main cast :
Park Jung Soo as Leeteuk / Jung Soo
Lee Hyukjae as Eunhyuk
Lee Donghae as Donghae
Cho Kyuhyun as Kyuhyun
pertama jangan lupa baca dulu profile saya, ya ^^
~~~
Drt ... drt ...
1 new messege
Chagiya, bisa kita bertemu ?? ~ saranghae♥
Pesan darinya, dia menyuruhku bertemu ?? Mungkin ini saat yang tepat untuk mengatakannya. Mianhae Leeteuk oppa ...
~~~
Leeteuk POV
Hari ini, aku dibantu 3 sahabatku Eunhyuk, Donghae dan Kyuhyun membuat kejutan kecil. Lebih tepatnya hari ini aku ingin meminta maaf pada yeoja chingu-ku.
"Kau yakin ini akan berhasil ?" tanyaku tidak yakin, mengingat ini pertama kalinya aku membuat kejutan untuk seseorang. Dan itu adalah yeoja chingu-ku sendiri.
"Tentu saja ini akan berhasil, serahkan saja pada kami " seru Eunhyuk dan diiringi anggukkan Donghae dan Kyuhyun.
"Geudae, aku serahkan pada kalian" ucapku sambil tersenyum.
"Tenang saja !! " seru mereka bertida bersamaan.
"Euncha pasti menyukainya !" seru Kyuhyun.
"Aku berharap begitu " ucapku.
Mereka mulai mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing, Eunhyuk sedang merapikan meja kecil diruang tamuku dan menaruh vas dengan bunga chrysan putih kesukaan yeoja chingu-ku. Donghae sedang menyiapkan balon-balon berwarna soft yang aku tak tahu untuk apa, lali memompanya dan mengikatnya dengan pita warna senada yg manis. Sedangkan Kyuhyun. Hmm ?? kemana dia ???
"Leeteuk-ah, Apa ini perlu dibungkus ??" tanya Kyuhyun yang tiba-tiba masuk membawa boneka teddy bear raksasa yang kutinggal didalam mobil tadi. Kyuhyun sedikit kesusahan membawa boneka yang ukurannya lebih besar daripada badannya.
"Aniyo ... Mmm atruh saja didekat situ " suruhku pada Kyuhyun untuk menaruh boneka itu didekat sofa putih disebelahnya.
"Aku harap kau menyukainya chagi, dan mau memaafkanku ... " seruku dalam hati.
'Ting ... Tong~'
"Ah !! Dia datang, dia datang!! " seru Donghae kelabakan yang langsung lari membawa balon-balonnya pergi.
"Cepat kalian sembunyi !" seruku pada Kyuhyun yg sedang membawa boneka raksasa itu dan dibantu Eunhyuk. Cepat-cepat mengikuti Donghae yang sedang sibuk bersembunyi dibalik dinding ruang tamu.
Sebelum membuka pintu, kurapika sedikit rambutku dan pakaianku. Dan juga mengatur jantungku yang berdebar-debar, sedikit grogi.
'Kriek~'
Leeteuk POV end
'Kriek~'
Suara pintu terbuka, dan si pemilik rumah itu langsung tersenyum lebar saat melihatku dihadapannya. Ah, aku rindu sekali senyuman itu. Aish, tapi ingat Euncha apa tujuanmu kesini ?!
"kau sudah datang chagi? Masuklah ~ " ajaknya sangat lembut. Aku sedikit heran dengan tingkah dan penampilannya yang 'tidak biasa'.
"Ah ne" jawabku dan masuk kedalam rumahnya, aroma bunga chrysan. Kesukaanku. Dia mengajakku masuk ke ruang tamu bernuansa white pearl itu. Sepertinya ia sudah menata ulang tempat ini, terlihat sediikit rapi dari biasanya. Dan itu ... dia menaruh bunga chrysan dalam vas, sebelumnya dia hanya menaruh bunga mawar putih. Apa dia sengaja?
"duduklah ~" ucapnya. Aku hanya mengangguk, karna sedikit takjub dengan perubahannya hari ini.
"Apa kau suka ?" tanyanya tiba-tiba. Sekilas aku menatapnya dengan tatapan bingung.
"Aku menatanya untukkmu, kau suka?" tanyanya lagi. Benar dugaanku, dia menata ulang lagi. Tapi tunggu dulu, 'untukku'?
Aku hanya diam, dan Leeteuk oppa juga diam. Suasana menjadi dingin, apa aku harus menagatakannya sekarang? Tapi, setelah dia melakukan ini semua, apa aku tega mengatakannya padanya?
