Monday, April 18, 2011

All my heart ♥ Part 18


Sore ini agak sedikit mendung, di rumah hanya ada aku dan bibi Hwang saja. Eunhyuk oppa sedang di kampus, katanya ada tugas yang sangat penting dan harus selesai hari ini juga. Hmm..maklumlah Eunhyuk oppa sedang menjalani skripsi dan sebentar lagi dia akan lulus J


Teuki … dia juga sedang pergi, aku tidak tau dia pergi kemana. Yah … mungkin dia mengunjungi seorang ‘dia’ yang selalu Eunhyuk oppa dan Teuki maksud. Aish entahlah siapa 'dia' itu ?


“bibi, bibi masak apa untuk makan malam? “ tanyaku menghampiri bibi Hwang yang sedang memasak di dapur.

“mm.. tadi tuan minta dimasakkan nasi goreng kimchi. Memangnya nona mau dimasakan apa?” tanya bibi Hwang ramah.

“ah…tidak usah bi, itu saja J. Aku bantu ya “ tawarku dan langsung membantu bibi Hwang memasak.


Bibi Hwang sibuk menyipakan bumbu-bumbu, aku membantunya menumis bumbu-bumbu yang disiapkannya.



Krek~


Tiba-tiba suara pintu terbuka dari depan, ah mungkin itu Eunhyuk oppa. Tapi bukannya dia bilang dia akan pulang malam? Ah..mungkin juga itu Teuki, tapi ..biasanya juga dia pulangnya juga malam..

"tunggu sebentar bi, aku lihat dulu siapa yang datang .. " ucapku pada bibi Hwang.

“nuguya .. ? “ tanyaku seraya berjalan ke arah ruang tamu.

“un? Aku … Leeteuk imnida “ jawabnya. Ternyata benar yang pulang adalah Teuki, tapi tumben sekali dia lebih cepat. Ada yang aneh dengan Teuki..

“oppa … “ panggilku saat dia menaiki tangga, dia berbalik ke arahku.

“apa kau sudah makan?” tanyaku. Entah kenapa hari ini aku sangat ingin memperhatikanya, sejak dia menjemputku sepulang sekolah, wajahnya sangat pucat. Apa mungkin dia sakit?


Teuki hanya menggeleng.


“kau mau makan dulu? Sebentar lagi makanannya matang “ suruhku.

“aniyo…aku ingin istirahat saja” jawabnya tersenyum manis ke arahku dan naik ke kamarnya. Meskipun dia tersenyum seperti itu, tetap saja tidak bisa membohongiku. Keadaannya sedang tidak sehat.



Aku kembali ke dapur, cepat-cepat membuka lemari tempat biasa bibi Hwang menyimpan makan instan.

“nona sedang mencari apa?” tanya bibi Hwang kebingungan melihat tingkahku, seperti kucing yang mencari makanan di sampah. aku tidak menghiraukan pertanyaan yang bibi Hwang lontarkan.

