jjang!! “ serunya juga ikut senang. Ahjussi itu mengambil ikan yang aku tangkap dan memberikannya padaku lagi setelah menaruhnya didalam kantong plastic bening.

“gomawo… silahkan datang lagi “ seru ahjussi itu sambil melambaikan tangan. Rasanya senang sekali!!



Kamipun memutuskan untuk melanjutkan jalan menyusuri pasar ini lagi.

“Chagiya … “ panggilku saat kami sedang menikmati perjalanan.

“ne ?”

“ini untukmu … “ ucapku memberinya ikan hasil tangkapanku tadi.

“jinca-yo??” ucapnya tak percaya. Aku mengangguk dan tersenyum manis padanya.

“gomawo oppa!!” serunya yang tiba-tiba memelukku. Baiklah kuputuskan untuk tidak mengatakannya sekarang, aku benar-benar tidak ingin merusak suasana ini.

“jaga anak kita baik-baik ya… “ celetukku saat Rinrin dengan kagumnya melihat ikan lucu itu dalam kantong plastic.

“ne! “ sahutnya. Aku hanya terkekeh pelan.

“mwo?? Anak ??? kita ???” lanjutnya yang akhirnya sadar dengan ucapanku. Aku mengangguk tegas.

“tap..i ..kitakan ..”

“ayoo kita jalan lagi! “ ajakku menggandeng tangannya dengan raut wajah bingung. Hihihi… aku suka menjailinya seperti ini.



Hampir 1 jam kami mengelilingi pasar ini, aku putuskan untuk pulang saja. Sudah malam juga, dan aku juga tidak enak dengan oppa-nya.

“gomawo oppa, atas makanannya, minumannya, jalan-jalannya, dan ikannya ^^” serunya saat kami sudah sampai didepan rumah Rinrin.

“aku yang seharusnya berterima kasih sudah mau menemaniku hari ini… “ jawabku sambil mengacak rambutnya gemas.

“hmm … oppa, apa kau tidak mau mampir dulu?” tawarnya.

“gomawo chagi, tidak perlu sudah malam. Cepat masuk nanti kau kedinginan” suruhku.

“ne oppa, jalga ^^ “

“oya chagi … “ seruku saat Rinrin sudah memasuki pagar rumahnya.

“ne?” dia mengahmpiriku.

“ada apa oppa?”

“mm… ini “ ku rogoh jaket kulit hitamku mencari sesuatu. Setelah menemukannya, kumabil tangan kirinya dan memasangkan sebuah gelang yang sama persis dengan yang kupakai. Eommaku memberikan 2 gelang padaku, dan dia menyuruhku untuk memberikannya pada orang yang aku cintai.

“oppa … ?” tanyanya sedikit shock melihatku. Aku tersenyum padanya.

“mianhae, mungkin ini jelek, tapi … aku ingin memberikannya padamu ini perintah dari eommaku “ ucapku memgang kedua pipinya hangat. Dan menatapnya dalam.

“Rin-ah …”

“ne oppa ?”

“kau percaya padaku?” tanyaku hati-hati, dia mengangguk menandakan iya.

“rin-ah …”

“ne ?”

“aku harap … apapun yang terjadi kumahon kau percaya padaku… “ ucapku perlahan.

“saranghaeo … geudae saranghae… “ ucapku sambil mencium keningnya lembut. Rin hanya diam dan terpaku.

Aku harap dia percaya denganku jika sesuatu itu terjadi … I love her and I always do …

*donghae POV –end- *

No comments:

Post a Comment