"Chagi~ " "Oppa" panggil kami bersamaan.
"Ah, kau dulu ~ ladies first" ucapnya lembut.
"Mm ne, ... Oppa, aku ... ada yang ingin kubicarakan denganmu " aku memulainya. Aku terdiam sesaat, sibuk mengatur kata-kata apa yang ingin kukatakan.
"Oppa ... Ini tentang hubungan kita" ucapku perlahan sambil menunduk aku tidak berani menatap matanya, aku tidak tega melihatnya. Leeteuk oppa menunggu kalimatku yang masih menggantung.
"Aku ... " lagi-lagi sangat susah dikatakan. Ayo Euncha kumpulkan kekuatanmu, dan katakan padanya
"Oppa .. aku ..."
"Saranghae ... " ucapnya tiba-tiba memotong ucapanku, Aku langsung menatapnya. Cukup terkejut tiba-tiba dia mengatakan seperti itu, karna selama 1 tahun ini dia jarang sekali mengucapkan kata-kata itu padaku. Leeteuk menatapku degan tatapan yang belum pernah ia lakukan padaku. Sangat tulus, tidak ada kebohongan dimatanya.
"Nado Saranghae, Chagiya ~" ucapnya lagi seolah menjawab ucapannya dan sekarang tangannya bergerak menyentuh pipiku lembut. Tuhan, bagaimana aku mengatakannya??
"Oppa " tungkasku menepis tangannya cepat-cepat. Bulatkan tekatmu!
Leeteuk oppa terlihat kaget dengan reaksiku menepis tangannya tiba-tiba.
"Mianhae ... " gumamku pelan.
"Oppa , hubungan kita ... ya ini tentang hubungan kita"
"kita ... mmm kita ... " ucapku terbata. Kenapa susah sekali mulutku digerakkan, sepertinya hatiku dan tubuhku menolak untuk melakukannya. Terasa sangat berat.
"Chagiya, gwechanayo?? Apa ada yang salah ?" tanyanya khawatir. Aku masih menunduk dan diam, sibuk mengontrol emosiku yang sebentar lagi mungkin akan meluap-luap,
"Oppa ...kita akhiri ... hubungan kita akhiri sampai disini " ucapku akhirnya dengan sekuat tenaga. Dan tentu saja diiringi oleh cairanbening dimataku yang sukses mengalir dipipiku.
"M ...mwo?? Apa yang kau katakan, chagi ??" tanyanya tidak percaya. Ku beranikan diri menatap matanya langsung. Hatiku semakin sakit saat menatap matanya.
"Apa kurang jelas ? Kita putus, hubungan kita berakhir sampai disini saja " jawabku berusaha tegar, meskipun setiap kali mengatakannya terasa sakit sekali.
"Aniyo ... kau bercanda, kau pasti bercanda chagi " ucapnya tidak percaya.
"Ani, aku serius oppa " seruku tegas padanya. Aku benar-benar tidak tega menatap wajahnya.
"berhenti bercanda denganku, Lee Euncha ! Bercandamu keterlaluan!! " serunya keras. Wajahnya memerah, tatapan matanya berubah sangat tajam.
"mianhae, tapi aku tidak sedang ingin bercanda" ucapku yang langsung berdiri, beranjak pergi.
"Aku yakin kau sedang bercanda denganku ..." ucapnya tiba-tiba berdiri dihadapanku. Menghalangiku dengan wajah yang tidak bisa kuartikan, rahangnya mengeras dan matanya memerah.
"Oppa, aku tidak punya banyak waktu. Aku ada keperluan lain, gomawo atas semuanya " ucapku yang langsung pergi melewatinya. Cepat - cepat aku keluar dari rumahnya, dan meluapkan emosiku diluar. Mianhae oppa .. jeongmal ...
Leeteuk POV
"Berakhir ... Hubungan kita sampai disini saja " kata-kata itu masih terngiang dikepalaku. Aku masih memandang keberadaan kosong, meskipun tidak ada lagi seseoarang dihadapanku sekarang.
Tiba-tiba balon yang dibuat Donghae tadi keluar begitu saja, bertebangan memenuhi langit-langit ruang tamuku. Aku masih berdiri dengan tatapan kosong, sibuk mencerna apa yang baru saja terjadi.
"Ini pasti mimpi, haha ... iya aku tau itu, dia hanya bercanda denganku" ucapku dengan tawa getir. Dadaku semakin sesak, aku tidak bisa mengontrol emosiku.
