Thursday, September 16, 2010

All my heart ♥ Part 16


Hari ini Jung Soo mengajakku pergi, entah kemana. Aku hanya menurut saja selama dia tidak macam – macam denganku. Setelah kami makan pagi bersama, aku pamit pada Eunhyuk oppa yang sedang mencuci mobil Hyundai Grandeur kesayangannya.


“Oppa aku pergi dulu ya .. “ pamitku pada Eunhyuk oppa yang masih asik dengan mobilnya.

“Oh ne, mau kemana ?” tanyanya berhenti sebentar mengelap.

“Aku mau mengajaknya ke kota sebentar .. “ jawab Jung Soo.

“Arasseo, hati – hati di jalan “ seru Eunhyuk oppa sambil mengacak poniku dengan tangannya yang basah.

“Oppa ! Basah !! “ pekikku sambil mengerucutkan bibirku. Eunhyuk oppa malah terkekeh, dasar oppa tidak bertanggung jawab. Aku dan Jung Soo pun berangkat.




“Leeteuk oppa, kita mau kemana ? “ Selama perjalanan aku terus mengoceh seperti itu, bertanya padanya kita mau kemana. Tapi dia tidak mau menjawabnya, hanya berkata ‘nanti kau juga akan tau’. Huh sangat menyebalkan !










“hmm .. ? museum ??” tanyaku mengernyitkan kening saat di depan museum yang bertuliskan ‘museum teddy bear’.

“Ne, museum. Kau belum pernah kesini ?” tanyanya, aku menggeleng cepat.

“baiklah, aku yang pertama mengajakmu kesini berarti ! hahaha “ tawanya bangga.

“Aish … “ dengusku, Jung Soo mengajakku masuk dan tiba - tiba tangannya menggandeng tanganku.





Deg !


Aku melihatnya yang masih menggandeng tanganku. Jung Soo terlihat sangat senang sekali, aku suka melihatnya seperti ini. Akupun ikut tersenyum.

Mungkin Jung Soo tau aku memperhatikannya, dia memberhentikan langkahnya.


mwonga munjega issnayo?” tanyanya kebingungan aku hanya diam. Jung Soo melihat tangannya yang tengah menggandengku.

“ah mian … “ Jung Soo melepaskan gandengannya dan berjalan mendahuluiku. Mukanya memerah, apa memerah ? apa dia grogi ?


Aku dan Jung Soo pun masuk setelah membeli tiket. Kesan pertama masuk museum ini, hanya ada satu kata.


“Aigooo !! “ pekiku membulatkan mataku.

“kau suka ?” tanyanya melihatku kegirangan.

“Ne, sangat ! Lucu sekali oppa !! “ jawabku melihat – lihat banyaknya boneka teddy bear yang lucu terpajang di mana - mana. Aku berjalan melihat – lihat semua boneka lucu itu yang terpajang bebas di museum ini.




Ada boneka yang menjelaskan tentang kehidupan masyarakat korea zaman dahulu, seperti masyarakat – masyarakatnya yang sedang bekerja, mencuci di sungai. Dan ada juga tentang kerajaan korea. Boneka teddy bear ini di susun seperti layaknya kejadian pada saat itu. Seperti yang satu ini, boneka yang menjelaskan tentang para dayang di kerajaan sedang menjamu tamu – tamu dari kerajaan lain. Sangat menggemaskan.


Setelah puas melihat – lihat, Jung Soo mengajakku ke toko yang menjual souvenir boneka teddy bear ini. Akupun berkutat dengan boneka – boneka yang di jual untuk souvenir, Jung Soo melihat – lihat keramik berbentuk teddy bear.

“ada yang kau suka ?” tanyanya mengagetkanku.

“mm … “ jawabku setengah mengangguk setangah menggeleng.

“aya ! yang benar ada atau nggak ?” serunya. Aku berpikir sesaat, sebenarnya ada boneka yang aku suka. Boneka couple, boneka beruang berpasangan yang menggunakan baju hanbok, baju tradisonal korea. Aku ingin memberi Henry oppa boneka itu untuk hadiah ulang tahunnya. Sebentar lagikan Henry oppa ulang tahun.



‘sorry.sorry.sorry.sorry ..’ handphone-ku tiba – tiba berdering. Terterah di layar handphone siapa yang menelponku.



Mochi ~ mochi is calling




“yoboseo, oppa ?” sapaku girang.

“chagi, bogoshipo !! kau di mana ? masih berlibur ? kapan kau pulang ? “ serbu Henry oppa dengan macam pertanyaan. Hahahah aku juga merindukan Henry oppa.

“ nado bogoshipo, oppa !! hahahha satu – satu oppa kalo tanya, aku masih di Jeju mungkin pulang besok. Bersabarlah .. “ jawabku tersenyum senang.

“baiklah, jangan lama – lama. Bogoshipo chagi~a “ ucapnya lagi seperti anak kecil.

“hahahahah ne, nado bogoshipo oppa “ jawabku terkekeh pelan dan ku matikan telepon dari Henry oppa.

“cepatlah, sudah ada yang aku incar ?” pekik Jung Soo dingin tiba – tiba yang sudah ada di depanku dengan bingkisan besar di tangannya, sepertinya dia membeli sesuatu. Sikapnya berubah lagi, huh benar – benar orang ini !!


“ara .. sabar sedikit ! “ sahutku yang langsung mengambil boneka yang aku incar tadi dan membayarnya ke kasir.

“kamshahamnida, noona “ seru si tukang kasir ramah setelah aku membayar barang yang ku beli. Aku tersenyum dan pergi meninggalkan toko itu menuju parkiran mobil.


"Leeteuk oppa ! " panggilku pada Leeteuk yang sudah berjalan mendahuluiku. Dia berhenti dan melihatku, akupun berlari kecil menyusulnya.

"oppa, itu untuk siapa ?" tanyaku saat sudah menyamai langkahnya. Dia melihat bungkusan besar yang di bawanya.

"untuk ... " jawabnya menggantung.





-TBC~


.mian kalo semerawut :P


No comments:

Post a Comment