“aha! Ketemu!! “ seruku girang menemukan apa yang aku cari. :P

Bibi Hwang masih bingung melihat tingkahku yang sedikit kesetanan. Aku menyiapkan bahan dan mulai memasaknya.


~~~


Tok..tok..tok..



“ne, nuguya?” tanya pemilik kamar dengan suara sedikit serak dan parau. Aku semakin khawatir padanya.

“euncha, bolehkah aku masuk, oppa?” izinku masih ada di luar.

“masuklah” jawabnya. Aku pun langsung membuka pintu kamarnya perlahan dengan tangan kiriku memegang nampan yang cukup panas.

Kamarnya dibiarkan redup, hanya lampu tidur berwarna jingga yang dinyalakan. Teuki yang tadinya tidur, sekarang sedikit bangun dan menyandarkan separuh badannya pada board tempat tidurnya saat aku menyuruhnya untuk tetap disitu.Aku kasihan melihatnya susah payah bangun seperti itu.

“mianhae oppa, aku menggangu istirahatmu..tapi ini .. “ ucapku sambil memberi nampan yang aku bawa. Teuki sedikit memiringkan kepalanya, kebingungan.

“mianhae…aku tidak pandai masak. Hanya itu yang bisa aku buatkan…” jawabku sedikit menunduk. Teuki tersenyum memperlihatkan dimple dikiri ujung bibirnya, senyumnya sangat manis.

“gomawo .. kau tidak perlu repot-repot “ jawabnya dengan suara paraunya dan menyuruhku duduk di sampingnya.

“cheon…apa kau sakit, oppa?” tanyaku yang tiba-tiba tanganku memegang keningnya tanpa perintah dariku. Aish!



OMONA!! Badanya panas sekali.



“Omona!!! Oppa, kau panas sekali??? Tunggu sebentar ya .. “ ucapku panic keluar kamar Teuki. Dia hanya keheranan melihat tingkahku.



*Leeteuk POV*


Rasanya badanku sudah tidak sanggup lagi, kepalaku sangat pusing dan tubuhku menggigil. Mungkin aku terlalu lelah. Kuputuskan untuk tidur, ya…mungkin saja nanti sudah lebih membaik. Tapi baru saja aku menutup mataku …


Tok..tok..tok..


“ne, nuguya? “ tanyaku dengan suara yang sebisa mungkin kukeluarkan.

“euncha, bolehkah aku masuk, oppa?” izinnya dari luar. Euncha? Tumben sekali.

“masuklah “ jawabku. Aku berusaha mengangkat tubuhku, tapi rasanya badanku sangat susah digerakkan dan kepalaku sangat berat sekali.



Euncha membuka pintu kamarku perlahan, dia sedikit kesusahan dengan nampan besar di tangan kirinya. Ingin aku membantunya, kupaksakan badanku untuk bangun, tapi percuma. Euncha yang melihatku kesusahan, menyuruhku untuk diam ditempat saja.


“mianhae oppa, aku menggangu istirahatmu..tapi ini .. “ ucapnya sambil menaruh nampan besar berisi mie ramen dan kimchi padaku. Aku menatapnya bingung, bukan karna dia hanya memberiku mie ramen dan kimchi, tapi …

“mianhae…aku tidak pandai masak. Hanya itu yang bisa aku buatkan…” ucapnya lagi. Mwo?? Dan dia membuatkannya untukku?? Rasanya ada yang meletup-letup di dadaku, entah rasa apa ini. Bibirku pun mulai menyunggingkan senyuman padanya.

“gomawo .. kau tidak perlu repot-repot “ jawabku yang tak hayal lagi senyumanku tidak bisa kutahan lagi. Rasanya sangat-sangat senang. Aku menyuruhnya duduk disampingku.

“cheon…apa kau sakit, oppa?” tanyanya tiba-tiba menyentuh keningku. Mataku membulat, benar ada yang meledak didadaku. Nafasku sedikit tidak beraturan. Tapi aku berusaha menyembunyikannya, jangan sampai dia tau.



Tiba-tiba saja matanya membulat dan raut wajahnya terkejut setelah memegang keningku.


“Omona!!! Oppa, kau panas sekali??? Tunggu sebentar ya .. “ pekiknya panic dan langsung pergi keluar kamarku. Aku senang melihatnya panic seperti itu, seperti anak kecil.



Tak berapa lama kemudian dia kembali, membawa baskom berisi air hangat. Cepat – cepat dia berjalan ke arahku dan mengambil nampan ramen yang ku pegang dan menaruhnya dimeja sebelahku, lalu menggantinya dengan baskom air hangat itu.


Euncha mengompres ku perlahan, dia menaruh kain hangat itu dikeningku. Selang beberapa menit dia memerasnya dan dicelupkan lagi ke air hangat. Euncha melakukannya itu terus menerus. Dia sangat telaten merawatku.


Melihat tingkahnya seperti itu, aku tidak bisa memungkirinya lagi. Kalo aku …


“gomawoyo.. “ ucapku perlahan dan tersenyum disela Euncha mengompresku. Euncha menghentikan aktfitasnya dan menatapku sebentar, tiba-tiba wajahnya memerah.

“mm…mie-nya nanti dingin, aku bawa atau tidak? Mm..aku bawa saja…” jawabnya mengalihkan wajahnya yang merah padam itu dan mengambil nampan.

“ah nanti kau lapar..aku kembali dulu, cepat sembuh “ ucapnya lagi sangat kaku dan menaruh nampan itu dimeja kembali, dan pergi begitu saja.



“aku sudah tidak tau harus bagaimana lagi, menahan rasa sakit ini … “ gumamku setelah Euncha pergi dan menutup pintuku. Rasanya mulutku keluh, dan mataku sangat panas..

Tes…

*Leeteuk POV –end-*



***


Hari ini adalah hari Ulang tahun Henry oppa ^^. Rencananya hari ini aku ingin memberinya kejutan saat dia latihan basket.

“Kau tampak ceria, cha? Waeyo? “ tanya Rinrin sambil membereskan buku yang berserakan sebelum pulang.

“hahaha.. aku ingin memberi kejutan pada Henry oppa, hari ini dia berulang tahun ^^ “ jawabku girang.

“Jinca?? Kenapa Hae tidak memberitahuku ya? Ckckck…” ucap Rinrin heran.

“mungkin saja dia juga lupa … yasudah aku mau ke lapangan basket dulu, apa kau mau ikut? “ tawarku pada Rinrin.

“aniyo… Hae hari ini tidak latihan, … “

“dan dia sekarang sedang menunggumu didepan kelas…” sahutku memotong ucapan Rinrin saat melihat Donghae oppa berdiri didepan pintu kelas kami dengan senyuman manisnya. Menunggu Rinrin.

“Yasudah oppa, Rinrin, aku duluan ya! “ pamitku sambil menepuk pundak Donghae oppa dan pergi menuju lapangan basket.

“aku harap kau senang oppa dengan kado ini … “ gumamku sambil melihat tas yang kubawa berisi kado yang waktu itu kubelikan di pulau Jeju.



‘KYAAAAA!!!!’


~~


*Donghae POV*

“sudah siap?” tanyaku sambil member helm silver padanya.

“Ne” jawabnya menerima helm itu dan memakainya. Hup!!

Ku nyalakan sepeda motorku, dan melaju dengan kecepatan sedang.Setengah perjalanan rasanya cukup sepi karna kami saling diam. Tiba-tiba muncul evil-ku ..


NGRGHH !!


“Kya!!” Tangan Rinrin yang tadinya memegang tasnya yang di taruh didepannya, tiba-tiba memelukku saat aku secara sengaja me-gas mendadak.

“yak! Hae-ah!! Kau iseng sekali !! “ omelnya sambil memukul-mukul pundakku pelan. Aku hanya terkekeh pelan dibalik helm hitam yang menutupi mulutku dan melihatnya dari kaca spion.

“oppa, kita mau kemana?” tanyanya sedikit berteriak karna deru angin cukup kencang.

“kita makan, aku lapar chagi… “ jawabku

“arraseo .. “


Kugas lagi sepeda motorku, aku sebenarnya tidak tau apa tujuanku sekarang. Tapi aku ingin mengatakan padanya…


TBC~


nb: janji ini part.nya bentar lagi end! mohon bantuannya ^^

No comments:

Post a Comment