"ALJHANA LEE EUNCHA !!!" teriakku tidak percaya. Pikiranku kacau, semua barang disampingku kutarik dan kulemparkan begitu saja. Barang-barang yang semula tertata rapi oleh Eunhyuk, sekarang sudah tidak berbentuk lagi. Jatuh berserakan dilantai.
"Arghhh !!! " teriakku terus melempar semua barang yang ada disampingku. Mendengar teriakkan dan suara benda yang berjatuhan< Eunhyuk, Donghae, dan Kyuhyun keluar dari tempat persembunyiannya kebingungan.
"Omo!! Leeteuk-ah, apa yang terjadi?" seru Eunhyuk shock melihat rumahku yang tidak karu-karuan karna ulahku. Aku sibuk mengatur nafasku yang masih tersengal-tersengal.
"Kemana Euncha, Teuk-ah?" tanya Kyuhyun dibalik boneka teddy bear-nya yang tidak melihat keberadaan Euncha yang seharusnya ada disini. Aku mendongakkan kepalaku dan menatapnya saat Kyuhyun mengucapkan namanya.
"gwechanayo?" tanya Donghae yang merasa sedikit janggal dengan tingkahku.
"Hmm ..." kusunggingkan senyumku dan menatapnya tajam.
"Waeyo??" tanyanya kebingungan.
"selesai " gumamku masih dengan senyuman getirku.
"Mwo??" seru mereka bertiga bersamaan dengan wajah tidak percaya.
"Dia ... Dia .. mengakhirinya " gumamku lagi, pikiranku benar-benar kacau. Aku masih tidak percaya, aku yakin ini hanya mimpi. Mimpi terburuk yang pernah aku alami.
Leeteuk POV end
~~~
Drt .. drt .. drt ...
Lampu LED handphone-ku masih berkedip-kedip tanda panggilan masuk, dia masih berusaha menguhubungiku. Setelah pulang dari rumahnya, aku mengurung diri dikamarku dan meluapkan perasaanku yang sakit dan tidak bisa kuungkapkan karna terlalu pedih.
"berhentilah menelponku, Jung Soo-ah !!" gumamku parau melihat layar handphoneku yang masih tertera namanya.
Saat ini aku sedang ingin sendiri, aku ingin menenangkan pikiranku. Tanpa berpikir panjang, kucabut langsung batrai handphone-ku. Dan membiarkannya tergeletak dimeja belajarku.
"Aku lelah Jung Soo .. " gumamku memandang boneka bebek yang diberikannya. Hasil dari memenangkan permainan disebuah game station.
"Tapi ini sulit untukku, aku juga tidak menginginkannya .. tapi kau yang memulainya!! Kau yang telah membuatku seperti ini, wae Jung Soo?? Wae Jung Soo-ah ???" pekikku memukul boneka itu pelan, air mataku semakin deras mengalir.
Hubunganku dan Jung Soo hampir 1 tahun, selama itu aku juga belum bisa memahami sikapnya. Dia bisa berubah-rubah begitu saja, terkadang sangat manis dan terkadang sangat menjengkelkan. Dia sering lebih mementingkan kepentingannya. Bahkan aku lebih terlihat seperti baby-sisternya buka sebagai yeoja chingunya yang selalu mengurusnya dan menuruti keinginannya.
Saat aku membutuhkannya, Jung Soo jarang sekali ada disampingku dengan alasan yang benar-benar tidak bisa aku terima. Baiklah, mungkin ini terlihat egois, tapi apa salah jika yeoja chingunya membutuhkan perhatian darinya?? Apa salah??
"Kau ... Babo!! Jung Soo-ya, neomu babo !!" gumamku memukul-mukul kepala boneka tidak berdosa itu.
~~~
*TBC
hehehhe mian~ kalo ceritanya rada aneh. :P abis dadakan bikinnya. Yang sudah baca, mohon komennya ya ^^ Gomapta ~ 


ehem ehem ! saya pertama ya yang komen ya ?? *srr -_-
ReplyDeletembak , mbak ..
KENAPA INI DIKIT SEKALI ??? PANTESAN CEPET TERNYATA DEKEEEEEEEEET :O
besok mesti kudu harus wajib nge-post lanjutannya ini yaaa awas kaooooo :O
gomawo readers-deul yg udah baca ^^
ReplyDelete@eomma : dikit dikit -____- ini udah banyak tauuu~ kaga tau aye nyatetnya gimana di memopad
ayoo punya eomma manaaaa ?????
@ghani : nyeheee aku ga tau lhooo ~